mbah Tamsir: sang pemukul bedug

Dulu sewaktu aku tinggal di Limbangan, Kendal, pernah akrab dengan seorang tua yang khusyuk. Beliau dipanggil mbah Tamsir oleh orang-orang di kampung Limbangan. Sehari-hari mbah Tamsir selalu mengawal waktu-waktu sholat di Masjid Besar Limbangan. Bila hari Jum’at tiba, mbah Tamsir selalu datang paling awal, menyiapkan segala uborampe untuk Jum’atan, juga memukul bedug sampai tiba saat khotib menyampaikan khotbah.

Entah kenapa aku merasa dekat dengan mbah Tamsir. Hampir setiap akhir Ramadhan aku selalu memberikan sekedar buah tangan berupa sarung atau baju batik. Mbah Tamsir sangat senang, dan setiap kali melihat senyumnya aku merasa damai. Sekarang tidak lagi. Itu karena beberapa bulan lalu mbah Tamsir sudah berpulang ke Rahmatullah. Sayang sekali aku terlambat mengetahuinya, maklum semenjak berdomisili di kota Solo aku jarang-jarang berkunjung ke Limbangan.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

19 thoughts on “mbah Tamsir: sang pemukul bedug

  1. Semoga Mbah Tamsir memperoleh jalan terang untuk kembali kepadaNya, dan semoga ada penerus orang-orang yang peduli pada masjid seperti mbah Tamsir.

  2. Dengan Rasa hormat dan kerendahan hati serta penuh harapan untuk memohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan
    tak lupa pula memohon doa

    Segenap Keluarga Gunungkelir.com mengucapkan selamat Idul Fitri

  3. Ya Allah, sebelum Ramadhan berlalu, berilah kebesaran hati pada saudaraku ini untuk memberi maaf lahir dan batin kepadaku atas salah salahku yang kuperbuat padanya dan berilah maghfiroh-MU agar kami mendapati kefitrian ketika engkau ijinkan kami memasuki Syawal 1429 H ini. Amin….ya Mujibassailin

  4. Mbah Tamsir meninggal…. Inna lillahi wa inna ilahi roji’un… Kita semua milik Allah dan akan kembali pula kepada-Nya…

    Itulah hal terindah dalam hidup. Kala kita berbagi dengan sesama, dan orang lain merasa senang dan bersyukur atas apa yg tlah kita berikan.

    Selamat Idul Fitri 1429 H mas. Mohon maaf atas segala khilaf…
    wassalam

  5. Saat ini …siapa yang akan menyusul menjadi mbah Tamsir ,mbah Tamsir lagi….kita butuh orang orang luhur budi seperti dirinya. Pengamatan mas Andy akan kehidupan yang unik…sangat menarik.
    Eh…itu si Kecil kok lucu sekali…punya blog ya ? Ibu akan coba kunjung kesana. Selamat Idul Fitri…Taqobballlahu minna wa minkum…maaf lahir batin. Salam untuk seluruh keluarga..,

  6. selain sbg tukang pukul bedug, mbah tamsir dulu juga pernah nyambi jadi tukang cat dinding di rumah tetangganya lho, selain kerjaanya halus juga rapi. smg mbah tamsir d beri umur panjang..(amiin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *