Melongok Pabrik Tepung Aren

Dalam perjalanan akhir minggu ini, saya mampir di Dusun Mluro, Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Di desa Ngabean, terutama di Dusun Mluro, banyak terdapat pabrik pengolahan tepung aren. Ops… jangan membayangkan pabriknya adalah pabrik modern, yang saya lihat di sana, pabrik pengolahan tepung aren itu berupa gubuk atau barak terbuka dengan mesin parut besar yang digerakkan mesin diesel.

pabrik pengolahan tepung/pati aren

Bahan baku tepung aren adalah batang aren (Arenga pinnata), yang ditebang setelah berumur kira-kira 15 tahun, sebelum atau pada saat pohon Aren tersebut berbunga untuk pertama kalinya. Pada saat mencapai umur itu, ada tiga pilihan perlakuan pohon Aren, pertama ditebang untuk diambil pati-nya, dipersiapkan untuk disadap niranya, atau dipersiapkan untuk diambil buahnya untuk diolah menjadi buah atep atau kolang-kaling. Perlakuaan itu tentunya melihat kondisi fisik pohon aren, manakah yang lebih potensial, dan manakah yang kira-kira menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

gélang, bukan gelang

Batang aren, biasanya dibawa ke pabrik dalam potongan kira-kira semeter. Menurut bahasa orang desa, potongan batang aren itu disebut gélang. Pengucapannya seperti lagu “gelang sipatu gelang, gelang si rama-rama, mari pulang dst…” bukan seperti gelang perhiasan.Di pabrik, gélang-gélang itu dibelah.

dibelah sehingga cukup untuk dimasukkan ke mesin parut

Dihilangkan kulitnya yang keras, bagian dalamnya yang banyak mengandung sel-sel parenchym penyimpan tepung, kalau perlu, dipotong lebih kecil agar cukup untuk dimasukkan ke dalam mesin pemarut.

kulit yang keras dipisahkan, biasanya dimanfaatkan bahan bakar

Selanjutnya digiling dengan menggunakan mesin pemarut yang digerakkan mesin diesel. Hasilnya adalah parutan batang aren berbentuk seperti serbuk gergaji.

digiling dengan mesin parut besar yang digerakkan mesin diesel

Setelah dipisahkan serabutnya, serbuk batang aren diayak atau disaring sambil diguyur air terus menerus.

keluar dari mesin pemarut, dipisahkan serabutnya

Di dalam bak penampungan itu, yang airnya berwarna coklat karena serbuk batang aren, terdapat endapan tepung atau pati aren.

dicuci, diayak, disaring, untuk memperoleh endapan pati aren

Tepung atau pati aren dikumpulkan dan ditiris dalam karung plastik yang digantung. Setelah melalui proses  penambahan  bahan kimia (kaporit), untuk membersihkan dan memurnikan tepung, serta pengendapan ulang dan pengeringan, diperoleh hasil tepung aren yang bersih berwarna putih terang.

ditiriskan dalam karung yang digantung

Hasil produksi pabrik kini siap dipasarkan. Biasanya dikirim ke kota lain misalnya Semarang, Solo, bahkan sampai ke Ngawi, Jawa Timur. Tepung atau pati aren ini digunakan untuk bahan campuran pembuatan bakso, hunkwee, soun atau bihun, dan aneka makanan lain.

*tentang Aren, silahkan baca-baca di: Wikipedia Indonesia*

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

57 thoughts on “Melongok Pabrik Tepung Aren

    • Ya tentunya higienis dong! air yang dipakai itu langsung dari mata air lho…
      tapi… itu orang-orang yang ngolah tepung aren, kalau pipis sambil pegang anunya lho… hiiiiiiii…. *soalnya mau lepas stang nggak bisa*

  1. ko yang nongol motornya kang pean mana
    mari kita sama -sama
    hidupkan usaha kecil supaya rakyat ga ter gantung sama birokrat ato dll lah
    yng hanya bisa janji dan omdo ok tararengkiu kang imponya

  2. wuh bisa dilihat alat yang digunakan sangat sederhana, belum ada mesin yang aneh2 khas kapitalis. tapi menghasilkan produk yang bisa dikonsumsi di berbagai kota di indonesia. luar biasa! inilah industri dasar yang berkembang di masyarakat kita. harus didukung. tidak boleh tergusur oleh pabrik besar berteknologi tinggi yang akhirnya mematikan pangsa pasar mereka

  3. Kalo di Tuban, aren pasti akan disadap dan TOAK lah hasilnya. Tuban dalam 3 kata: TOAK, ARAK dan TANDAK.
    Tuban dalam tiga nama: RONGGOLAWE, SUNAN BONANG dan KYAI SLAMET

  4. jadi ingat masa kecil dulu. ibu dulu pernah bikin tepungnya dg cara sederhana, pakai alu dan lesung tuk menghaluskan. setelah halus diremas pake tangan plus air sambil ditapis.

    • sayangnya menanam aren masih sulit. di desa saya, pernah mendapat bantuan bibit aren juga pelatihan membuat bibit aren. di tahun-tahun pertama aren hasil pembibitan bisa tumbuh dengan baik. namun di tahun ke tiga dan seterusnya sulit tumbuh baik, bahkan banyak yang mati.
      jadi… selama ini masih mengandalkan luwak untuk menebarkan bibit aren :-D

  5. Kalo kepingin perusahaan yg lebih maju dalam pengolahan pati aren …survei aj di desa Bendo, Kel. Daleman. Kec Tulung…Kab Klaten..

    Thank…

  6. baca kalimat terakhir yg ini “Tepung atau pati aren ini digunakan untuk bahan campuran pembuatan BAKSO, hunkwee, soun atau bihun, dan aneka makanan lain”,,memang bisa ya untuk dijadikan campuran pembuatan bakso??boleh tau caranya mas??terimakasih,,

  7. wow boleh jg tu emang berapaan tu tepung arennya sekilo x lebih murah dari tepung ubi ya ada yg tau ngga hrgnya sekilo?tq

  8. mohon infonya pak, no telp dan alamat penjual pati aren basah skala besar (di atas 10 ton)

    sms 085647557666

  9. Pak…..pas pertama liat gambarnya kayaknya itu saya pernah liat tempatnya,eh ternyata itu pabrik milik pak dhe saya, he he he
    tapi gak pa2 makasi buat infonya,

  10. salut dengan foto-foto langka ini, karena pohonnya sudah mau punah. Kalau anda berminat bisa bergabung dengan komunitas aren kami… Salam sagu aren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *