Menanam Perbuatan Baik

Tiba-tiba saya tersentil oleh kicauan Hasssan (Ketua Komunitas Blogger Bengawan) di twitter; “perubahan terwujud, tp yg memperjuangkan tetap tak dpt apapun“… Sumpah, saya tidak menuduh Hasssan kecewa dengan sesuatu yang telah diperjuangkan dan tidak mendapatkan apapun.

Saya malah teringat saat seorang kawan berkata, lebih tepatnya bercerita:

Di suatu tempat atau daerah atau wilayah yang gersang ada seseorang yang rajin menanam pepohonan. Setelah beberapa tahun kemudian, setiap orang yang melewati daerah tersebut selalu memuji betapa segarnya suasana di daerah itu. Orang-orang yang memuji barangkali sama sekali tidak tahu bagaimana gersangnya daerah itu dulu. Barangkali tidak memikirkan siapa yang berjasa menjadikan daerah itu sesegar saat ini.

Bagi saya itu tidaklah penting. Setiap perbuatan yang baik yang kita lakukan bilamana kebetulan bermanfaat bagi orang lain bukanlah sesuatu yang sia-sia, tak peduli orang mengingat atau tidak mengingat apa yang kita lakukan.

Apakah sedulur setuju pendapat saya?

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

35 thoughts on “Menanam Perbuatan Baik

  1. Setuju
    berbuat baik itu tidaklah penting dapat atau tidak balasan/keuntungannya. Yang penting ikhlas, mungkin nanti amal kita akan dibalas Tuhan, dengan sesuatu yang lebih indah. Hidup bukanlah untuk menerima sebanyak-banyaknya, tetapi untuk memberi sebanyak-banyaknya.
    Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah :)

  2. saya sangat sangat sangat sependapat.
    tidak penting orang tau bagaimana prosesnya lingkungan itu menjadi asri.
    Tapi yang lebih penting adalah orang bisa menikmati hasil perjuangan kita. :)

  3. saya setuju gan,apa lagi waktu itu sempet ngeliat trit di kaskus tentang parah nya hutan di kalimantan,.sedih ane gan ngeliatnya,.dengan menanam berarti kita peduli sama kehidupan calon cucu kita nanti :) bener ga?bener kan ya,. :) hehehe

  4. udah lama gak maen ketempat Mas andy nich :D
    he.. he..
    apa kabar Mas?
    saya suka POstingan yang ini..
    sebuah Idealisme yang mulia dan luhur….
    seperti yang diajarkan oleh leluhur kita dahulu :)

  5. mungkin sepintas memang ia tak dapat apapun, tapi sebenarnya mendapat sesuatu yg sangat banyak, Insya Allah pahala yg terus menerus, kerna melakukan kebaikan yg juga terus menerus.. berkelanjutan.

  6. Pingback: Radio-Bayuputra.com siap mengudara « BayuPutra

  7. mencoba untuk setuju,
    Katanya,
    Semesta itu maha luas,
    Jika perbuatan baik kita mungkin tak dihargai di tempat kita berada,
    Semesta akan membalas kebaikan yang kita tanam,
    semakin lama tertunda,
    semakin banyak bunga berjalannya, :)

  8. Jadi inget, kalau ada batu di tengah jalan yang walaupun kecil bisa berpotensi mengganggu pengendara yang lewat, kita mengambil dan meletakkannya di luar jalan, itupun sudah merupakan menanam kebaikan.

  9. Teringat waktu aktif dikegiatan pelajar… Ada teman yang mengungkapkan.. ” Ikhlas bukan berarti tidak mendapat apa2… ketika mendapat sesuatu bukan berarti tidak ikhlas” Intinya… Apapun yang kita lakukan baiknya mengharap Ridho Allah… Kalaupun daat yang lainnya hanyalah imbas dari apa yang kita lakukan..

  10. Hemmm…Betul, seperti pohon mangga yang kita nikmati sekarang, kakek nenek kita yang menanam, kita yang menikmati. Maka kita pun juga harus berbuat demikian, kalo tidak ingin cucu kita kehilangan satu “buah” di kehidupan mendatang…

  11. betul pak, tidak penting penilaian manusia, krn penialaian manusia tidak murni. penilaian Allah lebih penting dan paling jujur. yg lbh penting adalah niat dalam hati kita untuk berbuat baik dan bermanfaat dengan ikhlas, tidak berharap riya'(ingin dipuji).

  12. Hmmm setiap perbuatan yang kita lakukan sebenarnya adalah menanam benih. Jika yang kita tanam baik, maka kebaikan yang akan kita tuai. Jika yang kita tanam itu keburukan, maka kita harus bersiap menerima resikonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *