Mbak Netty Yang Mbingungi

Hampir sebulan tidak ada tulisan baru di blog ini. Bukan apa-apa sih, cuma mengkhususkan bulan April ini untuk para wonderwomen. Jujur saja, saya melewatkan beberapa hal menarik yang seharusnya bisa ditulis di blog ini namun terlewatkan begitu saja.

Ya sudahlah! Sekarang saatnya berkenalan dengan mbak Netty yang cantik ini? Hehe, dia adalah Ubuntu terbaru rilis ke-14 yang berangka 11.04 ber-codename Natty Narwhal yang secara resmi telah diluncurkan kemarin 28 April 2011.  Beriringan dengan rilis Ubuntu terbaru ini juga berakhir dukungan untuk si bangau -Ubuntu 8.04 LTS Hardy Heron- khusus untuk desktop (sedangkan untuk server, dukungan masih diberikan sampai April 2013). Turunan Ubuntu yang lain misalnya LinuxMint juga menghentikan dukungan untuk Linux Mint 5 LTS Elyssa pada April 2011 ini.

Sumpah! Ubuntu memang benar-benar keparat karena membuat saya melupakan distro-distro lain yang menemani saya sebelumnya misalnya Mandriva dan Fedora. Walaupun saya sekarang lebih banyak menggunakan LinuxMint, namun perkembangan Ubuntu terasa sayang untuk dilewatkan oleh saya yang pengguna pemula yang selalu penasaran ini. Ubuntu terbaru ini juga sejenak menyingkirkan LinuxMint Debian, dan Debian 6.0 Squeeze yang sudah lebih dari sebulan ini saya ajak bermain-main setiap malam.

Mbak Netty hadir dengan penampilan yang cantik dan elegan, membawa kehandalan terkini misalnya kernel 2.6.38.8, juga mengganti beberapa aplikasinya ke yang terbaru dan lebih open, misalnya OpenOffice yang digantikan LibreOffice. Untuk urusan browsing, Firefox 4 terbaru juga sudah disertakan. Maaf, tidak banyak yang bisa saya review-kan karena (lagi-lagi) saya hanya pengguna pemula saja.

Dari sisi tampilan, Seperti sudah diperkirakan banyak pihak, termasuk saya ketika akhir tahun lalu mencoba tampilan unity gnome shell, Ubuntu 11.04 Natty Narwhal akhirnya jadi menggunakan cangkang Unity pada desktop environment-nya. Bagi yang sudah terbiasa menggunakan tampilan netbook remix dan semacamnya tentunya lebih cepat menyesuaikan karena banyak kemiripan. Namun bagi pengguna gnome klasik, bisa jadi agak kagok pada awalnya. Bagi saya, tampilan mbak Netty jadi mbingungi.  Inilah tampilan mbak Netty:

Sumpah! cantik banget walaupun saya bingung mencari-cari dimana menunya, mengatur sistem, konfigurasi ini itu, dan lain sebagainya. Setelah beberapa waktu meraba-raba, barulah saya lancar menggauli mbak Netty. Sedulur bisa membandingkan waktu pada masing-masing skrinsut. Terlihat jelas bahwa saya membutuhkan warming-up yang cukup lama sebelum akhirnya saya mencapai kepuasan bersama mbak Netty.

Di akhir perpisahan sebelum men-shutdown-kan mbak Netty, tiba-tiba saya teringat sebuah tulisan Rusmanto Maryanto tentang Android yang sama-sama opensource namun sangat mudah diterima khalayak. Bisa jadi Ubuntu sudah ada arah yang jelas untuk menyederhanakan tampilan yang lebih mudah diterima oleh pengguna pemula. Bila sedulur berkenan sejenak melupakan kebiasaan-kebiasaan berkomputer sebelumnya, menggunakan Ubuntu terbaru ini akan terasa nyaman karena banyak hal mudah dijangkau dan digunakan mulai dari halaman depan.

Kalau masih tak percaya, silahkan coba!

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail


Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/andymse/andy.web.id/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1273