Mengukur Siku Ala Tukang

Sebulan berkumpul dengan para tukang di proyek perumahan, membuat saya mengingat-ingat kembali beberapa pelajaran di sekolah dulu, khususnya berkaitan dengan matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Ada beberapa metode pak tukang yang bila ditelusuri ternyata pernah pula dipelajari sewaktu kita masih SD, SMP, dan SMA… Barangkali pak tukang sendiri tidak menyadari karena ada beberapa yang tidak pernah sekolah, namun ilmu terapan yang dimilikinya ternyata mempunyai dasar ilmiah.

Contoh sederhananya antara lain; mencari garis tegak menggunakan bandul/lot (memanfaatkan gaya gravitasi), mencari rata ketinggian dengan menggunakan selang berisi air (hukum bejana berhubungan), dan menghitung siku menggunakan angka keramat 6, 8, 10 (bila ditelusuri adalah terapan dari Teorema/Dalil Pythagoras). Tentunya metode-metode itu sering sekali sedulur lihat ketika para tukang sedang bekerja. Sekilas terlihat sederhana, namun entah mengapa menjadi menarik bagi saya, terutama penerapan Teorema Pythagoras itu. Yang terakhir itu, selain untuk menyiku, sering pula digunakan untuk menghitung kebutuhan genting yang biasanya ditata dalam kerangka atap yang miring.

Dalil Pythagoras atau Teorema Pythagoras hanya berlaku pada segitiga siku-siku. Pythagoras menyatakan bahwa: a2 + b2 = c2.

Jika ada tiga buah bilangan a, b dan c yang memenuhi persamaan di atas, maka ketiga bilangan tersebut disebut sebagai Triple Pythagoras (dalam terapan pak tukang, menjadi angka keramat 6,8,10).

Walaupun fakta-fakta teorema ini sudah diketahui oleh matematikawan India (dalam Sulbasutra Baudhayana dan Katyayana), Yunani, Tionghoa, dan Babilonia jauh sebelum Pythagoras lahir (abad ke-6 SM), Pythagoras mendapat kredit karena dialah yang pertama membuktikan kebenaran universal dari teorema ini melalui pembuktian matematis.

Apakah sedulur pernah melihat terapan sederhana lain dalam kehidupan sehari-hari???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

37 thoughts on “Mengukur Siku Ala Tukang

  1. saat bikin dlosoran (bahasa indonesiane opo yo) (doh)
    tukang pake teori itu sambil ngepasin ukurannya dengan tempat yang akan diletakkan dlosoran..

  2. Uniknya dalil Pythagoras, banyak sisi miring yang merupakan akar kuadrat. Jika dihitung tidak punya harga pasti (exact), tetapi jika diukur hasilnya adalah pasti dan mutlak betul.
    .-= sedulur mazdarwan menampilkan tulisan..Kuliner =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>