Mengunci panel GNONE

Mengelola banyak komputer ber-OS Linux yang digunakan untuk publik ~contohnya seperti di Internet For Kids~, sangatlah ringan. Tidak ada gangguan virus, system-nya stabil, juga mudah dioperasikan pengguna mulai dari pengguna anak-anak, remaja, sampai dewasa.

Beberapa gangguan kecil sangat mudah diatasi. Salah satunya, pengguna ada yang salah tunyuk sehingga beberapa bagian di panel berubah posisi atau hilang.

Mengatasinya sangat mudah! Reset saja panelnya melalui terminal, dan kembali seperti default.

Di Debian, Ubuntu, dan yang sekeluarga dengan itu, yang menggunakan desktop environment GNOME, mantra biasa saya digunakan adalah: rm -rf ……..

Yang di-reset bisa dipilih di antara: .gconf, .gconfd, .gnome, .gnome_private, .gnome2, .gnome2_private, terserah pilihan sedulur dan yang ada di folder /home khususnya berkaitan dengan GNOME. Silahkan tilik di folder /home, tunyuk Ctrl-H untuk menampilkan file/folder yang tersembunyi!

Contoh mantra yang digunakan untuk me-reset GNOME:

rm -rf .gconf .gconfd .gnome2 .gnome2_private

Setelah logout dan login kembali, tampilan akan kembali ke ke default. Kalau masih tidak bisa, ya restart dulu! :-D

Untuk mencegah agar tidak berulang kali, tampilan desktop berikut panelnya bisa dikunci. Kalau di Windows, ada aplikasi yang disebut deepfreeze yang mencegah semua perubahan dan dikembalikan seperti semula bila komputer restart. Di Linux yang ber-GNOME, lebih banyak hal yang bisa dilakukan dan lebih banyak pilihan mulai dari mengunci satu-dua hal saja, sampai mengunci keseluruhan system.

Pada contoh berikut, penguncian GNOME dipraktekkan di Internet For Kids 2.1 menggunakan Ubuntu 11.04 yang diberi tampilan menu Linux Mint.

CARA-1:

Yang pertama, lakukan setting tampilan sesuai selera misalnya memasang wallpaper cantik, mengatur posisi panel, menambah launcher-launcher di panel maupun di desktop, dan lain sebagainya. Kalau sudah oke, kita buka folder /home dan tunyuk Ctrl-H untuk menampilkan file/folder yang tersembunyi (hidden).

Selanjutnya, file atau folder yang berisi settingan dikompres. File atau folder yang di-compres sama dengan yang digunakan untuk mereset GNOME, dan dalam praktek yang pernah dilakukan di Internet For Kids  ditambahkan juga .nautilus dan folder Desktop. Bisa juga ditambahkan file atau folder lain yang berpengaruh pada tampilan, tapi semakin banyak yang dikompres maka akan semakin lama waktu untuk mengekstraknya sehingga memperlambat booting.

Oke! Langsung saja pilih file-file atau folder-folder yang akan dikompres, tandai dengan menunyuk Ctrl + nge-klik mouse > klik kanan > Compress > simpan dengan nama misalnya freeze.tar.gz (kalau memakai format .tar.gz).

Pindahkan file kompresan itu dari folder /home ke root (/) agar aman dari salah tunyuk pengguna. Mantranya:

sudo mv /home/user/freeze.tar.gz /

Agar file kompresan tadi secara otomatis diekstrak setiap kali booting, file /etc/init.d/rc tujuannya agar file yang dikompress tadi dapat diekstrak ketika restart. Mantranya:

sudo gedit /etc/init.d/rc

Pada baris terakhir sebelum trap – EXIT tambahkan tiga baris berikut:

rm -rf /home/user/Desktop/*
cd /
tar -xzvf freeze.tar.gz -C /home/user

Simpan dan restart, maka setiap kali booting, settingan desktop akan kembali seperti semula.

Ribet ya? Pakai saja yang berikut ini:

CARA-2:

Walaupun tidak bisa mengunci wallpaper, tapi aplikasi lockdown yang kecil bernama pessulus ini bisa melakukan aneka hal. Di Internet For Kids, pessulus pernah digunakan untuk mengunci panel. Ini sudah disediakan di repo Ubuntu. Cara installnya pakai mantra:

sudo apt-get instal pessulus

Sedangkan untuk menjalankannya cukup ketik pessulus di terminal. Berikut ini tampilannya, dan di sini hanya digunakan untuk mengunci panel saja.

Penghilangan beberapa item pada saat klik kanan di panel akan mencegah pengguna melakukan penghapusan panel dan item-item di panel.

Masih ada cara lagi yang sederhana untuk mengunci panel yaitu seperti berikut ini:

CARA-3:

Buka terminal atau tunyuk Alt-F2, ketikkan gconf-editor >  telusuri pada apps > panel > global, lihat pada kotak di sebelah kanan dan cari locked_down. Cukup beri tanda centang untuk mengunci panel.

Gampang kan?

Sedulur masih ada cara lain??? Silahkan berbagi di sini untuk menambah catatan saya… (worship)

Catatan:

  • Praktek penguncian GNOME ini dulu tidak pernah saya lakukan sama sekali ketika menggunakan komputer pribadi. Baru setelah mulai mengembangkan kembali Internet For Kids, penguncian panel menjadi hal yang wajib dilakukan saat instalasi operating system. Yang paling sering dilakukan hanya mengunci panel saja, sedangkan settingan desktop yang lain terbuka untuk diubah-sesuaikan karena banyak anak-anak yang suka coba-coba mengganti wallpaper-nya. Jadi, penguncian tentunya menggunakan cara yang paling sederhana saja… :-D
  • Cara penguncian di atas belum pernah dijajal di Ubuntu terbaru (11.10).
  • Untuk Unity di Ubuntu 11.04 dan 11.10, reset tampilan bisa dilakukan dengan mantra:
    unity --reset

    dan

    unity --reset-icons

    untuk me-reset icon-nya.

Demikian cerita pengguna linux pemula kali ini, semoga bermanfaat!

Pensil saya masih hilang dan belum ketemu, jadi masih belum banyak menulis lagi… :-D

Sekian!

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

34 thoughts on “Mengunci panel GNONE

  1. Sudah lama saya tidak memakai linux mas, jadi agak lupa. Terakhir saat membeli modem baru dan tidak kompetibel dengan linux (modem venus vt-80n). Kalau mau memakai harus masuk dulu di windows modem ready, restart dan baru bisa digunakan di ubuntu. Masalah lain timbul, speednya tidak seperti di windows mungkin karena saya tidak tahu cara setting nya. Jadinya untuk membunuh rasa kecewa, kembali lagi ke windows bajakan :sad:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. jik do nunyuk-nunyuk panel barang toh… mbok wis diakehi launcher utowo digawekne folder neng desktop wae….hehehe…

    • namanya juga anak-anak… sudah dikasih banyak launcher, bahkan ada banyak launcher semacam prism yang langsung menuju ke aplikasi/games kesukaan, masih saja terjadi salah tunyuk…
      begitulah! … (worship)

    • sementara ini, sehari-hari semua pakai gnome yang dikasih menu linuxmint.
      namun sempat dikenalkan desktop lain misalnya; kde, xfce, lmde, fluxbox, juga gnome klasik dengan dua panel, dan unity, sebatas pada jam belajar gratis yang diberikan kepada anak-anak pada waktu tertentu.

  3. wenakkk mas pake linux, sory nih baru comment. . niru ilmunya dulu baru ngasih tau pak guru .. heheh
    kejadian lucu mas, teman2 yang biasa pake windows bingung pas tak ganti k linux.. . yang download aplikasi gag bisa diinstal, gara2 dikira masih pake windows. . hahaha thanks ilmunya pak guru

    • sangat bisa…
      pengendali jarak jauh juga merupakan fasilitas standar di IFK untuk membantu anak-anak bila mengalami kesulitan pengoperasian komputer…

  4. ngunci gnome belum pernah, laptop sendiri konsumsi pribadi :D
    dan kalaw bermain linux itu sering banget yang namanya seret reset gitu pakdhe, maklum baru belajar :D

  5. Pingback: Mengunci panel GNONE « opensource

  6. Pingback: Mengunci Wallpaper/Desktop Background GNOME di Ubuntu | Andy MSE ~ KECaKOt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *