Menu Linux Mint di Fedora

Menu Linux Mint yang rapi rupanya sangat mempesona saya. Beberapa saat setelah sukses install Linux Mint 9 Isadora, dan selanjutnya install Fedora 13 Goddard, saya membaca Blog Linux Mint yang memaparkan tentang Menu Linux Mint yang di-inject ke Fedora. (woot) Ini sungguh menarik sekali karena antara Linux Mint dan Fedora agak berbeda spesies. Kalau menyuntikkan Menu Mint di Ubuntu sih sudah saya coba. Walaupun di Fedora tidak semudah di Ubuntu, tapi hasilnya sama-sama memuaskan.

Rasa penasaran membuat saya mencari-cari tautan dari tulisan di Blog Linux Mint tersebut, berkelana ke berbagai tulisan yang berkaitan dengan itu dan berakhir di Blog Jason Carpenter dan  Blog Baiquni. Isinya mirip, dan tulisan inipun juga mirip karena memang langkah yang dilakukan sama persis. Tak apalah, ini sebagai catatan saya saja… :-)

Langkah pertama adalah menginstal beberapa file dependencies antara lain:

pyxdg
gnome-python2-gnomedesktop
tracker
tracker-search-tools
pygtk2
pygtk2-libglade

Caranya dengan bermain yumsemacam apt-get di Debian dan turunannya– dengan membuka terminal dan mengetikkan mantra:

yum install pyxdg gnome-python2-gnomedesktop tracker tracker-search-tool pygtk2 pygtk2-libglade

Langkah ke-dua adalah mengunduh source code Linux Mint Menu versi terbaru dalam bentuk tar.gz dari http://packages.linuxmint.com/pool/main/m/mintmenu/, langsung di- ekstrak saja. Hasilnya adalah folder mintmenu yang berisi file-file sebagai berikut:

usr/bin/mintmenu
usr/lib/linuxmint
usr/lib/bonobo/servers

Langkah ke-tiga, copykan file-file tersebut secara manual menggunakan terminal sebagai root dengan mantra sebagai berikut:

su –
cp -r mintmenu/usr/lib/linuxmint/ /usr/lib/
cp mintmenu/usr/lib/bonobo/servers/mintMenu.server /usr/lib/bonobo/servers/mintMenu.server
cp mintmenu/usr/bin/mintmenu /usr/bin/

Langkah ke-empat, logout dan login kembali, kemudian klik kanan panel > add to panel > tambahkan mintmenu, lebih asyik kalau ditaruh di panel bawah dan digeser ke pojok kiri bawah. Kunci posisinya di situ!… Sampai di sini, menu Mint sudah bisa ditampilkan di Fedora. Untuk mengganti gambar juga susunan menu, silahkan klik kanan menu dan atur melalui Preferences.

Langkah ke-lima adalah perbaikan kecil agar menu Mint berjalan sempurna. Ada dua perbaikan kecil, yang pertama adalah adanya dua menu yang menjadi bawaan Mint yang ngikut yaitu Software Manager dan Update Systempada saat mencoba versi Mint Menu yang lain di komputer berbeda ini muncul sebagai Package Manager– yang sebenarnya nge-link ke Synaptic dan Mint Paket Manager.  Oleh karena itu, bisa tidak ditampilkan atau bila ingin ditampilkan perlu disesuaikan dengan mengarahkannya ke software bawaan Fedora yaitu gpk-application dan gpk-update-viewer, dengan melakukan cara berikut:

Edit file /usr/lib/linuxmint/mintMenu/plugins/system_management.py pada baris 133-145 yang sebelumnya seperti berikut ini:


if os.path.exists("/usr/lib/linuxmint/mintInstall/icon.svg"):
Button1 = easyButton( "/usr/lib/linuxmint/mintSystem/icon.png", self.iconsize, [_("Software manager")], -1, -1 )
Button1.connect( "clicked", self.ButtonClicked, "/usr/lib/linuxmint/mintInstall/frontend.py" )
Button1.show()
self.systemBtnHolder.pack_start( Button1, False, False )
self.mintMenuWin.setTooltip( Button1, _("Browse and install available software") )
Button2 = easyButton( "synaptic", self.iconsize, [_("Package manager")], -1, -1 )
Button2.connect( "clicked", self.ButtonClicked, "gksu /usr/sbin/synaptic" )
Button2.show()
self.systemBtnHolder.pack_start( Button2, False, False )
self.mintMenuWin.setTooltip( Button2, _("Install, remove and upgrade software packages") )

Diganti menjadi seperti berikut ini:

#if os.path.exists("/usr/lib/linuxmint/mintInstall/icon.svg"):
Button1 = easyButton( "system-software-install.png", self.iconsize, [_("Software manager")], -1, -1 )
Button1.connect( "clicked", self.ButtonClicked, "gpk-application" )
Button1.show()
self.systemBtnHolder.pack_start( Button1, False, False )
self.mintMenuWin.setTooltip( Button1, _("Browse and install available software") )
Button2 = easyButton( "system-software-update.png", self.iconsize, [_("Update System")], -1, -1 )
Button2.connect( "clicked", self.ButtonClicked, "gpk-update-viewer" )
Button2.show()
self.systemBtnHolder.pack_start( Button2, False, False )
self.mintMenuWin.setTooltip( Button2, _("Upgrade software packages") )

Perbaikan yang ke-dua adalah shortcut terminal yang tidak bisa di-klik –kalau sudah bisa ya nggak usah dilakukan perbaikan-. Bila terjadi kesalahan seperti itu, silahkan lakukan perbaikan dengan cara sebagai berikut:

Edit file /usr/lib/linuxmint/mintMenu/plugins/system_management.py pada baris 156 yang sebelumnya seperti berikut ini:


Button4.connect( "clicked", self.ButtonClicked, "x-terminal-emulator” )

Ganti menjadi seperti berikut ini:

Button4.connect( "clicked", self.ButtonClicked, "gnome-terminal" )

Selesai deh!…. Dan akhirnya demikianlah tampilan Fedora 13 Goddard saya yang sekarang menggunakan Menu Mint. (dance)

Skrinsut diambil dini hari 29/05/2010 di Acer Travelmate 2423 bermesin Seleyon jadul (Acer Aspire One yang biasa saya pakai kembali menggunakan Ubuntu).

Sebagai penutup, lakukan langkah terakhir, langkah ke-enam yaitu tersenyum… :-)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

34 thoughts on “Menu Linux Mint di Fedora

    • (worship) keren!…
      banyak orang mengatakan Slack adalah distro lelaki sejati. itu mungkin karena slack kental bernuansa unix.
      bagi saya, distro lelaki sejati adalah debian yang diciptakan dengan penuh cinta… (cozy)
      kalau merunut sejarahnya, para pengembang pertama slack (patrick) dan debian (ian), mereka sama-sama melakukan modifikasi terhadap softlanding. si patrik berhasil dan jadilah slackware, sedangkan si ian tidak puas dan memilih membangun sendiri mulai dari nol, jadilah debian. kelahiran keduanya pun hanya selisih sebulan, slack dulu baru debian…
      sayangnya, dua-duanya saya tidak suka menggunakannya untuk keperluan sehari-hari… banyak hal saya belum paham sama sekali… :-(

      • debian kalau enggak ada kabel eternet saya mati kutu (tongue) … slack mending wvdial gampang diinstal … tapi tetap ajah bikin pusing (LOL) … mending balik maning ke ubuntu :-P

        • lho… kan bisa pakai wvdial, hehehe…. debian punyaku lancar jaya kok pakai wvdial… paketan wvdialnya saya ambil dari situs debian….
          tapi saya tetep sepakat… pakai yg paling friendly untuk kerja sehari-hari… :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *