Menuju Festival Reyog Mini

logo1th-kotareyog-copyMemenuhi undangan Ambalwarsa Kotareyog, saya menuju ke Ponorogo di siang yang panas sepulang Diki dari sekolah. Ya, saya datang berdua dengan Diki anak saya. Rute pun saya tawarkan -walaupun sudah ada referensi dari pengalaman perjalanan di waktu lalu plus pembacaan peta yang menunjukkan bahwa Telaga Ngebel berada di timur laut Ponorogo-. Diki memilih lewat Tawangmangu bukan Wonogiri. Itu tepat sekali dengan apa yang saya mau.

Berikut rekaman perjalanan itu:

Rute yang dipilih adalah Solo – Karanganyar – Tawangmangu – Cemorosewu – Sarangan – Magetan – Maospati – Madiun – Dolopo – Ngebel.

2-tanjakan-jahanam

Walah… baru sampai di Karanganyar, Diki sudah terkantuk-kantuk. Maklumlah, biasanya tidur siang, kali ini harus mbonceng motor. Terpaksa ngopi dulu selepas Karanganyar menuju Tawangmangu.  Perjalanan selanjutnya melibas tanjakan jahanam dan jalan berkelak-kelok membuat Diki kembali rewel. Kali ini karena kebelet pipis… (doh)

1-pipis-di-ladang-sayuran

Karena kebetulan lewat di ladang-ladang sayuran, tak ada tempat mampir yang cocok untuk pipis, ya akhirnya pipis di sela tanaman wortel… (lmao)

Setelah melewati Cemorokandang -masih di Jateng, dan selanjutnya Cemorosewu -sudah masuk wilayah Jatim, jalanan mulai menurun. Sampailah kami di Telaga Sarangan. Berhubung sudah sore, niat untuk mampir Telaga Sarangan ditunda dulu, walaupun masih sempat berhenti sebentar untuk poto-poto… (dance)

3-jalan-baru-yang-mulus

4-telaga-sarangan-di-kejauhan

Perjalanan dilanjutkan… Saat maghrib tiba, barulah kami sampai di Pesanggrahan Songgolangit di tepi Telaga Ngebel (734dpl), Ponorogo. Sudah hadir mendahului kami adalah blogger-blogger dari Jakarta Dagdigdug (Paman Tyo) yang juga mewakili Cahandong, dari Bengawan, dari Pasuruan, dari Malang, dari Surabaya, dari Gresik, dan dari Malhikdua. Menyusul kemudian adalah blogger-blogger dari Semarang, Kendal, Ngawi, dan masih ada lagi keesokan harinya yaitu dari Jogloabang. Mohon maaf, kalau masih ada yang belum disebutkan… Aku laliii…

festival-reyog-mini

Walaupun tidak semuanya bisa ikut, acara pertama malam itu tetap dilanjut… Peserta berombongan menuju ke Alun-alun Kabupaten Ponorogo untuk menyaksikan Festival Reyog Mini yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-64 Republik Indonesia, juga Hari Jadi ke-513 Kabupaten Ponorogo.

gambar oleh Diki, selengkapnya ada di sini… gambar festival dari Facebook mbak Uun.

..:tulisan ini masih berlanjut:..

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

51 thoughts on “Menuju Festival Reyog Mini

  1. Wah Pak, kalo odometernya difoto (karena disetel 0 dari Solo) asyik tuh Pak. Panjang perjalanan langsung keliatan, termasuk putrane nahan ngantuk dan… nahan pipis. Saya kalau banyak minum ya jadi sering pipis, nyumbang pupuk panas. :)

  2. waah…mas Andy ke ponorogo, saya dan mbak Ayik ketemuan di Solo
    kita sempat telpon….Tindak ponorogo,katanya.
    Ada ada saja….potretnya Pipis kok ya ikut di upload..he..he..,nggak boleh dibawah pohon besar lho…sereem,kata orang orang tua jaman dulu.

  3. Kok milih jalur itu Mas? Kan bahaya banget jalurnya!! Mana turun naik plus bonus jurang di sebelahnya.. Ati2 aja deh mas kalo lewat situ lagi..
    .-= sedulur Tukeran Link menampilkan tulisan..Hello world! =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *