Menyuntikkan LXDE atau XFCE di Ubuntu

Ubuntu, pada paket perdananya datang dengan GNOME sebagai desktop environment-nya. Demikian juga Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx). Bilamana menginginkan desktop environment lain, tersedia pula paket perdana Kubuntu (KDE), Xubuntu (XFCE), dan Lubuntu (LXDE).

Bagaimana jika sudah terlanjur download, atau hanya memiliki Ubuntu dengan GNOME, namun menginginkan desktop environment yang lain?

Jangan takut jangan kuatir, ini kentut bukan petirdi Google.Co.Id, kalimat ini ditemukan sekitar 994 hasil (0.43 detik)–.

Bilamana sedulur ingin menggunakan KDE, langsung saja menuju ke Synaptic Package Manager, cari kubuntu-desktop, install… Beres deh!

Cara yang sama digunakan bilamana ingin menggunakan XFCE. Setelah selesai silahkan logout dan login kembali dengan mengganti session sesuai keinginan.

Tapi… Jujur saja, sehubungan dengan spesifikasi netbuk yang saya pakai yang termasuk spec-rendah, terpaksa KDE saya singkirkan dari daftar pilihan saya. KDE, bahkan yang untuk netbuk sekalipun, perlu menambahkan seratus mega lebih. Lagi pula dengan memory VGA yang seadanya di netbuk Acerwan generasi pertama yang saya pakai ini, KDE justru membuat kerja jadi lemoty.

Pilihan saya jatuh ke LXDE dan XFCE yang ringan (karena keduanya memang lightweight desktop environment). Namun, walaupun ringan, kedua desktop environment tersebut cukup powerfull, pun bisa digunakan untuk berbagai macam platform terutama di Linux.

Pastikan sedulur sudah terhubung ke internet, buka terminal dan berikut ini cara menyuntikkannya ke Ubuntu (ala gue):

LXDE

sudo apt-get install lxde

XFCE

sudo apt-get install xfce4

Setelah terinstall dengan baik, lakukan logout dan login kembali dengan session berbeda.

Berikut ini tampilan LXDE…

(bentar, saya logout dulu, ganti session untuk ambil skrinsyut selanjutnya(blush)

Dan ini tampilan XFCE

Tampilan LXDE dan XFCE yang ringan cukup membantu kerja komputer spec-rendah seperti yang saya pakai ini. Bila menggunakan batere pun akan menjadi lebih tahan lama. (muscle)

Sedulur yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai kedua desktop environment yang ringan itu, silahkan menuju ke situs LXDE dan situs XFCE.

Bila ingin mempelajari lebih lanjut mengenai KDE, silahkan juga menuju ke situs KDE.

Sebetulnya ada satu lagi yang saya suka yaitu ENLIGHTENMENT. Dulu saya pernah menggunakannya sewaktu masih suka GOS. Namun, saya tidak menyuntikkannya di Ubuntu yang saya pakai sekarang ini.  :-)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

33 thoughts on “Menyuntikkan LXDE atau XFCE di Ubuntu

    • soal ini saya kurang sepakat… ini lain sama slack yang nge-KDE…
      buktinya ubuntu juga ada derivative resmi yang berbeda DE misalnya kubuntu…
      tapi yang saya lakukan adalah penyiasatan, dan itu urusan lain…
      *kasihan netbuk butut saya kalo dipaksa bekerja keras* ihiks…ihiks..

  1. Wuih…. poligami desktop Pak Dhe??? Kurang KDE, FluxBox, OpenBox lan desktop liyane. Dadine lengkap.

    Tetep GNOME dan KDE yang masih tetap menjadi desktop utama…. LXDE sampai sekarang sebatas sebagai desktop tambahan yang tidak pernah saya sentuh kembali setelah terinstall di notebook
    .-= sedulur Next Jimbun Punya menampilkan tulisan… Si Karmic yang semakin cantik =-.

    • nggak juga… cuma nambahi yang ringan aja!
      lainnya sebatas install, coba, dan hapus lagi! hehehe… yang utama saya pakai tetep pakai gnome dan xfce

  2. saya pengen coba-coba semua, tapi koneksi terlalu lemot utk eksperimen. haha, mungkin nunggu ada yang mewakafkan DVD reponya aja

  3. apa perbedaan yang paling menonjol antara GNOME, KDE, XFCE, LXDE, dan satu lagi, FluxBox? saya sering sekali mendengar istilah-istilah itu, tapi belum paham betul perbedaannya. Saya pernah menginstal Ubuntu Karmic yang katanya GNOME, terus Slax yang katanya KDE, dan terakhir saya sekarang menggunakan LM 9 LXDE. Memang yang terakhir ini (LXDE) penggunaan memori terasa lebih ringan, tapi kenapa? apa pula perbedaannya dengan XFCE juga FluxBox? Terima kasih sebelumnya….

    • itulah istimewanya Linux… satu distro bisa pakai bermacam desktop environment… tinggal pilih mana suka, tentunya masing-masing punya tampilan berbeda, juga punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri…
      masing-masing desktop environment juga punya aplikasi bawaanya sendiri-sendiri… tapi tetap bisa dipakai bila menggunakan lingkungan yang lain…
      silahkan dicoba-coba… pilih mana yang sesuai kebutuhan dan selera!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *