Semalam 11/02 kira-kira jam 23 WIB atau jam 18 waktu Mesir, Presiden Mesir (Egypt), Hosni Mubarak akhirnya mundur setelah dua mingguan di-demo rakyatnya. Pernyataan mundurnya Presiden Mesir ini disampaikan oleh Wakil Presiden Omar Suleiman (bukan Iman Sulaiman). Ini tentu saja nggak se-cengli Indonesia 98 dimana Presiden Soeharto secara langsung menyatakan mundur.
Sepertinya ini menjadi contoh terbaru bahwa memegang kekuasaan terlalu lama tidak memberi jaminan akan berlangsung baik, justru semakin membuka kesempatan untuk memanfaatkan kekuasaan demi keuntungan pribadi dan kroni. Tentu saja ini menimbulkan ketidakpuasan rakyat. Padahal, sejatinya menjadi pemimpin bukanlah menjadi pihak yang dilayani melainkan melayani rakyatnya.
Ah, sudahlah!… Tidak ada menariknya membahas Mesir di saat Indonesia pun membutuhkan banyak pembenahan, walaupun mencermati keadaan di negara-negara lain merupakan bagian dari kesadaran kawasan. Yang patut disayangkan, pada hampir semua keruntuhan kekuasaan yang terlalu lama, selalu saja makan korban. Selama dua mingguan demonstrasi rakyat Mesir menuntut mundurnya Mubarak, ratusan korban jiwa telah jatuh…
Yang jelas, semoga saja situasi di sana segera mendingin dan semua orang bisa menjalankan aktivitasnya kembali seperti sediakala. Mohon maaf, saya tidak bisa menampilkan gambar situasi Mesir akhir-akhir ini di sini karena pastinya sudah banyak dipublikasikan di portal-portal berita. Yang saya tampilkan di sini adalah situasi kira-kira sewindu lalu di saat Keluarga Weasley berlibur di Mesir. Pemuda paling depan yang tak bertopi adalah Ronald Weasley, sahabat karib Harry Potter.

gambar dari film Harry Potter 3 : Prisoner Of Azkaban
Bila saja situasi di Mesir sana diibaratkan main poker, Mubarak dan rakyatnya kemarin-kemarin saling RAISE. Pada akhirnya rakyat memutuskan untuk ALL IN, dan karena Mubarak tidak berani CALL akhirnya memilih FOLD. Rakyat menang, Mubarak mundur, tapi membawa korban yang tidak sedikit. Pasca Mubarak mundur, semoga saja tidak ada kekacauan lanjutan melainkan transisi pemerintahan yang berjalan mulus, damai, dan menenteramkan seluruh rakyat Mesir. Berita sementara yang saya dapatkan, Mubarak memutuskan untuk tetap tinggal di Mesir, namun tidak menutup kemungkinan pindah ke Indonesia untuk menekuni bisnis Jenang Mubarok di Kudus.

dasar, pengandaiane aneh-aneh, sing dibahas tekan ngendi2, wahwah…..
Horay!
Sekarang tinggal bebenah! (itu yg sulit
)
Congrats for Egypt… semoga lebih anti israel
ilustrasi gambarnya boleh juga tuh pak…..
Semoga setelah menjadi pengusaha Jenang Mubarok jadi lebih tenang dan tidak ada yang demo2 lagi di Mesir, lha mbok dari dulu wae …
Pingback: Tweets that mention Mesir = Egypt, dan Hosni Mubarak pun mundur 11/02/1011 | KECaKOT -- Topsy.com
wes waktune mudun, sby kapan neh…
sabar aja, nanti kan turun sendiri
hahahaha, bahasanya mas andy bisa aja kenapa nggak sekalian photonya mas andy di crop dimasukin ke photonya yang di mesir hihihihihih
nggak punya pakaian arab-nya
pengandaian ala zyngamania
punya chip kang? habis kalah nih!
mas andhy ki iso ae lho dalam mebahas sesuatu dalam perspektif yang menarik
ini kan bukan situs berita, lha nanti kalau menyampaikan dengan model berita malah diguyu to mbak!
masih lama bang suharto, hehe..
Saya suka paragraf terakhirnya kang.. meskipun saya tidak seberapa mengerti cara bermainnya..
oh, saya mengerti banget… (tapi habis kalah beberapa M nih!)
Wih.. mainnya sudah M Man wih
`Tidak ada menariknya membahas Mesir di saat Indonesia pun membutuhkan banyak pembenahan` Bener tuh!
saya lebih suka gambar di samping tulisan itu…
iyalah, mosok merantau ke mesir sampe 32 tahun
saatnya balik nyalon di Pilkada Kudus lah
Gan,.. Bikin vote tentang tentang KPK dong… Aku punya unek2 tentang mereka nich…
kesimpulan dari tulisan diatas, “bar dadi presiden Mesir terus nyalon bupati Kudus…”
Harus anti israel