Mulanya Biasa Saja

Banyak kata, kosakata, atau kalimat yang mulanya biasa saja namun bisa menjadi ciri khas etnis, komunitas, atau wilayah/daerah. Itu bisa berupa umpatan yang seringkali terdengar kasar namun seringkali justru bisa mengakrabkan.

Ciri khas berupa kata, kosakata, atau kalimat juga bisa melekat kepada individu. Misalnya top markotop dan mak nyus yang menjadi ciri khas Pak Bondan Winarno. Atau modarcocote yang juga bertebaran sebagai hashtag twitter #mdrcct yang menjadi ciri khas Demang Suryaden. Ada juga sesorang yang merasa sebagai kaumbiasa, namun hampir setiap pagi menyapa secara tidak biasa, “Selamat Vagi!”…

Kata, kosakata, atau kalimat yang ngetop itu bisa jadi tidak banyak diucapkan, misalnya “Tunggu aksi saya!” dari KRMT Roy Suryo. Yang akhir-akhir ini  ikut ngetop juga adalah “Gusti tidak sare”, “tell-the-truth”, “sumonggo dicermati”, dan masih banyak lagi… (lmao) Memang sih ~sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya~ seringkali sesuatu kata, kosakata, atau kalimat yang biasa saja bisa menjadi ngetop bila diucapkan oleh orang yang terkenal.

Kata, kosakata, atau kalimat yang paling saya sukai selama ini adalah ucapan salam dari Betti Alisjahbana, “Salam hangat penuh semangat”… Terdengar sederhana namun bagi saya sangat menyemangati.

Saya bukan orang terkenal, tapi sebetulnya pengin juga punya kata, kosakata, atau kalimat yang bisa menjadi ciri khas saya. Sah-sah saja kan?… Tapi saya bingung, mau pakai apa ya? Penginnya sih kata, kosakata, atau kalimat yang biasa saja, karena walaupun biasasaja bisa menjadi luar biasa. Kalaupun tidak luar biasa, tetap terkesan anti biasa.

“Mulanya Biasa Saja” sebetulnya juga tidak biasa karena merupakan judul sebuah lagi yang cukup terkenal di jaman saya remaja.

Sedulur tahu kata atau kalimat khas seseorang? Barangkali saya sudah kenal? Kalau belum kenal akan saya ajak kenalan… Tentunya tergantung  menarik tidaknya kata, kosakata, atau kalimat yang menjadi ciri khasnya…  :-D

Ciri khas seperti itu di dalam pelajaran Bahasa Indonesia namanya apa ya??? Tanya pak Guru Bahasa Indonesia dulu aaaahh!!!…

*gambar dari detikFood*

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

45 thoughts on “Mulanya Biasa Saja

  1. Nek ucapane Pak Andy sing tak senengi dan bisa jadi trendsetter adalah:
    “Sependek Yang Saya Tau dan Sepanjang Yang Saya Punya”
    Sayange kurang dioptimasi…

  2. Nek ra percoyo cek wae pakai Google dengan kalimat kunci “Sependek Yang Saya Tau dan Sepanjang Yang Saya Punya”
    Pasti yg nangkring di puncak adalah Blog Kecakot

  3. memang segala sesuatu mulanya biasa saja.
    biasa ngelirik, biasa memandang, biasa jalan bareng akhire biasa bobo bareng (lmao)

  4. kalau tukul diacarane 4mata : “ngemeng ngemeng, kalau bahasa belandanya fraten fraten” (LOL)
    tapi aku seneng karo ucapane kang onno : “dunia pun belajar pada kita… bangsa Indonesia!”

  5. Sependek Yang Saya Tau dan Sepanjang Yang Saya Punya

    sebentar lagi dadi trendsetter lo pak.. kudu cepet jenengan daftarne HAKI.. :lol:

  6. kalo jaman agak dulu itu kata2 dari tukul banyak yg ditiru ampe anak-anak juga ikut-ikutan, tp sekarng sudah tak setenar dulu

  7. walah, mas andy memang benar2 antibiasa, hehe … sempat2nya ngoprek-oprek bahasa juga, haks. konon, itu termasuk idiolek, mas. hampir bisa dipastikan, setiap orang memang memiliki gaya tutur personal yang khas.

    • jujur pak! dalam banyak hal saya belajar dari pak Marsudiyanto. walaupun beliau guru matematika, namun untuk urusan bersilat kata sangat jempolan. :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *