Musim Liburan – Musim Sunatan

Ini membahas soal sunat beneran, bukan soal sunat-menyunat anggaran yang termasuk kategori korupsi. Sunat biasa juga disebut khitan.

Memasuki liburan sekolah ini, banyak orang tua yang memanfaatkan waktu libur panjang untuk menyunatkan anaknya yang beranjak remaja (tentunya lelaki). Banyak pula lembaga-lembaga sosial atau komunitas yang memanfaatkan waktu libur panjang ini dengan mengadakan kegiatan sunatan massal

Saya tidak tahu, mengapa sunat atau khitan itu kebanyakan dilakukan menjelang usia remaja. Padahal sah-sah saja dilakukan pada waktu masih kecil, atau setelah dewasa sekalipun.

Bisa jadi, karena anak-anak yang beranjak remaja sudah cukup kuat menahan rasa sakit sewaktu disunat. Tapi kalau dilakukan terlambat, sudah dewasa dan anunya sudah gede, bisa jadi keburu dipakai untuk keperluan selain pipis saja. (mmm) Selain itu, yang nyunat pun bisa jadi malah terpesona sendiri dan terganggu konsentrasinya pada waktu melakukan proses penyunatan.

Pada dasarnya sunat adalah memotong dan membuang sebagian kulup yang menutupi kepala penis atau titit. Memang sih, bila penis ber-ereksi atau tegang (dalam bahasa Jawa disebut ngaceng), kulup itu akan tertarik ke belakang sehingga kepala penis dalam keadaan terbuka. Namun, sebagian kulup yang masih tetap menutupi bagian belakang kepala penis membuat bagian yang tertutup itu berpotensi menjadi tempat perkembang biakan jasad renik. Seperti halnya gigi yang jarang disikat dan menimbulkan jigong (Jawa: gudhal), di balik kulup itu juga sering timbul kotoran yang biasa disebut smegma. Jadi, yang tidak disunat harus rajin-rajin membersihkan smegma itu. Kalau tidak, selain bisa menimbulkan penyakit, juga baunya minta ampun!!! (lol)

Sunat atau khitan yang prosesnya adalah membuang sebagian besar kulup itu, akan meminimalisir timbulnya smegma, bahkan karena kepala penis yang disunat menjadi terbuka terus, kemungkinan timbulnya smegma menjadi sangat kecil sekali (walaupun tititnya tetap besar).

Sampai sekarang, saya sendiri sama sekali tidak tahu mengapa dalam agama yang saya anut memerintahkan laki-laki untuk khitan. Bisa jadi karena alasan kesehatan, bisa pula alasan lain yang belum saya mengerti. Dulu saya pernah berpikiran nakal, mengapa Tuhan menciptakan kulup itu tapi kemudian diperintahkan untuk memotongnya… (thinking)

Setelah beranjak dewasa, saya sudah tidak bertanya-tanya lagi, karena bagi saya (yang pernah disunat ini) ya enjoy aja lah! Yang jelas, bentuk titit setelah disunat menjadi lebih ganteng seperti gambar berikut ini:

Menilik sejarahnya, sunat atau khitan sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu. Gambar-gambar purba di Mesir ada yang menunjukkan proses khitan. Dalam tarikh atau sejarah yang diajarkan dalam agama yang saya anut, pertama kali khitan diperintahkan kepada Nabi Ibrahim, bapak dari nabi-nabi besar pembawa agama-agama samawi di dunia ini.

Mungkin, karena keterbatasan teknologi, bisa jadi pada jaman dulu khitan dilakukan dengan peralatan seadanya. Tentu saja tidak ekstrim misalnya dipotong menggunakan kampak atau pedang. Cukup pakai pisau yang tajam namun bukan pisau dapur, soalnya kalau pakai pisau dapur bisa jadi tititnya nanti bau bawang… :-D

Jaman semakin maju, proses khitan semakin baik dan menghasilkan titit modifikasi yang semakin rapi. Mulai dari menjahit dengan rapi luka potongan kulup, menggunakan pisau laser, dan bermacam-macam teknologi canggih sampai ada pula yang menggunakan semacam tabung untuk melakukan cropping kulup itu dan luka yang ditimbulkannya tertutup rapat sampai sembuh. Hasilnya pun semakin ganteng aja!

Kalau sudah ganteng, jangan dipakai buat NGARIEL ya!!! (angry) Pakailah dengan baik dan benar serta halal!!!…

Nah… bagi sedulur yang ingin mendengarkan lagu yang berkaitan dengan penis, titit, dan sunat atau khitan, silahkan menyimak Iwan Fals – Sunatan Masal….

*
Bukan lantaran kerjaan brutal
Ujungnya daging harus dipenggal
Di bumi insan makin berjejal
Hingga terjadi sunatan massal
Tersenyum ramah si bapak mantri
Kerja borongan dapat rejeki
Berbondong bondong bocah sekompi
Mesti dipotong ya disunati

**
Si bapak mantri bukannya bengis
Meskipun tampak sedikit sadis
Kerinyut hidung bocah meringis
Sedikit tangis anunya diiris
Buyung menginjak masa remaja
Seiring doa ayah dan bunda
Sebagai bekal masa depannya
Agar menjadi anak yang berguna

Reff:
Hei sunatan massal
Aha aha
Sunatan massal
Aha aha
Ditonton orang berjubal jubal
Banyak tercecer sepatu dan sandal

Hei hari bahagia
Aha aha
Bersuka ria
Aha aha
Ada yang berjoget tari India
Stambul cha-cha dan tari rabana

Hei sunatan massal
Aha aha
Ditonton orang
Sunatan massal berjubal jubal
Banyak tercecer sepatu dan sandal

[Back to *] to Reff Reverse

Oh ya, bagi sedulur yang laki-laki, apakah sedulur sudah pernah disunat???

sumpah! sunat itu sakit luar biasa… jauh lebih sakit dibandingkan ibu melahirkan. buktinya, banyak sekali ibu-ibu yang melahirkan sampai berkali-kali, tapi tak ada lelaki yang mau disunat dua kali, apalagi lebih. cukup sekali!!!…

*gambar googling dari berbagai sumber

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

69 thoughts on “Musim Liburan – Musim Sunatan

  1. Sunat itu wajib hukumnya bagi umat islam. Sunatan masal juga solusi bagi masyarakat ekonomi ke bawah dn juga bg anak yang takut sunat

  2. Sing duwe blog iki wis sunat rung??? Walah, passworde keren juga. Tulisan iki para wanita olih weruh ra??

    Sunat atau khitan ncen lara banget. Nek nganti sunat pindo, ra akalan iso ngariel neh… (lmao)

  3. aku komplin sama yang punya blog, tititku koq digambarkan seperti itu, jelek dan kecil. punyaku jauh lebih gagah dan ganteng tapi sudah gak mau ngariel lagi koq, sudah kapok. :lol:

  4. jadi inget waktu di sunat kalau dengar lagu ini (nyengir) saya disunat dengan ‘penuh perjuangan’ … Dikejar 4 orang (lmao) karena saya melarikan diri pas di detik-detik “eksekusi” … entah kenapa tiba-tiba takut dan adegannya seperti RUNAWAY BRIDE-nya richard gere dan julia robert (rofl) (haha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>