Gaya berbahasa Cinta Laura ternyata mewabah sampai ke desa-desa, dari yang tua yang suka berolok-olok sampai anak-anak yang suka meniru-niru. Nanin dan Diki pun (anak-anak teman bermain di kampungnya juga) suka berbicara meniru-niru gaya Cinta Laura. Sampai-sampai, terbit tulisan semacam ini:
Hua ha ha… Sayangnya mereka berdua, masih malas menulis sendiri di blog-nya. Maklum anak-anak, kalau ketemu komputer lebih suka nge-games, daripada belajar atau menulis.

saya menerima kursus bahasa Indonesia yg baik bagi si Cinta Laura, semoga Nanin nggak belajar pula sama cinta laura tentang bahasa-nya yg dibuat2 itu..
virus ngomong ala cinta laura itu berbahaya.. campur aduk sama bahasa asing seperti cinta laura sendiri.. *tanya knapa* :) :)
chinca lowra (baca: cinta laura) yak?
kadang-kadang kalo denger dia ngomong jadi ketawa sendiri
memang bukan contoh yang baik dalam berbahasa indonesia. tapi mau gimana lagi, terkenal kok.
Senengnya yang punya anak….
jadi ngiri hiks….
waks…. cincha lauwra again!!!!
hehehehe namanya juga ‘virus’ pasti cepat menyebar, wah udah dikenalin blog di usia dini ya om? bagus tuh!
Tapi Nanin sudah mulai rajin meninggalkan jejak komen tuh pak