Narapidana

Sedulur pernah dipenjara? Pernah jadi narapidana?
Saya pernah. Bahkan sekarang (28/05) saya masih menjadi narapidana.
Malu? Memalukan?
Iya!…
Namun bagaimanapun juga saya harus mengakuinya, bahkan di depan publik sekalipun. Walaupun tindak pidana yang saya lakukan ada alasannya, tetapi tidak ada pembenaran atas kesalahan saya. Yang bisa saya lakukan hanyalah mengakui kesalahan, menyesali perbuatan, berjanji/bertaubat tidak akan mengulangi kesalahan lagi, dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan.
Beginilah wajah saya saat menjadi narapidana…
wajah narapisanaSemoga sedulur sekalian tidak ada yang mengikuti jejak saya menjadi narapidana. Nggak enak!
Lain kali akan saya ceritakan kisah saya dalam beberapa cerita pendek. Semoga masih ada kesempatan bagi saya untuk menulisnya.

(post ini ditulis di Rutan Klas I Surakarta saat saya berstatus sebagai narapidana pada tanggal 28 Mei 2013, namun tanggal publikasi disesuaikan dengan tanggal awal penahanan saya yaitu tanggal 18 Maret 2013)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

23 thoughts on “Narapidana

  1. walah, damae baru tahu kasus ini, bang Andy.
    meski tidak tahu keseluruhan, tapi membaca ini saja sudah membuat hati basah.
    semoga dimampukan melewati proses masa2 sulit ini, bang.

    salam damae, ^_^
    #KicauGaruda

  2. lho ono opo pak?
    opo ono maling sing meh nyolong komputer IFK, konangan trus mbok jotos malah mati opo piye?
    ngapunten, mboten ngertos, mboten saget mbantu,
    sing sabar nggih pak…

  3. sing tabah kang mas…..wong urip mono mung sakdermo nandang kahanan kabeh wis kudu dilakoni tak arep arep balimu lan tak kangeni sampean munggah gunungkelir maneh.

  4. saya kaget banget waktu liat poto pakdhe di koran.
    semoga jadi pelajaran yang barokah.
    lebih baik mantan napi daripada mantan kyai.
    rak yo ngoten tho….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *