Nasi Ikan Ayam

Nasi Gudeg Ikan Ayam --gambar dari blogombal.org--Dulu, beberapa tahun yang lalu ketika saya masih sering berkereta dari Solo ke Jakarta, hampir dapat dipastikan selepas Yogyakarta sampai Purwokerto bahkan menjelang sampai Cirebon sering mendengar pedagang menjajakan nasi bungkus sambil berteriak-teriak, ” Nasi ikan ayam… nasi ikan ayam…”. Di telinga saya bahasa itu sama anehnya seperti saat naik bus selepas Cirebon lebih jauh memasuki  wilayah Jawa Barat menuju ke arah Bandung, dan mendengarkan pedagang kacang berteriak-teriak, “Kararacang… kararacang…”.
Bedanya,  yang pertama adalah kekaprahan bahasa, yang kedua memang bahasanya begitu. Salah telinga saya saja yang kurang gaul. Jadinya malah ngelantur…

Sebetulnya saya tidak akan bercerita soal “ikan ayam”, namun sedulur bisa nge-klik gambar di atas bila ingin menyimak cerita soal “ikan ayam”.

Entah kenapa, siang ini tiba-tiba saya teringat ayam (bukan ayam kampus) saat ingin sekali menikmati sop hangat yang berisi potongan-potongan cakar ayam yang gemuk-gemuk dan legit.

Di jaman sekarang, sangat mudah menikmati ayam setiap hari. Mau menikmati bagian ayam yang mana saja tinggal pilih. Di pasar banyak disediakan oleh para pedagang ayam. Mau beli paha ayam, dada ayam, sayap ayam, cakar ayam, kepala ayam, dan lain sebagainya, bisa beli dalam jumlah banyak tidak harus beli ayam utuh.

Maraknya peternakan ayam baik ayam petelur maupun ayam pedaging membuat produk-produk ayam semakin mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Tentu saja ada diimbangi dengan semakin rentan dari goncangan. Misalnya saja ketika ada wabah flu burung, banyak pihak mulai dari peternak ayam, pedagang ayam, Dinas Peternakan, dan pemakan ayam menjadi kelimpungan.

Aaaahhh…. Saya juga malas membicarakan soal perekonomian ayam…

Peternakan Ayam --gambar dari www.infoternak.com--

Kembali ke pepenginan saya tadi soal Sop Cakar Ayam, ternyata sedemikian gampang membeli cakar ayam sejumlah 20 potong. Normalnya ini bisa diperoleh dari 10 ekor ayam, namun saya tidak tahu 20 potong cakar ayam itu berasal dari berapa ayam? Yang jelas, setidaknya dari 10 ekor ayam karena saya yakin amat sangat jarang sekali ayam yang berkaki tiga atau lebih kecuali ayam kelainan.

Kegampangan ini jauh berbeda dibandingkan masa kecil saya di desa. Tidak setiap hari bisa menikmati ayam. Ada saat-saat tertentu yang menjadi momen menyenangkan karena bisa menikmati ayam, di antaranya adalah:

  • Saat hari raya atau lebaran,
  • Bila punya gawe, atau tetangga ada yang punya gawe,
  • Kalau ada ayam peliharaan yang sakit, (eman-eman kalau dibiarkan mati lebih baik dagingnya dinikmati).
Sup Ceker Ayam --gambar dari metroaktual.com--Di luar kejadian-kejadian luar biasa tersebut, bila ingin menikmati masakan ayam ya harus nyembelih sendiri. Itu pun tidak memungkinkan untuk memasak sop cakar ayam karena seekor ayam cukup untuk lauk sekeluarga selama dua hari. Pun dari seekor ayam cuma didapat dua potong cakar ayam, tak cukup nikmat untuk dimasak sop ayam.
Lain hulu lain parang, lain dulu lain sekarang… Demikianlah kemajuan jaman…

Sedulur suka ayam?

Saya makan dulu, sedulur! Nasi Sop Ikan Cakar Ayam… (hungry)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

17 thoughts on “Nasi Ikan Ayam

  1. Nikmat rasanya …. jadi ingat juga nasi kucing di simpang 5 Semarang (depan masjd baiturahman) Langganan saya kalo habis nyari buku dan Jumatan di sana. ada yang lauknya cakar ayam. Tak tahu sekarang saya gak doyan ayam lagi seperti dulu. Sekarang lebih suka Ikan Laut, mungkin pengaruh budaya kuliner melayu, Batam Punya he.. hhe.

  2. Jaman cilikanku, endog siji wae dibagi2…
    Jaman saiki, tuku endas pitik sejinah wae biso. Nek wong sing rak ngerti, mungkin ngira nek awake dewe nyembeleh pitik 10.

  3. wkwkwk.. tulisan yang cukup menarik dan sedikit menghibur..hehe
    yah, kalo orang jawa nyebut daging ayam kan yo “iwak pitik”. jadi sego iwak pitik itu kan nasi daging ayam.. walaupun iwak tu artinya ikan.hohohoho. terdengar aneh ya bahasa jawa ma indonesianya..

    yowes..kembali lagi ke jualan di kereta..
    cangcimen..cangcimen…kacang kwaci permen..

    hoho.. :D

  4. Wah., apa kabar ini Mas Andy??
    lama tak sowan ke blog ini, themenya sudah banyak berubah., kontennya juga begitu., hehehe…

    Doh, sy jd pengen makan soto ceker ayam nih gara2 baca postingan ini.. Nyam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *