ndurenan

Di sebelah selatan Desa Limbangan, Kendal, dimana Padepokan Speed-Solvewithit berada, ada perbukitan yang dipenuhi dengan pohon duren atau durian. Pada masa sebelum kemerdekaan, tanah di perbukitan itu adalah lahan garapan milik warga desa yang disewa oleh sebuah perusahaan perkebunan. Ketika masa sewa habis, lahan tersebut masih dikuasai oleh perusahaan perkebunan tersebut. Cilakanya, oleh seorang oknum (dkk), lahan tersebut dijual kepada pihak lain yang selanjutnya menanami dengan berbagai macam durian. Penduduk sekitar pun menyebutnya dengan ndurenan.

Perjuangan warga setempat (ahli waris dari warga yang semula adalah pemilik/penggarap) yang ingin memperoleh kembali haknya, akhirnya berhasil melakukan reclaiming atas lahan tersebut pada tahun 2000an. Warga setempat bagaikan mendapatkan durian runtuh (sebetulnya benar-benar mendapatkan durian runtuh), karena tidak perlu menanam durian sekarang benar-benar panen durian. Urusan hukum pun beralih menjadi tuntutan pengembang kebun durian kepada oknum penjual tanah dan kroni-kroninya.

Berbagai macam durian unggul dikembangkan di ndurenan, ada durian montong, kanjo, cane, kumbokarno, sunan, sukun, matahari, petruk, bagong, cipaku, paku, ayam, krakal, kuniran, dan lain-lain…

Ada yang buahnya besar, ada yang agak kecil, ada yang bentuk buahnya bulat, ada juga yang panjang lonjong. Rata-rata bijinya kecil, ada yang bulat, ada yang gepeng. Ada yang daging buahnya lunak, ada yang pulen, ada yang manis sekali, ada pula yang agak sepet dan pahit. Ada yang harum sekali, ada pula yang tak begitu harum namun enak sekali. Tangkai buahnya ada yang pendek, ada yang panjang. Warna buahnya ada yang putih, ada yang kekuningan. Ada yang durinya besar-besar, ada yang kecil-kecil…

Pokoknya komplit…plit…plit…

Sayangnya harganya pun mahal, jauh lebih mahal dibandingkan harga di pasaran pada umumnya, bahkan ada satu buah durian yang mencapai harga lebih dari seratus ribu rupiah. Dua hari belakangan ini, karena saya mampir di Limbangan, sempat juga menikmati berbagai macam jenis durian. Jujur saja, saya tidak banyak mengeluarkan uang, karena kebetulan teman-teman di Padepokan Speed-Solvewithit musim ini juga nyambi berjualan durian. Jujur lagi, dua hari ini saya kekenyangan makan buah durian(mmm) Jadi, maaf, untuk urusan durian ini saya tidak bisa berbagi… (tongue) Lagi-lagi, saya merasakan asyiknya leker eten zonder betalen

gambar diambil menggunakan Nokia 6500 (bukan hape andalan) dari depan Padepokan Speed-Solvewithit di Desa/Kec. Limbangan, Kab. Kendal (lihat banner)…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

55 thoughts on “ndurenan

    • tips biar enggak kapusan:
      kalau beli duren bawa rantang pak! minta penjualnya kasih jaminan bahwa durennya berkualitas, trus buka di tempat, tidak bagus uang kembali… pindahkan ke rantang… jadi pulang ke rumah tak perlu bawa kulit durian… (haha)

  1. di kalimantan juga lagi musim duren
    tak kira ndurenan adalah nama desa di kab ternggalek, dekat desa mertua saya
    salam duren

    • gambar diambil kemarin sore, dua hari ini saya di semarang-kendal pak! ngurus proyek yang di Mijen…
      ada tanah 3000m2 dikapling 66m2-an dibangun rumah tipe 29, barangkali berminat untuk inves, cuma 65 jutaan kok!

  2. Hmm… jadi pengen ke jalan Tuntang – beringin.. bnyk yg jualan duren… wuaaaahhhhhhhh mantaaaaapppppppppppppppppp…… *ngiler

    hihihihihi…

  3. di daerah Serpong dekat statsiun kereta Serpong juga banyak dan murah murah. katanya durennya datang dari Lampung ……Harga berkisar dari Rp5000 s/d Rp25000 per buah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *