nge-blog itu….

Asyik…. itu jelas…

Latihan menulis, itu pasti, karena isi blog kan tetep ada tulisannya juga. Kalau sudah kesenengan nulis jadinya lebih peka terhadap rangsang.

Kalau aku, rangsangan itu adalah rangsangan untuk menuangkan sesuatu dalam tulisan, rangsangan yang muncul ketika melihat kiri-kanan, keadaan sosial, berita-berita terbaru, pengalaman diri sendiri, rangsangan untuk belajar, juga rangsangan untuk mendapatkan teman baru, dan lain-lain. Banyaknya rangsangan itu membuat semakin bersemangat untuk semakin nge-blog. Hehehe…

Sebetulnya aku mulai kenal webblog pada akhir tahun 2002 ketika seorang kawan di Pattiro bernama Anwar Holid (panggilannya Wartax) yang dulunya sangat rajin mengirimi tulisan yang khas bertajuk “Halaman Ganjil” via email, memindahkan sebagian tulisannya ke dalam blog. Aku yang tadinya seolah-olah berlangganan halaman ganjil itu kehilangan beberapa sesi tulisan Wartax karena ada yang ditulis di blog dan tidak dikirim via email.
Begitulah akhirnya aku membaca blog-nya Wartax.
Waktu itu sama sekali tidak terbersit di pikiranku untuk ikut nge-blog. Maklum, waktu itu tinggal di desa dan akses internet relatif lambat dan mahal. Aku lebih banyak menulis dalam kertas-kertas yang akhirnya tidak terdokumentasi dengan baik. Blog juga relatif masih baru banget dan belum banyak orang yang nge-blog. Melihat sejarah blog, Wartax sebetulnya termasuk blogger tuwir dan jadul. First blog-nya pada 23 Oktober 2002. Namun sayang sekali, postingnya kurang istiqomah, akhirnya putus di pertengahan tahun 2005. Entah karena apa aku sama sekali tidak tahu. Email-email “halaman ganjil” yang ngangeni juga sirna. Lima tahun lebih sedikit semenjak Wartax jadi blogger, barulah aku menyusul jadi blogger. Sungguh suatu ketinggalan yang sangat panjang. Aku yang punya keanggotaan di friendster, multiply, dan banyak sekali media perkawanan, -hanya jadi anggota dan tidak nulis apa-apa- akhirnya memilih blogspot sebagai mediaku menulis, bercerita, dan menyapa teman di dunia maya.

Aku memilih blogspot karena memperoleh kebebasan dan kemudahan berekspresi. Sampai sekarang masih juga mempelajari dapur-nya blogspot, wordpress, dan semenjak awal Maret 2008 yang baru lalu, setelah kedatangan tamu dari Satudunia, aku juga berkenalan dengan CMS Joomla. Selalu saja, pada awal belajar, yang dikejar adalah tampilan. Dari yang ber-pernak-pernik penuh hiasan, sampai akhirnya ingin yang simpel dan cepat dibuka. Selalu saja ada masalah yang justru membuatku merasa tertantang untuk mencari solusinya. Setelah itu keinginanku adalah mengejar konten yang lebih bermutu. Sampai sekarang juga masih belum bisa istiqomah. Tidak apa-apa… Setidaknya setelah jadi blogger ada peningkatan ketrampilan dasar dalam olah kata, olah gambar, dan fotografi. Pokoke “maknyus” lah!…

Pernah juga sekali waktu mengalami kebosanan, kemalasan, tapi menurut kawanku di Solo yang bernama Imam, — dia seorang pemusik biola yang pernah jadi guru di Sekolah Alam Bandung–, “Ketika belajar terbentur pada puncak kemalasan, justru itulah saat yang tepat untuk mulai”…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *