
gambar dari http://ireens.web-log.nl
Dalam bahasa Indonesia, nikmat bisa berarti enak atau lezat (bila dikaitkan dengan urusan makanan dan minuman). Bisa juga berarti puas atau senang (bila dikaitkan dengan rasa). Kata nikmat juga bisa diartikan sebagai pemberian atau karunia dari Tuhan.
Kata nikmat bisa jadi berasal dari kosakata Bahasa Arab, namun dalam penterjemahan tidak mesti bersifat saklek (zakelijk). Contohnya dalam surat ke 55 Al Qur’an yaitu Surat Ar Rahman (Rahman = Pengasih atau Pemurah).
Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban yang artinya “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” disampaikan sebanyak 31 kali di dalam Surat tersebut. Tidak ada kata yang bersuara mirip kata nikmat, tapi dalam terjemahan adalah nikmat.
Ayat di atas bermakna sangat dalam dan universal, mulai dari hal yang kecil dan kelihatan sepele sampai kenikmatan yang luarbiasa seperti air dan udara di alam semesta ini. Sedemikian pemurahnya Tuhan sehingga mahluk-mahluk hidup untuk mendapatkan kebutuhannya akan air dan udara tidak perlu mengeluarkan biaya, kecuali air dan udara itu sudah dibudidaya oleh manusia.
Nikmat dan kenikmatan juga diperngaruhi oleh benda dan suasana. Contohnya, bila serombongan orang bertamu dan tuan rumah menyuguhkan seteko kopi istimewa beserta gelas-gelas dan cangkir beraneka macam. Dapat dipastikan para tamu akan memilih gelas atau cangkir yang bagus terlebih dahulu. Yang mengambil kopi belakangan tentunya akan mendapatkan gelas atau cangkir seadanya. Minuman Kopi yang sudah istimewa yang sebetulnya bisa dinikmati dengan seadanya gelas atau cangkir, dianggap lebih nikmat bila dinikmati dengan gelas atau cangkir yang bagus. Jadi aneh, karena pikiran orang terarah ke gelas atau cangkir bukan pada kopinya.
Walaupun kata nikmat bisa bermakna sangat luas, namun banyak hal juga bersifat individual. Sama seperti contoh gelas dan cangkir, barangkali ini terkait dengan selera dan selera dan selera. Yang ini contohnya juga sederhana saja; Umumnya bau kentut dianggap tidak enak, namun membaui kentut sendiri bisa terasa nikmat lho!
Sedulur suka yang nikmat-nikmat?
//Dilarang meletakkan blog ini di sembarang tempat karena di dalamnya terdapat Ayat-ayat Suci Al Qur’an.
Amankan pertamax….
baru saja menikmati mi gelas panas di hari yang panas ini….
Pertamaxxx kah????
Stuju tuh,,,,, Kentut = Nikmat…… tapi yang dikentutin????
Keduaxxx…..
Ntar pesen mbak yah…kopi mocca tanpa gula & airnya cukup 3/4 gelas…mantaff
sing keno pemakzulan endi bos?
sing keno kaumbiasa ndot com… hehe
hebad blogke uakeh tenan…..
mugo mugo pemazulane ndang bere s kang
sing dimakzulke kuwi blog-e Ciwir, dudu blog-ku… hehehe
baru tahu kalau blog-ke ciwir di suspend. kenapa kuwi? he2.
palingo lali rung diperpanjang…
Yang paling utama adalah kesiapan dan kesediaan untuk merasakan nikmat itu.
betul… contohnya: kalau istri saya sedang tidak mau saya beri kenikmatan, ya saya urung berkegiatan…
ternyata kalo hubungan suami istri itu perlu konfirmasi dulu ya , hehehe
haks… cah cilik melu-melu rembug tuwo…
hahahaha , ampuuuunn…
Mungkin kan kalau gelas nya bagus, nikmat nya jadi doble. Nikmat kopinya, nikmat liat gelasnya
Kalau di kafe tambah lagi nikmatnya, nikmat liat2 yang nganterin kopinya
habis itu tepok jidat waktu terima tagihannya… jadi ilang nikmatnya kalau secangkir kecil harganya belasan bahkan puluhan ribu…
Sudah lama saya tidak bisa menikmati kopi dengan NIKMAT. Mungkin nikmat berpengaruh juga dengan ketenangan jiwa kali ya?
*openSuse dah rilis, kok tumben enga “ribut” hehe… Menunggu postingan linux
sedang anteng pakai linux mint…
*jujurnya sih, nggak ada kompi buat njajal… semua dipakai internet for kids…*
kok samaan sama saya yah
jadi males experimen … saya juga masih setia sama si blankon 6 … ceritanya jadi warga negara peduli produk lokal hhehe
Nikmat yang sangat harus disyukuri adalah nikmat dimana kita masih bisa menghirup nafas dan membuka mata di pagi hari kang.. :)
Menjajal Komen…
membaui kentut sendiri tu tetep gak enak kok mas, yang enak tu ya le ngeluarke kentut, hehehe
Nikmat=enak=asik,
tetapi,
Mengapa yang enak enak… itu diharamkan…
Mengapa yang asik asik… itu yang dilarang…
piye jal…
ter la lu… :)
sekarang tak..tak..tak mau tak mau tak.. tak mau tak mau tak… ku tak mau tak…
ikut goyang inul nya (tak tambahi goyang lela)
Nikmatnya kehidupan
suka saya kalo makanan enak(nikmat)
oh…………nikmat dunia???? apakah juga bisa senikmat di akhirat nanti???????
Pingback: Padi Tanpa Biji | KECaKOT
paling nikmat kopi sambil rokok…
awaz ada ayat al-qur’an bagi copaser hangus tu blognya….he he he
Pingback: Air Untuk Kehidupan | KECaKOT
Pingback: Cah Sholeh - 22 Maret, Hari Air Sedunia
syukurin hal terkecil dari yang paling kecil……karena itu adalah nikmat
nikmat itu dari sang pencipta: )