Orang Miskin Tidak Boleh Sakit

Bagaimana bila orang kaya mengalami sakit? Tentunya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sesuai dengan yang mampu dibayarnya.

Ah, jangankan sudah mengalami sakit. Belum sakit pun seringkali orang kaya melakukan check-up bahkan general check-up untuk mengetahui kondisi tubuhnya barangkali ada gangguan dan bisa dicegah sedini mungkin.

Hal ini tentu saja berbeda halnya bila yang mengalami sakit adalah orang miskin. Biasanya, bila orang miskin sakit, pada awalnya mereka akan melakukan pengobatan sendiri. Bisa dengan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran seperti obat sakit kepala, obat flu, obat batuk, dan lain sebagainya. Bisa juga dengan jamu dan ramuan tradisional, atau obat-obatan alternatif lainnya.

Perilaku orang miskin sakit ini adalah salah satu hal yang menyuburkan bisnis obat-obatan bebas -lagi-lagi menambah kesempatan bagi  orang kaya untuk menangguk keuntungan-.

Beruntung pemerintah Indonesia mempunyai banyak program yang ditujukan kepada rakyat miskin. Di bidang kesehatan sendiri ada JAMKESMAS -Jaminan Kesehatan Masyarakat-. Hebat ya pemerintah Indonesia???

Nah… Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis sedikit uneg-uneg tentang Jamkesmas yang menjadi pembicaraan hangat di rapat rutin RT tempat tinggal saya. Singkatnya,  uneg-uneg di rapat RT itu karena ada warga yang seharusnya berhak menerima Jamkesmas, namun ternyata tidak masuk dalam data penerima Jamkesmas di kantor desa. Padahal, pak RT sudah mengusulkan dan berulang kali menanyakan kepada perangkat desa.

Tak dinyana, tulisan saya itu, selain mendapatkan masukan mengenai prosedur pengusulan Jamkesmas, juga menuai keluhan dari pihak yang tidak tidak mendapatkan Jamkesmas. Tentu saja mereka mengeluh karena seharusnya mendapatkan Jamkesmas. Di dalam aturannya, seharusnya yang tidak mendapatkan Jamkesmas masih bisa mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Jamkesda -Jaminan Kesehatan Daerah-. Mereka pun mungkin tidak bisa mengakses layanan tersebut.

Berikuti ini beberapa di antara komentar bernada miring dan keluhan-keluhan di tulisan saya tentang Jamkesmas:

Estiko: Di tempat pacar saya malah katanya sudah tidak ada lagi pak. Padahal di TV iklannya masih sering nongol. Bahkan seharusnya program seperti ini digalakkan.

Febry Riyanto: bnyk nyta ny klw krtu trsbt yg mmliki org yg mmpu pdhal krtu tsrbt dpruntngkan bgi warga yg krng mmpu..

Iwan Sulistyo: Birokrasi yang sulit dan semakin dipersulit, dari puncak pimpinan sampai pimpinan yang paling bawah. berkelok-kelok rumit seperti lasbirin, yang menyesatkan. Kl begitu terus kapan hidup menjadi lebih mudah, saling membantu untuk mempermudah urusan. Apalagi urusannya orang sakit yang lapar. Wah jadi bingung ……

Rangga Aditya: Hehehe… Kurang tauh tuh… Kayak gitu kayaknya biasa ya mas di indonesia. Orang tetangga saya aja yang mentereng rumahnya dapat kompor gas gratis! Kok di komplek sebelah (komplek btn rumah kecil) yg seharusnya dapet (karena rata2 masih pake kompor minyak) gak dapet. Menejemennya kacrut! Alias kacau dan kusut.

Sepur Kluthux: memang serba susah ya jadi orang miskin, hanya dapat janji – janji saja. semoga yang belum dapet kartu JAMKESMAS tidak sakit.

Edy Sharma: Iya bung…saya juga mau ngurus jamkesmas punya keluarga saya…yang terjadi di wonosobo kota saya malah sang pendata sak penake wudele dewe…orang yang ngga CS sama dia walaupun kurang ammpu tidak di data…tapi yang CS sama dia walaupun kaya juga tetep dapet..ngga adil..saya sieh rencana mau ngajukan ke kelurahan…krn saya pikir Jamkesmas adalah hak bagi warga desa yang memang membutuhkan..nah permasalahanya skr..patokan warga yang mampu atau tidak mampu tuh seperti apa? apa mungkin seorang penjual ayam tidak di perbolehkan mendapat jamkesmas? saya akan menuntut hak sampai kemanapun…ada usulan sebaiknya saya memulai dari mana dan prosedur yang benar seperti apa? buat bahan saya mengajukan ke Kades…?

Liana: pa,sebenernya prosedur mendapatkan jamkesmas sdh pernah kerabat saya ikuti,tapi mengapa kok tidak bisa mendapatkan fasilitas jamkesmas tersebut sampai telah mengeluarkan persyaratan administrasi juga sdh dilakukan.Sebenarnya bagaimana langkah kami selanjutnya untuk mendapatkan jamkesmas untuk kerabat saya yg menderita penyakit tumor dan harus segera dioperasi,tapi kesulitan biaya,terimakasih.

Dutchonk: jamkesmas yang sebenarnya untuk rakyat yg kurang mampu kadang dislah gunakan bahkan banyak yg jadi anggota jamkesmas dari orang2 yg mampu..yg lebih ngeri ada pasien jamkesmas yang rumahnya besar setelah diselidiki ternyata dia kluarga penguasa dikabupaten itu.gimana ky gitu???
uang jamkesmas yang harusnya untuk penyelenggaraan kesehatan bagi orang2 g mampu harus disetor ke pemda dan dijadikan PAD sebesar 50% trus gimana itu???apa sanksi yg harus diberikan bagi kabupaten yang menjadikan dana jamkesmas sebagai PAD???
lihat aja dislah satu kabupaten di kalteng pasti anda2 kaget dengan kebijakan ini…

Hadi Susanto: aku ada seorang kepala rumah tangga dg 1orang anak. 6bln yang lalu istriku sakit ginjal. org sakit ginjal identik dg biaya yang tinggi sekali bagi keluargaku. rata rata 6-8jt per satu bulan. aku sdh minta sama rt/lurah agar istriku dapat jamkesmas. sdh 3bln aku urus belum ada kabar berita. sementara harta kami sisa rumah yang blm tergadai. pantaskah keluarga kami dapat jamkesmas.

Sumadi: memang susah cari jamkesmas, kemarin saya ke kantor lurah Desa Gunting minta surat keterangan miskin trus saya bawa ke kecamatan, lalu saya minta surat keterangan ke puskesmas Wonosari 2, kata Kepala Puskesmasnya, kalau gak ada yg sakit gak berani mengeluarkan surat tersebut. Apa memang benarseperti itu ?? Jadi sampai hampai sekarang semua anggota keluarga saya tdk punya jamkesmas. Jangankan untuk berobat ke rumah sakit, untuk makan saja sulit. Dulu pernah ada kuota jamkesmas untuk wilayah RT saya( RT 8 ), tp yang dapat justru mereka2 yg secara ekonomi lebih baik dari saya. Kata Perangkat desa saya, ” saya gak tau masalah itu, yang lebih tau Pak ketua RT “. Tolong pak NARNO, kalau pingin jadi bupati lagi tolong pikirkan kami2 rakyat jelata yg setiap hari sll bergumul dengan kesulitan & sesusahan !!!!!

Menyimak beberapa cerita yang ujung-ujungnya senada yaitu kesulitan pengurusan dan distribusi yang tidak tepat, kesimpulan saya pesimis dan sederhana saja; Orang Miskin Tidak Boleh Sakit… Kalaupun terpaksa sakit, bersiap-siaplah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang kurang layak.

Barangkali sedulur ada saran yang bisa membantu???

Catatan Andy MSE:

  1. Gambar dari ResistBook.
  2. Posting lawas tertanggal 13 Oktober 2009 tentang Jamkesmas masih mendapatkan komentar hingga 13 Mei 2010 yang baru lalu.
  3. Bilamana sedulur ingin membantu di antara komentator di atas dan tidak menjumpai tautan yang bisa digunakan, saya akan memberikan alamat email yang tercatat di daftar komentar agar sedulur bisa berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan. Terimakasih!…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

44 thoughts on “Orang Miskin Tidak Boleh Sakit

  1. wong mlarat kudu sehat, mergo berobat wis ora kuat,
    yen nekat .. entuk-entukke ora dirawat malah kon minggat.
    mesakke wong mlarat yen loro koyo nunggu sekarat.
    .-= sedulur xitalho menampilkan tulisan… Stare At The Star =-.

  2. “Program pemerintah tsb bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya, kan?”, berarti targetnya harus rakyat yang benar” kurang mampu (miskin). untuk menyiasatinya dari awal harusnya ‘pemerintah’ sudah memiliki data mengenai masyarakat yg kurang mampu. bisa berdasarkan dari status pekerjaan dan kewajiban pajak mereka. ingat semakin banyak kewajiban pajak yng mereka miliki berarti termasuk orang kaya. truss masalah pelayanan yang berbelit-belit memang perlu ditindaklanjuti, jangan mentang” ‘gratisan’ jadi di persulit. ingat ini masalah nyawa rakyat. peace.. (ninja)

  3. Kelebihan orang miskin adalah di berikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi dan menikmati rasa sakit, yang terkadang tak di rasa. Justru yang sering merasa sakit adalah mereka yang tak lagi punya perasaan. kalau istilah sekarang lebay katanya..!
    halah..! (doh)

  4. Nek di tempatku gak ono jamkesmas sekalipun nek sakit nang puskesmas langsung ditandangi (untung dokter2e apikan), trus nek dapat rujukan langsung bareng-bareng wong sak kampung ngrewangi pembiayaane. Untung lah wong2 desa ki sih guyub…
    .-= sedulur nahdhi menampilkan tulisan… Langkah Kedua Pembangkitan Omah Miring =-.

  5. jadi inget buku “orang miskin dilarang sekolah” …. mungkin nanti akan ada buku orang miskin dilarang idup, hehehe … *komen jadul-ku muncul nich*

  6. Alhamdullilah di bekasi ada Dr. Jhonny! dokter praktek non puskesmas yang murah meriah! hehehe … semoga di setiap daerah ada dokter handal dan murah. jangan dokter puskesmas yang asal-asalan

  7. ayah saya terkena penyakit langka namanya GBS (Guillain Barre Syndrome)

    Guillain Barre Syndrome adalah penyakit langka dan parah. It occurs after an acute infectious procedure. Hal ini terjadi setelah prosedur infeksi akut. Guillain Barre Syndrome initially affects the peripheral nervous system. Guillain Barre Syndrome awalnya mempengaruhi sistem saraf perifer. Normally it is acute form of paralysis in lower body area that moves towards upper limb and face. Biasanya itu adalah bentuk akut kelumpuhan di daerah tubuh yang lebih rendah yang bergerak ke arah ekstremitas atas dan wajah. Gradually patient loses all his reflexes and goes through a complete body paralysis. Berangsur-angsur pasien kehilangan semua refleks dan berjalan melalui kelumpuhan badan lengkap. Guillain Barre Syndrome adalah gangguan mengancam kehidupan dan kebutuhan pengobatan tepat waktu dan perawatan suportif dengan imunoglobulin intravena atau plasmapheresis.

    untuk itu saya mohon bantuan
    bagaimana caranya untuk mendaftar jamkesmas
    agar kami bisa mendapat biaya yang lebih murah
    terimakasih

  8. masalah kemiskinan memang masalah yang unik dan ruwet.
    saat banyak bantuan banyak yng ngaku miskin, tapi saat ada pameran laptop banyak yang pada memborong juga. memang ruwet juga.. hhmmm
    .-= sedulur ciwir menampilkan tulisan… Gloobus Preview di Ubuntu =-.

    • (LOL) ada yang bilang kalau laptop is the new handphone *saya yang bilang (ninja)* jadi mau lagi kere yang penting gaya kali yah (lmao) padahal cuman dipakai untuk chatting sama FB-an (doh)

  9. kasihan rakyat miskin. Kapan bantuan bisa tersalurkan dengan sesuai karena banyak sekali bantuan yang ternyata tidak sesuai sasaran contohnya BTL yang dapat jatah ini ternyata ada yang punya mobil, yang gak punya kendaraan tidak dapat. Btw BTL masih gak ya?

  10. tambah lagi mas..orang miskin juga tidak boleh merokok..soalnya survey dilapangan menunjukan BLTnya 100ribu sebulan tapi konsumsi rokonya 120rebu..walah nombok malah…dan suatu hari saya sempet sepet juga kedatangan tamu penting VVIP ternyata anak pengusaha rokok terkenal di Indo..gayanya sengak banget, ampe2 saya pindah merek rokok gara2 kejadian itu…pdahal gara2 orang kayak saya ini dia ampe engkongnya bisa kaya raya..haaa
    .-= sedulur boyin menampilkan tulisan… Komunis = Murah untuk Rakyat =-.

  11. Semoga kita (saya maksudnya) sakitnya jangan yg aneh2, kalau orang kaya sakit ke Rumah Sakit suster sama dokternya senyum2 nyambutnya (idiot) Kalau kita sakit ya nunggu saat nya (doh) .-= sedulur Iwan Sulistyo menampilkan tulisan… Cat Prints =-.

  12. Orang miskin dilarang sakit. Sekarang jargon itu seperti momok bagi orang-orang miskin yang sering sakit-sakitan. Bahkan bisa menjadi hal yang paling menyakitkan, karena biaya perawatan untuk Rumah Sakit saja sudah sangat mahal. Jamkesmas yang katanya Asuransi kesehatan orang-orang miskin, selalu dipersulit pada saat pengajuannya. Ujung-ujungnya, duit bicara, pembuatan Jamkesmas bisa lancar. Padahal, sebagian besar warga Indonesia berada tepat di garis kemiskinan. Sebagian kecil berada diatas garis kemiskinan, dan sisanya berada dibawah garis kemiskinan.
    .-= sedulur Estiko menampilkan tulisan… Masih inginkah anda menjadi pemburu =-.

  13. sebagai warga negara yang baik, alangkah lebih baiknya jika tidak mencerca atau terkesan menjelek2kan program pemerintah yang pro rakyat seperti ini. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya.. namun, memang tidak bisa dihindari, terdapat oknum2 tertentu yang memanfaatkan program ini demi kepentingan pribadi. oleh sebab itu, kita sebagai warga negara yag baik, alangkah lebih baik jikalau kita juga melakukan kontrol terhadap pelaksanaan program ini dan melaporkan kepada pihka/instansi terkait jika terdapat penyelewengan..

    • silahkan baca kembali dengan seksama! juga keterkaitan dengan tulisan sebelumnya…
      barangkali saya memang bukan warga negara yang baik, tapi setidaknya saya dan komentator di blog ini masih bisa bersikap kritis… :-p

      • Saya tidak menjudge anda dan komentar yang lain bahwa kalian bukan warga negara yang baik.. Saya juga memberi apresiasi terhadap sikap kritis dari para pembaca.

        Namun perlu diketahui, alangkah lebih baik jika sikap kritis kita juga disertai dengan sikap solutif. artinya kita mampu memberikan suatu konsep solutif untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Kita juga perlu menunjukkan intelektualitas kita, bahwasanya kita semua tidak hanya bisa mengkritisi tapi juga mampu memberikan solusi. Walaupun sikap kritis merupakan hak setiap orang dan saya bisa memahami itu. Sehingga kita juga bisa memberikan wacana baru kepada masyarakat dan melatih kita untuk tidak mudah terpengaruh isu.

        Jika ditanya solusi, solusi dari saya adalah sebaiknya pemerintah meningkatkan anggaran di bidang kesehatan dalam APBN/APBD menjadi 5% (sekarang hanya berkisar 2-3%). Ada satu berita menarik yang saya baca di koran lokal hari ini. Bahwa ada salah satu RS yang menerapkan jamkesmas bagi rakyat miskin, namun anggaran untuk jamkesmas tersebut sudah habis, karena tidak sebanding dengan jumlah pasien jamkesmas yang berobat ke RS tersebut. Alhasil, pasien miskin ‘terpaksa’ membayar (walaupun tidak membayar 100% dari total biaya perawatan) untuk menjaga ‘kelangsungan hidup’ operasional RS tersebut.

        Ini saya kasih link yang saya rasa perlu dibaca:
        targetmdgs.org/index.php?option=com_content&task=view&id=65&Itemid=1

  14. ini dalangnya kapitalis bung,,, mau murah dan berkah ya pake sistem islam aje… mpe dlu ada crita orang yg pura2 sakit. begini ceritanya.. rumah sakit megah jaman khilafah kedatangan orang pengangguran yg pura2 sakit, dokternya tau klo doi pura2 sakit, yowess dokternya jg pura2 ngobatin,, tiga hari berlalu.. dokternya ngirim surat bwt ngasih tahu waktu berkunjung anda habis dan sejumlah uang untuk transport doi pulang kampung dan cari kerja… uenakk buanget kan… mak nyoss tenan..

  15. Pemerintah kita mikirin golongannya doang……….
    coba klik dibawah ini ya….

    mohon ijin tuk jadi pembahasan …..

    facebook.com/group.php?gid=334100498777#!/board.php?uid=334100498777

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>