Orkes Irama Senja

Para sedulur ada yang pernah mendengar nama Orkes Irama Senja, Stasiun Balapan Solo??? Kalau sudah silahkan langsung menuju ke kotak komentar… Bila belum, simak dulu cerita asyik ini.

Bila sedulur suka naik kereta api, dan kebetulan naik atau turun di Stasiun Balapan Solo pas di hari Sabtu dan Minggu sore sampai malam, dapat dipastikan akan mendengar alunan lagu-lagu keroncong, campursari, langgam, congrock, congdut, bahkan sedikit nge-jazz, kadang-kadang juga nge-pop. Alunan nada nan menghibur itu bukan dari main ulang rekaman sebuah kaset atau sekeping compact disk, melainkan dimainkan secara live.

Bertempat di dekat pintu keluar sebelah timur Stasiun Balapan Solo, beberapa pemain musik, penyanyi pria dan wanita, selalu setia menghibur para penumpang, calon penumpang, pengantar penumpang, pokoknya siapa saja yang kebetulan sedang berada di Stasiun Balapan Solo. Mereka bermain musik dengan sangat asyik, apik, pun profesional walau tidak berharap banyak dari sekedar partisipasi lewat sebuah kotak di depan pagelaran. Meskipun begitu, apresiasi dan partisipasi sekecil apapun akan ditanggapi dengan ramah dan santun. Bahkan seringkali ditawarkan pula pada siapa saja untuk ikut bergabung bernyanyi bersama Orkes Irama Senja (saya juga sering ditawari untuk gabung menyanyi, namun saya tidak pede)…

Tadinya saya mengira Orkes Irama Senja itu sudah digelar sejak lama. Semenjak kepindahan saya ke Kota Solo tiga tahun yang lalu, dan saya pun sering bolak-balik Solo-Jakarta dengan berkereta-api, sudah saya temui Orkes Irama Senja tampil di setiap Sabtu dan Minggu. Ternyata, Orkes Irama Senja pada saat itu juga sedang mengawali penampilannya di Stasiun Balapan Solo. November 2008 yang akan datang adalah Ulang Tahun Ke 3, pagelaran Orkes Irama Senja, Stasiun Balapan Solo.

Karena keramah-tamahan personil Orkes Irama Senja, saya jadi cukup akrab dengan pak Yossi, komandan lapangan Orkes Irama Senja. Menurut pak Yossi, -pria eksentrik berambut gondrong kelabu menjelang memutih yang sekarang disemir coklat cerah kemerahan-, sebetulnya yang mandhegani Orkes Irama Senja adalah pak Darsono. Pun keberadaan Orkes Irama Senja untuk menggelar kegiatannya di Stasiun Balapan mendapat dukungan penuh dari Kepala Stasiun Balapan, juga semua karyawan perkereta-apian. Keteguhan untuk terus memberikan hiburan kepada para penumpang, calon penumpang, pengantar penumpang, dan siapa saja yang berada di Stasiun Balapan Solo, dengan pamrih yang minimal, tentunya patut diacungi empat jempol.

Saya benar-benar kagum, Solo sebagai Kota Budaya yang berseri-seri, sudah terbukti… Salah satunya berkat Orkes Irama Senja.

Sayang sekali, hape andalan kali ini tidak bisa diandalkan untuk memotret malam hari… Untuk soal ini, saya benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya pada sedulur sekalian…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Facebook Post to Google Buzz Send Gmail

Related Posts

51 thoughts on “Orkes Irama Senja

  1. wah, unik juga sebuah orkes tampil di stasiun KA. bisa ditiru sama kota lain dg seni budayanya masing2, apalagi yg ramai turis mancanegaranya spt bali, yogya. bedanya tampilnya di bandara yg jadi gerbang masuk pertama para turis itu

    silahkan klik bila tertarik tulisan nita-BLOGGERNITA yang berjudul..PANTUN POLITIK ABAL-ABAL

       0 likes

  2. Wa…h asyik jg ya.ya itu bisa buat rasa nyaman para pengunjung stasiun.terutama bagi seseorang yg sdang menunggu belahan hatinya datang he,he..:), skalian request lagu yg romantis :)

       0 likes

  3. Info yang sangat bagus, bisa dicontoh untuk kota lainnya. Dan bisa diterapkan juga untuk menyambut tamu di bandara.

    silahkan klik bila tertarik tulisan Erik yang berjudul..KAKI SANG JUARA

       0 likes

  4. Tanggung Jawab lo Beh…kalau ada yang belum pernah liat seperti saya, harus diajak kapan-2 untuk membuktikan nonton . jadi nggak penasaran

       0 likes

  5. Two thumbs up juga buat kepala stasiun balapan dan karyawan-karyawannya yang ikut mendukung orkes irama senja ini…Hidup stasiun balapan !!! :)

       0 likes

  6. hebat,.. sepertinya mereka bermusic bukan karena uang semata ya?…. buktinya bisa bertahan sampe sekarang tanpa berusaha jadi “famous”….

    silahkan klik bila tertarik tulisan connector yang berjudul..REVIEW GRATIS DARI KLIEN

       0 likes

  7. coba pas saya ada disana. pasti bisa duduk bareng sama Kang Andi sambil ngegoyang2 kaki deh…hehee

       0 likes

  8. wah…pak, masih inget gak jadwal yang keroncongan?
    berhubung tak pernah naik kereta api (hehe, ‘sepok’ –kampungan, melayu– banget yah)
    boleh lah, di agendakan untuk menikmati perjlanan ke solo yang katanya ga sampe’ sejam itu…dan disuguhi alunan keroncong…hm, bile mase ye? (kapan yahh?)

    silahkan klik bila tertarik tulisan hesra yang berjudul..Terselip Rindu

       0 likes

  9. saya kok belom pernah liat ya mas,
    maklum jarang nyepur sih…

    solo is the best

    silahkan klik bila tertarik tulisan grubik yang berjudul..halah…!

       0 likes

  10. baru tiga tahun ya… pantesan dulu waktu masih sering pulang ke Solo, orkes tersebut belum ada. sekarang jarang ke Solo udah diganduli anak istri.
    Solo memang kota budaya, jadi tambah pengen pulang ke Solo.

    silahkan klik bila tertarik tulisan endar yang berjudul..Saya bingung : Pius Lustrilanang & Gerindra

       0 likes

  11. wah asik.. kalau di bandung ada kayak gini kayaknya mantep mas..

    ngomong2 photo profilnya ampir mirip bang iwan mas ..hehehhe

       0 likes

  12. jujur saja, baru tahu info ini dari mas andy. jarang ke solo sih soalnya. group2 musik seperti agaknya juga sering pentas “jalanan” di warung2 makan. lumayan juga sih sambil nyrutup es bisa menikmati campur sari, apalagi yang serba klasik.

    silahkan klik bila tertarik tulisan sawali tuhusetya yang berjudul..Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2)

       0 likes

  13. halo mas andy, saya personil duo kribo, bukan personil band trencem…maklum Ernut itu termasuk stock orang jadoel, yang dia tau cuma band trencem, sebuah grup band lokal solo yang terkenil pada era 70 an, salah satu personilnya adalah Setyawan Jodhy yang sekarang tajir itu….

    coba tanyaken pada ernut, dia pasti gak kenal ungu,peterpan,d’masive…dia taunya RhomaIrama hujan duiit…qiqiqi….
    (mak brebet mlayu dioyak Ernut…malah gabrusan sama RhomaIrama…mak pruss…!)

    silahkan klik bila tertarik tulisan ayik yang berjudul..Tanda yang bisa kita rasakan dikala manuasia menjelang ajalnya…..

       0 likes

  14. belum pernah melihat mereka aku mas, tapi hebat ya kalau dr foto aku suka seragam batik birunya itu

    silahkan klik bila tertarik tulisan Elys Welt yang berjudul..Sombong Lu Ran !

       0 likes

  15. Yup, solo emang kota budaya :)

    seragam merka selalu pakai batik ya pak ?

       0 likes

  16. weits… keren euy, pake seragam batik pulak…
    buat yang lagi melepas kepergian kekasih jiwa bisa mangkin romantis dan termehek2 dunk kerna kepergiannya diiringi lagu2 dari orkes irama senja. hehehe

    silahkan klik bila tertarik tulisan Caroline yang berjudul..Tuhan dan Sarung Tangan

       0 likes

  17. ya bener saja, orkes ini baru 3 tahun. jadi aku belum pernah melihatnya. lha wong akku sejak 4 tahun lalu sudah tidak di solo. kadang2 aja pulang kampung….

    silahkan klik bila tertarik tulisan ciwir yang berjudul..City Walk bukan Kawasan Pejalan Kaki

       0 likes

  18. Kebiasaane Mas Andy nek komentare wis akeh langsung lawange ditutup. Mulo sedurunge kekancing, aku meh nulis2 asal nulis, ben aku masuk jadi top komentator…
    Wis Mas, lawange tutupen…

    silahkan klik bila tertarik tulisan marsudiyanto yang berjudul..Berbahasa Satu = Berbahasa Tunggal

       0 likes

  19. hiks…. lagi2 dikirain laki…
    hehe, saya perempuan mas….

    benar yah…kapan2 tak mabur ke solo loh…jangan lupa serabi nya….

    salam.

    silahkan klik bila tertarik tulisan hesra yang berjudul..Bayar Peradaban dengan Adab!

       0 likes

  20. dq terakhir ke solo waktu ada acara APEKSI…dq sempet mampir di pasar kliti’an kertasuran (ngeburu assesories onthel) …he..he, trus mlm2 dq makan/jajan di mana itu yah…lp dq mas, poko’e dia klo g salah disamping sebuah mall, terus deket sm tugu.. (lg2 lupa mas, maaf yah?). Nah pd saat jajan itu mmg ada skelompok “pengamen senior”, penampilannya lumayan, bisa request lagi…apa itu orke irama senja mas?

    silahkan klik bila tertarik tulisan Nyante Aza Lae yang berjudul..Kampanye Online, Mengapa Tidak?

       0 likes

  21. pernah dengar ceritanya, kalau-kalau ada rekamannya berupa kaset atau cd, saya mau deh.

       0 likes

  22. TRIMAKASI ATAS KRITIK DAN SARAN DARI KAWAN SEMUA,TETAP SEMANGAT DALAM MEMPERJUANGKAN BUDAYA,SENI DAN HAK BANGSA INDONESIA.”””

       0 likes

    • @DEDEN SENJA., Jelang Ulang Tahun ke 4, saya akan ke sana lagi pak Deden!!!….
      Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini! (worship)

         0 likes

    • @DEDEN SENJA., BERKARYALAH TERUS.
      ORKES dan DANGDUT HARUS TETAP EKSIS.
      I Love Dandut (joged)

         0 likes

      • @MQ Hidayat, core-nya keconcong, mas Dayat!!!.. tapi sering juga nge-jazz, nge-rock, juga nge-dangdut… pokoke asyik lah!… (music) *I like dangdut too*

           0 likes

  23. Baru dengar ini saya…, salut dan angkat topi setinggi-tinggi untuk grup “Orkes Irama Senja” atas dedikasinya kepada Seni Budaya..
    .-= sedulur xitalho menampilkan tulisan..Dressed For Success =-.

       0 likes