Pak Ustadz dan Kelinci

Di Limbangan, Kendal, ada seorang ustadz yang bernama Turhamun. Usianya masih muda, baru sekitar 40 tahun. Selain mengajar di sebuah MTs (Madrasah Tsanawiyah),  pak ustadz juga mengasuh beberapa santri yang mondok di rumahnya.

Pak ustadz satu ini tergolong manusia kreatif dan cerdas. Selain pintar mengaji dan banyak menguasai ilmu agama (jelas dong! namanya juga ustadz), sudah sejak lama, pak ustadz dikenal sebagai ahli elektronik. Namun akhir-akhir ini pak ustadz punya mainan baru yaitu kelinci.

Di depan rumah, juga di bagian belakang rumahnya, terdapat kandang kelinci. Keseluruhan ada sekitar 30 kandang yang berisi kelinci baik besar maupun kecil. Untuk kelinci-kelinci dewasa, kandang hanya berisi satu kelinci, sedangkan untuk kelinci anakan dan remaja bisa berisi lebih dari satu ekor kelinci. Ada juga kandang yang berisi induk kelinci yang masih mengasuh beberapa anaknya. Untuk kelinci-kelinci yang memang berukuran kecil, ada juga yang dipelihara bersama-sama dalam satu kandang. Oh ya, tidak hanya kelinci… Marmut juga ada di sini…

Jenis-jenis kelinci yang dipelihara pak ustadz Turhamun tidak hanya kelinci lokal yang biasanya dipelihara untuk tujuan dikonsumsi dagingnya. Ada juga kelinci ras baik dari dalam maupun dari luar negeri, bahkan ada juga kelinci hasil persilangan antar ras. Kelinci-kelinci jenis ini biasanya diperlihara sebagai kelinci hias, walaupun bila sudah cukup tua akhirnya disembelih juga untuk dikonsumsi dagingnya.

Di kandang peliharaan pak ustadz Turhamin ada kelinci Australi, kelinci Trembalung, kelinci Lyon, kelinci Angora, kelinci Spot (English Spot), kelinci Rex, kelinci Havana, dan lain sebagainya.

Saat berkunjung ke rumah pak ustadz Turhamun, sempat juga saya belajar dan mencuri ilmu tata laksana perkelincian dari pak ustadz. Lain kali akan saya tulis juga di blog ini. Jujur saja, kelinci-kelinci itu membuat saya sangat tertarik. Dari (hanya) 30an kandang kelinci yang dimiliki pak ustadz, tidak kurang dari Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah) dana segar mengalir ke kantong pak ustadz. Jumlah itu bisa lebih banyak lagi bilamana ada anakan unggul di antara anak-anak kelinci yang diternakkan pak ustadz. Padahal, memelihara kelinci-kelinci di 30 kandang pak ustadz hanyalah merupakan sambilan saja.

Bilamana sedulur berkeinginan untuk beternak kelinci, atau memelihara satu dua ekor kelinci, bisa juga memesan anakan atau indukan kepada pak ustadz Turhamun. Silahkan berkunjung ke Dukuh Tercel, Desa Limbangan, Kab. Kendal, Jawa Tengah. Tapi telpon dulu ke 081 228 113 217 ya!

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

32 thoughts on “Pak Ustadz dan Kelinci

    • bukan….
      500 rebu itu itu keuntungan bersih dari hasil penjualan kelinci per bulan…
      harga kelincinya sih yang indukan sekitar 250-sejuta rupiah, yang anakan muali 20rebu sampe 100ribuan…
      memang bener2 sambilan, karena bisa dikerjakan pak ustadz di sela-sela kegiatannya…

  1. Pk ustadz memang harus memberi contoh dalam banyak hal, kreatifitas dan usaha juga..
    Semoga semakin berkembang usaha ternaknya pak Mun… (worship)

    @bose Kecakot : Kelinci sing jenis truwelu ada gak om…??? :D .-= sedulur xitalho menampilkan tulisan..Vicious Circle =-.

  2. wah .. sepertinya bisnis yang menarik :) apalagi kalau sudah maju … pasti lebih dari 500 ribu kali yah mas (LOL) … (pray) semoga kelinci lucu itu enggak di sate (lmao) … kasihan …

    *btw foto pak ustadz-nya seperti di foto sama juru foto profesional :-) padahal cuman pake hape kan mas? (thinking) *
    .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..Beng-Beng hari ini … =-.

  3. Pak Turhamun bisa nyanyi Kelinci Ucul opo ora Mas…
    Kuwi lagu terkenal gubahane Mbah Ranto

  4. Saya kalau miara kelinci nggak cocok. Kelinci biasanya mati. Kalau marmut baru pada hidup. Itu pun diumbar di tanah, bukan dikandangin.

  5. Aku miara kelinci malah jadi susah
    Bini ngomel yang bau’ lah , bikin pusing kepala-lah
    Beli melulu nggak pernah jual
    Lama-lama bisa di ultimatum
    milih bini atau kelinci?
    pusing!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *