Pakis Haji alias Cycas

Dulu, sewaktu saya masih kecil, sering melihat Pakis Haji di desa saya. Tumbuh liar terutama di lereng-lereng terjal, banyak juga terdapat di pekuburan. Ketika beranjak remaja dan pindah ke kota, saya sering melihat banyak pakis haji di taman-taman rumah orang kaya. Seorang tetanggaku pernah marah ketika saya bertanya soal “pakis-haji”-nya.

Ini bukan pakis haji… Ini CYCAS, (angry) kata orang kaya tetanggaku itu sambil mendelik… (doh) blaik… blaik… ketemu wong pekok. Sik…sik…sik… Lihat referensinya dulu!…

Pakis haji atau populer juga dengan nama sikas adalah sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam marga pakishaji atau Cycas dan juga merupakan satu-satunya genus dalam suku pakishaji-pakishajian (Cycadaceae). Masyarakat awam di Indonesia mengenal pakis haji dari beberapa spesies yang biasa ditanam di taman-taman menyerupai palem, yaitu C. rumphii, C. javana, serta C. revoluta (sikas jepang).

Pakis haji berhabitus mirip palem, namun sebenarnya sangat jauh kekerabatannya. Kemiripan ini berasal dari susunan anak daunnya yang tersusun berpasangan. Semua pakis haji berumah dua (dioecious) sehingga terdapat tumbuhan jantan dan betina. Serbuk sari dihasilkan oleh tumbuhan jantan dari runjung besar yang tumbuh dari ujung batang. Alat betina mirip daun dengan biji-biji tumbuh dari samping. Alat betina tumbuh dari sela-sela ketiak daun.

Akar beberapa jenis pakis haji dapat diinfeksi oleh sejenis Cyanobacteria, Anabaena cycadeae, yang pada gilirannya menguntungkan kedua pihak (simbiosis mutualistis). Akar yang terinfeksi akan membentuk semacam bintil-bintil yang berisi jasad renik tersebut.

Beberapa pakis haji yang besar dapat dimakan bagian teras batangnya, karena mengandung pati dalam jumlah yang lumayan.

sumber: wikipedia

Tahun-tahun sesudah itu, -jauh sebelum banyak terjadi tanaman hias (musiman) meledak harganya-, saya menyukai cycas. Bahkan sempat selama beberapa waktu memelihara bonsai cycas. Uniknya, bonsai cysas sulit diatur bentuknya, berbeda dengan bonsai pohon-pohon berkambium. Bonsai cycas hanya perlu pemeliharaan agar cycas tetap kerdil. Bentuknya dibiarkan apa adanya. Begitupun, harganya sudah lumayan. Selain unik bentuknya, bunga jantannya pun indah sekali. Terakhir, saya menjumpai bunga yang bagus itu di Kawasan Wisata Goa Seplawan, Kaligesing, Purworejo. Tentu saja bukan bunga dari bonsai cycas, melainkan tumbuh di alam sewajarnya.

bunga pakis haji -jantan-

Oh ya…

Saya juga pernah menjumpai di dataran tinggi di sekitar Gunung Slamet, -Pemalang-Brebes-Purbalingga- Jawa Tengah, orang mengambil pucuk pakis haji untuk disayur. (mmm) Rasanya enak… Tidak hanya pakis haji, beberapa pucuk pakis-pakisan lain, ternyata juga dikonsumsi sebagai sayuran.

Ada yang pernah mencoba???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

30 thoughts on “Pakis Haji alias Cycas

  1. jangan jangan setelah ditulis disini jadi booming nih
    terus tanaman pakis haji kayak tanaman yang dijual dengan harga mahal

  2. Saya punya tanaman cycas, tingginya kurang lebih 150 cm. Yang uniknya lagi, cycas ini mempunyai cabang yang banyak, tidak sama seperti tanaman cycas yang lain yang tumbuh lurus tampa cabang… saya mau menjualnya, silakan lihat di blog saya oskamarketing-bukittinggi.blogspot.com
    harga 39 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *