Parkinson

seusai tahajud ku merenung lagi
siapa dimana diri hina ini
lama ku tertidur dalam duniaku
nanarku memandang alam sekelilingku

beribu mujahid berguguran sudah
beribu pun tampak semakin merentah
namun kebatilan tak kunjung sirna
bahkan semakin menyesatkan dunia

kini tiba saat ‘tuk bangkitkan diri
hidup dan matiku untukmu berjihad
dalam Islam kutemukan diri
hidup di jalan-Nya atau mati syahid.

(renungan kader, oleh Ahmad Aris Muryasani)


Syair di atas adalah petikan dari sebuah lagu yang berjudul Renungan Kader. Lagu itu sangat dikenal di kalangan kaum muda Muhammadiyah. Pengarangnya Ahmad Aris Muryasani. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Wilayah Jawa Tengah, –sekarang organisasi itu tidak ada lagi berganti menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM)– Emmmm…. aku tidak begitu mengenal Muhammadiyah dan anak-anak organisasinya.

Itu bagiku tidak penting…

Tapi… menurutku menarik membicarakan seorang Ahmad Aris Muryasani.

Beliau seorang yang cerdas. Bersekolah SD dan SMP di desa di lereng gunung Ungaran, SMA di sekolah favorit di Semarang, SMA 3. Akhirnya jadi Insinyur Sipil lulusan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Waktu remaja pernah menjuarai lomba mengarang tingkat nasional. Itu di tahun 1980an. Dengan uang hadiah lomba itu, beliau membeli buku-buku dan sebuah gitar yang bagus. Maklumlah, beliau mahir bermain gitar tunggal. Ahmad Aris Muryasani juga dikenal sebagai seorang yang pintar melucu, guyonan, dan membanyol. Tak heran, dimana pun dia berada, selalu banyak kawan akrab.

Sebagai seorang lelaki, beliau juga sangat jantan. Itu terbukti pada waktu melamar seorang gadis yang sekarang menjadi istrinya, beliau berangkat sendiri tanpa disertai orangtuanya, hanya ditemani seorang kawan sebagai penunjuk jalan dan aku. Istrinya yang sekarang menjabat sebagai anggota DPRD Kota Batam, dulu adalah kawan kuliahku seangkatan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. Ada yang sangat lucu waktu proses melamar gadis pujaannya itu. Maksud hati berbahasa Jawa yang halus –kromo inggil– apa daya macet di tengah karena bingung membahasakan ungkapan hatinya. Akhirnya, dengan meremas-remas tangan yang berkeringat dan muka merah padam, beliau berkata malu-malu “Emmh… Pakai bahasa Indonesia saja ya pak! bu!”…

Hahahaha…

Sekarang beliau menetap di Batam, mempunyai 3 orang anak, yang pertama cowok, sudah kuliah di Fakultas Kedokteran UNDIP, yang kedua cewek, masih SMP di Batam, dan yang ketiga cowok juga, bersekolah di SD.

Beberapa waktu lalu aku bertemu dengannya, bahkan sempat tinggal beberapa hari di rumahnya. Wajahnya yang dulu selalu ceria dan penuh semangat seakan sirna. Berganti dengan raut murung dan depresi. Aku tahu pasti, bukan seperti itu raut yang sebenarnya. Di dalam hatinya, di dalam jiwanya masih bergelora semangat dan optimisme. Raut muka murung dan depresi itu karena beliau menderita Parkinson. Dengan gelora semangatnya, beliau masih beraktivitas, bepergian sendiri dengan sedan matic-nya,walaupun sebagian jari-jari tangan kirinya sudah kaku, sulit untuk digerakkan, pun sedikit mengalami kesulitan mengganti transmisi.

Ketika aku harus kembali ke habitat untuk meneruskan aktivitasku seperti biasa, beliau bersama Yudi -sopir pribadinya- mengantar aku ke Bandara Hang Nadim. Sambil menunggu keberangkatan pesawat, kami makan nasi padang bersama.

Ketika berpamitan, aku memeluknya, tak kuasa menahan air mata, aku menangis di pelukannya. Dan pura-pura terburu-buru untuk menyembunyikan airmataku. Rupanya aku baru menyadari bahwa aku sangat menyayanginya. Beliau, Ahmad Aris Muryasani adalah kakakku yang kedua.

Semoga kau diberi ketabahan menghadapi cobaan hidupmu. Seperti katamu, hidup di jalan-Nya atau mati syahid.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

7 thoughts on “Parkinson

  1. syafakallahh… (semoga Allah menyembuhkan segala penyakit yang anda derita) Kanda irmawan Ahmad Aris Muryasani

    syairmu selalu kami dengungkan ketika training di IRM, teringat betul ketika dulu saya mengikuti Taruna Melati sewaktu di IRM.. bergetar rasa hati ini dengan air mata yang bercucuran ketika kami bersama-sama menyanyikan lagu yang engkau ciptakan. tiada diduga ternyata engkaulah penciptanya.. saya baru mengetahuinya dan ternyata yang tidak dinyana ternyata temen seperjuanganku di LSM adikmu..
    kanda irmawan Ahmad Aris Muryasani jasamu begitu besar untuk kemajuan ikatan.. tak dapat aku lupakan jasa-jasamu.. andaikan aku berkeinginan aku ingin bertemu dengan kanda..
    semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk kanda..
    salam dari seluruh irmawan dan irmawati IRM dari ranting, cabang dan Daerah Kabupaten Pekalongan untuk kanda irmawan Ahmad Aris Muryasani yang trcinta

    Hidup Mulia di Jalan-Nya atau Mati Syahid

    Irmawan Abi Rizal – Pekalongan

  2. Begitu Baca ini, nanar matakupun ngerocos…biar aku lelaki…Betapapun…Mas Aris adalah guru kader saya dulu….
    Dia yang mentraining aku saat pelatihan Taruna Melati, Chosching Instruktur…. dan dialah yang menyanyikan lagu bait diatas ciptaannya sendiri untukku…. Mungkin aku akan memeluk erat pula bila bertemu beliau dengan kondisi yang begitu …

    Tapi InsyaAllah dia orang baik…. saya do’akan semoga bila akhirnya kelak dia harus menghadap sang khaliq dia akan seperti dalam kutipan akhir lagunya.
    Tapi semoga tetap sehat ya beh…

  3. Saya sangat terharu dengan cerita tentang Kakak ke-2 dari Pak Andy. Karena, semangat beliau untuk tetap berjuang melawan rasa sakit yang dideritanya sungguh hebat. Semoga, dengan pengobatan dan juga doa dari semua orang, penyakit Pak Ahmad Aris Muryasani bisa cepat sembuh.
    .-= sedulur Next Jimbun Punya menampilkan tulisan..Poligami Desktop Linux =-.

    • yach… kita masih percaya bahwa tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya -kecuali penyakit tua-…
      dan saya juga percaya bahwa bilamana ada seseorang mendapatkan cobaan, artinya ujian bagi dirinya dan bagi orang di sekitarnya… (dalam hal ini termasuk saya)…
      terimakasih doanya, mas Estiko!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *