Parkir

Di suatu pagi yang cerah, saya melewati pusat kota Semarang, tepatnya di Simpang Lima. Ya, itu adalah pusat kota Semarang jaman sekarang. Jaman dulu, pusat kota ada di kawasan Masjid Besar Kauman termasuk kawasan Johar dan sekitarnya.

Kawasan Simpang Lima Semarang

Simpang Lima selalu ramai, baik pagi, siang, sore, bahkan malam hari pun selalu ramai, apalagi bila malam Minggu dan Minggu pagi. Lebih ramai lagi bila ada kegiatan khusus misalnya ada tontonan besar di Lapangan Simpang Lima yang memang sangat sering diadakan. Parkir kendaraan yang semula banyak terdapat di pinggir Simpang Lima, karena ramainya bergeser ke gang-gang di belakangnya, atau ke gedung-gedung yang menyediakan sarana parkir di seputar Simpang Lima.

Banyak pedagang kaki lima berjualan aneka makanan memarkir gerobaknya di seputar Simpang Lima. Ada yang khusus berjualan di siang hari, banyak pula yang berjualan di malam hari. Saking banyaknya, sampai-sampai meluber ke simpangnya yang memang berjumlah lima.

Dulu saya pernah berpikir, betapa susahnya berjualan di Simpang Lima. Pagi dan sore harus mendorong-dorong gerobak untuk dibawa pulang pergi, padahal belum tentu rumahnya dekat. Yang lebih cerdas, tentunya akan membuat warung mobil, tinggal parkir, buka dasar, setelah selesai packing lagi ke dalam mobil dan brum…brum… pulanglah si penjual itu.

jasa parkir gerobak

Ah… ternyata saya salah besar!… Saya baru tahu kalau ternyata ada juga yang menjual jasa penitipan gerobak. Di beberapa tempat di kampung-kampung di seputar Simpang Lima, banyak juga yang membuka jasa itu. Cukup lima ribu rupiah sehari atau semalam, gerobak aman terparkir di penitipan. Tidak perlu khawatir barang-barang akan hilang, tidak perlu khawatir bilamana ada razia oleh petugas trantib, karena parkirnya sudah cukup tertib. Pun pedagang tidak perlu repot-repot mendorong-dorong gerobak pulang balik dari tempat parkir ke tempat berjualan. Banyak pula yang menjual jasa dorong gerobak. Cukup tiga ribu rupiah sekali angkut dari tempat parkir ke tempat berjualan, juga tiga ribu rupiah lagi untuk membawa kembali ke tempat parkir.

Saya berpikir, ternyata mencengangkan juga pendapatan pemilik jasa parkir itu. Rata-rata tempat parkir gerobak itu bisa menampung setidaknya 40 gerobak. Artinya, bila parkir penuh, akan bisa ditarik uang parkir sejumlah 200 ribu per hari, dan bisa jadi 200 ribu lagi ditangguk di malam hari. Itu bukan jumlah yang kecil… Inspiring!!!..

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

63 thoughts on “Parkir

    • 200 ribu jasa titipan gerobak di siang hari plus 200 ribu lagi untuk jasa titipan di malam hari. Kan PKL ada yang jualan siang, ada juga yang jualan malam… :-D

  1. Gek-gek pengalaman pribadi ikih… hihihiii

    Kalo dirata-rata sehari Rp. 300rb, hari kerja penitipan gerobag itu 24 hari… sebulan pendapatane 7 juta 200rb, mung modal pelataran… Ruarrr Biasssa (applause)
    ãñÐrî ñâwáwï menampilkan tulisan… GIMP

  2. Gek-gek pengalaman pribadi nitip gerobag neng kono ikih (woot)

    Kalo dirata-rata per hari Rp. 300rb, perbulan 24 hari kerja… Rata-rata pendapatannya berarti 7yuta 200ribu, Ruarr Biassa… (applause)
    ãñÐrî ñâwáwï menampilkan tulisan… GIMP

    • 200 ribu jasa titipan gerobak di siang hari plus 200 ribu lagi untuk jasa titipan di malam hari. Kan PKL ada yang jualan siang, ada juga yang jualan malam… :-D Artinya rata-rata 400rb sehari semalam, hari kerjanya sebulan penuh, karena PKL seringkali tidak kenal libur. Di saat orang lain libur, mereka justru menangguk untung…

  3. wooooo……….. baru 200 ribu udah wow?

    kalo sampeyan ke surabaya nanti akan tercengang ada juragan parkir yang pendapatan hariannya sudah mencapai jutaan rupiah kang!

    tapi ya gitu, celurit selalu ada di balik bajunya! sekarang kaya, besok bisa saja kena clurit saingannya..

    malah ada pengemis yang tinggal di rumah elit dan punya kendaraan mewah! (pernah masuk jawapos)

    bukan inspiring sih kalo pengemis. :mrgreen:

    DETEKSI menampilkan tulisan… Cabe Rawit

    • (woot) artinya persaingannya juga keras banget tuh kang!
      *yeeeeee… kalau pengemis sih ogah, sekalipun jadi boss pengemis tetep ogah :-D

  4. Kecerdasan ekonomi, seni memanfaatkan lahan agar lebih berdayaguna………………
    Weh, gak kroso aku dewe yo melok markir awak nang lahane mertua indah.
    Bayare bulanan entuk bonus mangan sak keramase.
    Hehehe.

  5. MARI BERKOMPETISI SECARA SEHAT DI LOKABHARA 2009…..
    MARI BERKOMPETISI SECARA SEHAT DI LOKABHARA 2009…..
    MARI BERKOMPETISI SECARA SEHAT DI LOKABHARA 2009…..
    MARI BERKOMPETISI SECARA SEHAT DI LOKABHARA 2009…..
    MARI BERKOMPETISI SECARA SEHAT DI LOKABHARA 2009…..

    LOKABHARA 2009 menampilkan tulisan… Pergaulan Bebas Kalangan Remaja

    • INI kelakuan SPAMMER… waspadalah…waspadalah…
      INI kelakuan SPAMMER… waspadalah…waspadalah…
      INI kelakuan SPAMMER… waspadalah…waspadalah…
      INI kelakuan SPAMMER… waspadalah…waspadalah…
      INI kelakuan SPAMMER… waspadalah…waspadalah…

  6. Kertas “parkir” ki sing dinggo gawe mal sablon kae….

    parkir memang nyrundhul ke permukaan jadi masalah utama di perkotaan….
    nek nang kampungku sak nggon-nggon ngglethakke barang, ora ono wong “ngaru-biru” hehehehe

    Xitalho menampilkan tulisan… Perbedaan Itu Indah

  7. tempat parkir……….lahan yang selalu jadi rebutan, padahal bukan tanahnya ataupun peninggalan kakek – neneknya . kerja santai duit datang tanpa diundang.

    sepur menampilkan tulisan… PINGIN JADI CADDY

  8. oooww..itu to simpang lima?

    hem, tapi aku masih takjub dengan pedagang2 atau lapak-lapak di sepanjang malioboro mas..
    terutama yang did epakt pasar bringharjo.ga ada kesepakatan tertulis bagaimana atau siapa yang boleh mangkal di situ. caranya unik. di pagi hari, calon pedagang akan mengintai tempat2 yang kosong dan kemudian menandainya dengan patok batu.
    dan hebatnya, hanya dengan sebuah batu itu, mereka selalu faham, mengerti dan sepakat. tak pernah ada perkara sepanjang yang saya tahu..

    hesra menampilkan tulisan… ..yesterday, today ‘n forever..

  9. ada satu lagi yang kurang dari fasilitas publik di semarang, tempat parkir sepeda…. lagi bermimpi di setiap mal dan toko buku ada parkiran khusus sepeda untuk keamanan dan kenyamanan sepeda.

    nitip sponsor, saat ini kami komunitas pekerja bersepeda sendang berjuang untuk tersedianya jalur sepeda di semarang, dukung kami di grup facebook; [facebook.com/group.php?gid=108092155877995&ref=ts].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *