Pasar Bulu

Pasar Bulu termasuk pasar kuno di kota Semarang.

Sebentar… sebentar… Walaupun tulisan ini adalah tulisan saya tentang pasar yang kedua setelah Pasar Limbangan, bukan berarti saya termasuk seleb politikus yang gemar berkunjung ke pasar menjelang pemilihan. Ini murni dolan ke pasar. Tidak ada tendensi apapun… Demi Tuhan dan demi almarhum nenek buyut saya, saya tidak dibayar… (doh) lagi-lagi kok niru-niru Sujiwo Tejo(lmao)

Ya, Pasar Bulu memang sudah lama sekali. Mungkin sudah ada sejak bapak saya masih anak-anak, tinggal di Kampung Lemahgempal alias Brokenland. Namun, berbeda dengan masa dulu yang (katanya) termasuk pasar yang ramai, sekarang Pasar Bulu hanya ramai di waktu pagi dan sore hari saja. Bisa jadi kalah pamor dengan pasar-pasar lain misalnya Pasar Johar dan Pasar Karangayu, bisa juga tergeser oleh adanya super kampret, mini kampret dan mall yang menjamur di setiap sudut strategis kota. Bagaimanapun, sebagai sebuah pasar, sampai sekarang Pasar Bulu masih dijadikan tumpuan banyak pedagang mengais rejeki, menjalankan roda ekonomi, mengamankan mata pencaharian.

Saya sendiri, sudah sejak remaja cukup akrab dengan Pasar Bulu. Selain bapak saya yang asli orang Semarang dan tinggal di Kampung Lemahgempal tidak jauh dari Pasar Bulu itu, makne Diki juga asli orang Semarang bahkan tempat tinggal mertua saya hanya beberapa meter saja di sebelah barat Pasar Bulu, dipisahkan seruas Jl Suyudono.

Pagi tadi, 07/07/09, saya sempat menikmati pagi di Pasar Bulu, tepatnya di sebelah barat pasar. Mengamati kesibukan bermacam orang sambil ngopi di sudut pentokan Jl Jayengan, hhhmmm… sungguh mengasyikkan…

Sempat pula saya menyaksikan, walaupun banyak pedagang berjualan di luar area pasar, tetap saja ditarik restribusi pasar. Menurut saya, ini langkah keliru. Memang sih, para pedagang itu memanfaatkan fasilitas umum yang pemeliharaannya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat. Namun bila pedagang selama bertahun-tahun ditarik restribusi pasar, ketika suatu saat diadakan penertiban kawasan, akan menjadi masalah, karena mereka merasa telah berdagang secara resmi.

Mungkin lebih baik bila secara terus menerus diadakan sosialisasi kepada para pedagang, sejak awal mereka berdagang. Cukup ditarik restribusi kebersihan (bisa jadi nilainya sama dengan restribusi pasar, artinya pemerintah tidak kehilangan pendapatan) dan pengertian bahwa sekali waktu diadakan penertiban mereka akan tunduk pada peraturan. Namun, saya juga meragukan apakah mungkin payung hukum dikembangkan dan penegakannya benar-benar dikawal bukan diakali.

Di lain sisi, saya berfikir… (thinking)

Benar-benar menarik, gerak roda perekonomian di pasar-pasar tradisional seperti ini. Harusnya dikembangkan, bukannya ditindas dengan pemberian ijin retail gede yang dekat dengan pasar tradisional…

Menurut sedulur bagaimana???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

25 thoughts on “Pasar Bulu

  1. betul itu mas. perizinan super kampret, mini kampret dan mall sudah seharusnya sangat…sangat…dibatasi. lebih sehat belanja di pasar tradisional. dalam artian, kita bisa lebih leluasa bertegur sapa, tawar menawar, dan…lebih seru ).
    .-= buitenzorg812´s last blog ..coba katakan =-.

  2. dulu waktu tinggal di semarang pasarku karang ayu kang. he eh mestinya ada radius tertentu dari pasar, baru boleh ada superkampret, superngapret dan supermarket :D

  3. sepertinya harus ada penegasan sebelum penertiban.
    Jangan asal bayar restribusi aja….
    Tapi pasar tradisional harus terus di perjuangkan…
    biar simbok nggak bingung ketakutan naik lift kalo ke supermarket ..
    Suasananya kok mirip dengan pasar kacangan (gemolong, sragen ngulon maneh) yo…
    ada warung kopi si pojok/ pengkolan yang enak buata nangkring sambil liatin pedagang..
    .-= omagus´s last blog ..Berhati-hatilah main social network =-.

  4. klo aku lbh setuju klo pasar-pasar semacam pasar bulu itu dimodernkan.. maksudnya, tempatnya dirapihin, dibuat berAC, ada satpamnya, dst.. cuman penjualnya tetep orang2 yg dulu… dgn bgini, pembeli enak, penjual juga lbh enak…

    perlengkapan bayi
    .-= perlengkapan bayi´s last blog ..MOZLOCK =-.

  5. Namanya PASAR BULU, tapi malah nggak ada yang jualan BULU…
    Kalau pasar Nanas, ada yg jual nanas, pasar sapi ada yg jual sapi…
    .-= marsudiyanto´s last blog ..C4 =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *