Pecas Ndahe

Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan sebuah Blog yang bertitel Pecas Ndahe, melainkan benar-benar berkaitan dengan Grup Musik dari Solo yang berjudul PECAS NDAHE

Karena kebetulan Forsilatnas Pattiro 2008 ini diselenggarakan di Wisma Seni, Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta, tentunya menjadi kesempatan bagi pegiat Pattiro untuk bertemu dengan beberapa seniman yang kebetulan memang sering nongkrong ke Wisma Seni.  Malam terakhir sebelum berakhirnya penyelenggaraan Forsilatnas Pattiro 2008 saya bertemu dengan salah satu personil Grup Musik Humor “Pecas Ndahe“, seorang seniman yang cukup berbobot yaitu Doel Soembing.Ternyata, tidak hanya dalam pementasan saja yang penuh humor, sosok Doel Soembing yang saya temui ini juga penuh humor dalam pergaulan sehari-hari.

Andy MSE dan Doel Soembing

Grup Musik Humor “Pecas Ndahe” sekarang (2008) ini telah memasuki usia ke 15 tahun. Tentunya, usia itu bukanlah waktu yang pendek untuk uji eksistensi sebuah grup musik, walaupun pernah beberapa kali mengalami pergantian personil. Pecas Ndahe yang bermarkas di Rumah Sewa, Jl KH Maskur, Jurug Surakarta ini beranggotakan Doel Sumbing sebagai lead vocal sekaligus pemetik Cak dan Banjo, juga sebagai Joker, Toni sebagai lead vocal, Burhan sebagai Joker, Emil sebagai Joker, Tomo penabuh Drum, Pendek pemetik Bass,  Yo’i pemetik Triple Neck Guitar, dan  Aditional Player Nurul.

Bagi yang ingin nanggap Pentas Grup Musik Humor Pecas Ndahe, silahkan menghubungi Manajer di 081548553880.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

63 thoughts on “Pecas Ndahe

  1. saia pernah denger aktivitas mereka tapi belum pernah tahu secara langsung, kalo tidak keberatan mohon dituliskan sedikit deskripsi tentang kegiatan mereka

    *saia denger slentingan waktu masih di yogyakarta*

    gajah_pesing´s last blog post..My Last

  2. Waaah….saya kecangar je…saya kira mas Andy lagi cerita pecah ndase…yang artinya puyeng tenan…Ternyata Pecah ndase yang ini …grup musik to ?? tapi pinter tuh yang bikin nama….namanya cukup heboh…jadi menarik perhatian.

  3. Aku dulu pas masih di solo juga sering nonton Pecas Ndahe. Walaupun terkadang banyolannya berulang-ulang. Komedian kadang-kadang memang begitu ketika belum menemukan ide baru. Mereka dituntut untuk terus menerus berpikir kreatif. Penampilannya emang kocak, tapi ketika dulu pernah manggung di tipi, kok agak grogian gitu yaa :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *