Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama?

Sudah berulang kali sejak dulu kala, saya sering mendengar pemerintah melalui pemimpin atau aparatnya menyatakan bahwa Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama. Ada benarnya juga, karena di lingkup terkecil pun masing-masing keluarga sudah tentu berupaya dan bertanggung jawab atas pendidikan anggota keluarganya sendiri. Secara komunal pun, secara otomatis masyarakat berupaya agar pendidikan dapat dinikmati lebih banyak pihak dengan kualitas yang semakin baik.

Sayangnya, seringkali kata-kata itu digunakan pemerintah untuk mengalihkan tanggung jawabnya kepada publik, padahal sudah jelas di dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31:

  1. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. (perubahan ke-4)
  2. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (perubahan ke-4)
  3. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. (perubahan ke-4)

Apakah pernyataan-pernyataan itu pertanda bahwa pemerintah sudah tidak mampu memenuhi kewajibannya?

Saya rasa tidak sama sekali!!!…

Ada beberapa syarat agar pemerintah mampu memenuhi kewajibannya, salah satunya adalah membenahi sektor anggaran agar lebih efektif dan efisien, dalam soal ini ada yang lebih penting yaitu memberantas kebocoran-kebocoran yang salah satunya disebabkan karena korupsi yang seakan sudah membudaya di negeri ini.

Lebih celaka lagi ketika upaya pengalihan tanggung jawab pemerintah ini agak berhasil, ditengarai dengan maraknya upaya-upaya privatisasi bidang pendidikan. Dalihnya masih sama! Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama. Dan yang akan terjadi nanti, pendidikan hanya bisa dinikmati oleh sekelompok pihak saja. Yang tidak mampu selamanya hanya bisa menikmati bagian dasarnya saja. Akibatnya, lingkaran setan kemiskinan tidak akan bisa dibongkar karena pendidikan sebagai salah satu faktornya sudah njendel dan buntet. Belum lagi masalah sosial dimana pendidikan sekarang sudah semakin bergeser menjadi “pengajaran” saja…

Ah, sudahlah… Sepertinya tulisan ini cuma bagai menguap di siang bolong. Terlalu banyak yang perlu dipikirkan di Hari Pendidikan Nasional ini. Namun jangan terlalu banyak berpikir, melakukan aksi nyata tentunya akan lebih berguna.

Menurut Aa Gym, rumusnya adalah 3M: Mulai dari yang kecil, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari sekarang… Mari!!!…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

31 thoughts on “Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama?

  1. Usul gimana kalau pemerintah cukup memfasilitasi sertifikasi setingkat SD, SMP, SMA, S1, S2, S3 sementara sekolah formar dibubarin saja…eh jadi ngawur ya….
    Sebaiknya maksimalkan dulu SDA buat membiayai pendidikan jangan dijual ke pihak luar terus….

  2. Pendidikan adalah tanggung jawab orang tua, dirumah bisa belajar sama orang tua (kalau orang tuanya dulu sekolah), pemerintah cukup membuat/mengesahkan undang-undang, kalau orang tua tidak punya biaya ya berarti anaknya nggak sekolah :D

  3. terlalu banyak benang merah yang harus diobrak-abrik dalam dunia pendidikan di negeri ini. pendidikan akan selalu berkaitan satu dengan lain sektor. tidak mudah mengurainya, harus dilepas satu-satu ikatannya baru akan ketahuan, namun itu sangat sulit dilakukan.

    pendidikan yang awal mulanya adalah untuk memanusiakan manusia. namun benarkah demikian?
    dalam pandangan saya sih sederhana saja, kita berpendidikan agar tidak dibodohi orang lain dan sekaligus untuk membodohi orang lain. itulah pendidikan…?
    (thingking)

    • kita berpendidikan agar tidak dibodohi orang lain dan sekaligus untuk membodohi orang lain. itulah pendidikan…? wah wah wah… kok membodohi orang lain?…

      Memang betul sih yang bodoh hanya akan dibodohi hehehe

  4. Jangankan sekolah, makan nasi saja ada yg masih sangat banyak harus susah payah gak karuan. Pada pura-pura buta, mendingan buat Gedung Baru, jelas2 proyek gede daripada mikirin “jelata”
    “Mari Makan, Ayo sekolah..”

  5. Pada dasarnya pendidikan itu bisa terjadi di mana-mana pak. TIdak hanya di bangku sekolah aja. Lingkungan yang paling kecil, keluarga pun, juga ada proses pendidikan.

  6. tapi para DPR sudah tidak mempedulikan yang namanya pendidikan

    bayangkan saja mereka anggota dpr lebih memilih renovasi gedung nya dari pada pembenahan / pembangunan sekolah

    gimana pendidikan mau maju

    wakil rakyatya aja begitu

  7. Yuk, mari mulai dari sekarang mengutamakan pendidikan sebagai tanggung jawab utama. Ngga usah mengharap dewan dewanan lah, sepertinya rakyat harus tergerak sendiri.

  8. Sayangnya, proses pendidikan sekarang sangat menyengakkan dada pak. Buktinya, di Kdl aja kayak gitu. Mau jadi PNS kudu pakai duwit, mau pindah juga also. Saya setuju nekjika diheadline pengumumannya ditulisken sekaliyan. Nggih boten?

  9. Untuk mendapat hak memperoleh pendidikan, masyarakat harus memiliki budget yang besar (ironis memang).
    Belum lagi setelah lulus, bingung mau ngapain.

  10. Seiring dengan beranjaknya kehidupan kearah jaman yang lebih edan.. acapkali kepentingan publik (di negeri tercinta ini) harus terus mengalah.. ketimbangterus berpikir dan memelihara mental merana, langkah 3M tadi seyogyanya terus dikembangkan agar tidak malah memarjinalkan diri lebih jauh.. Gusti Alloh itu maha adil.. akan memberikan petunjuk dan jalan kemudahan bagi mereka yang berakal dan mau berusaha (memberdayakan sesama dan mendidik mengambil tanggungjawab), sehingga pendidikan umum sedikit demi sedikit ditambah dengan orang yang sadar lepas mbaca tulisanmu ini kerap akan menjadi ujung tombak dan penggagas pendidikan mandiri.

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari Irak.. ya Irak yang masih meledak-ledak itu.. :D

  11. Pendidkan adalah Tanggung Jawab kita semua. Program pemerintah tidak akan berjalan jika kita ikut berkontribusi dalam pendidikan. Disekolah seorang guru tidak akan berhasil mendidik murid jika dirumah orang tua tidak memberikan support kepada anaknya terlebih lagi jika mereka tidak peduli dengan pendidikan anaknya.

  12. Betul..betul..betul.. Korupsi memang salah satu penghambat laju pendidikan… Koruptor emang orang-orang yang kehilangan kesadaran. Gak sadar dosa, gak sadar nyakitin orang lain, gak sadar ngambil hak orang lain.. dan gak sadar2…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *