Perjalanan ke Barat

Bukan cerita soal Sun Go Kong dkk yang mengawal gurunya mencari kitab suci. Ini benar-benar perjalanan ke belahan dunia barat secara gratisan atas undangan seorang kawan dunia maya. Sebetulnya ini pertemuan ke-2, yang pertama telah dilakukan di Bali hampir 2 tahun lalu. Kawan saya ini seorang programmer handal dan saya adalah salah seorang testernya.

Sumpah, tidak ada menariknya menceritakan soal itu, makanya saya tidak akan ceritakan di sini. Justru saya akan bertanya kepada sedulur sekalian karena saya mempunyai persoalan matematika yang membingungkan. Ringkasnya saya melakukan perjalanan ke barat dari Solo (SOC = Solo City)  ke London (LHR = London Heathrow) via Singapore (SIN). Sesampainya di Changi Singapore, kebingungan dimulai dan berlanjut sampai di tempat tujuan…

Perjalanannya nggak penting. Lebih penting adalah angka-angka kebingungan yang digunakan dalam hitungan mencongak membingungkan itu. Mari kita simak sambil menelaah peta (klik untuk melihat peta besar di tab sebelah):

Angka-angka tentang bumi kita:

  • Jari-jari rata-rata = 6,371.0 km
  • Jari-jari khatulistiwa 6.378,1 km
  • Jari-jari kutub 6.356,8 km
  • Keliling khatulistiwa = 40.075,02 km
  • Keliling meridian = 40.007,86 km
  • Keliling rata-rata = 40.041,47 km
  • Kecepatan rotasi = 1674,4 km/jam

Angka-angka tentang waktu dan geografi:

  • Waktu Singapore = GMT +8 (walaupun terletak lebih barat dibandingkan Jakarta –GMT+7– Singapore menganut GMT+8 seperti halnya Malaysia –lihat peta–)
  • Waktu Indonesia Bagian Solo = GMT +7
  • Waktu London = GMT +0 (GMT = Greenwich Mean Time adalah garis waktu semu berpatokan di Greenwich – London. Sering juga disebut UTC = Universal Time Coordinate, walaupun pada prakteknya GMT mengalami deviasi +/- 16 menit. GMT +12 yang berimpit dengan GMT -12 yang terletak di Pasifik adalah garis pergantian hari)
  • Letak Singapore (koordinat geografi) 1°18′ LU 103°51′ BT
  • Letak London (koordinat geografi) 51°30′ LU 0°30′ BB

Angka-angka tentang perjalanan:

  • Jarak Singapore – London  = 10.847,05 km (pada garis lurus dihitung berdasarkan letak geografis)
  • Jam berangkat = 23:30 waktu Singapore
  • Jam kedatangan = 05:55 waktu London
  • Travel time = 13,25 jam (maklum pesawat ceng-ceng-po, kalau pesawat bagus bisa 11-12jam saja)
  • Kecepatan rata-rata pesawat = jarak perjalanan : travel time = 10.847,05/13,25 = 818,65 km/jam  atau o,66 Mach (bila dibandingkan dengan kecepatan rotasi bumi = 0,49).

Angka-angka kebingungan:

Dalam hitungan kasar, ketinggian penerbangan diabaikan karena melihat selisih jari-jari bumi yang berbeda hampir 28km antara kutub dan katulistiwa.

Kalau mengacu pada keliling bumi di katulistiwa dan dibagi menjadi 24 jam zona waktu, maka per zona waktu adalah keliling bumi dibagi 24 = 40.075,02 : 24 = 1.669,79 km. Angka ini menjadi tidak tepat untuk menghitung jarak zona waktu dari Singapore ke London yang selisih 8 jam = 13.358,34 km. Belakangan saya tahu bahwa di Eropa pada musim semi dan musim panas terdapat tradisi memajukan waktu satu jam lebih awal dimana setelah jam 1 dini hari langsung ke jam 3, melompati angka jam 2. Ini disebut Daylight Saving Time (DST) atau Waktu Musim Panas. Di musim gugur dan musim dingin, waktu dimundurkan satu jam. Tradisi ini membuat waktu di London yang tercatat dalam jam kedatangan adalah menurut GMT +1 sehingga selisih waktu Singapore – London adalah 7 jam. Angka ini masih tidak tepat untuk menghitung jarak zona waktu yang ketemunya 11.699,55 km. Okelah, kalau dianggap waktu Singapore yang tidak sesuai dengan zona waktu yang tergambar di peta sehingga seharusnya berpatokan pada GMT +7, selisih zona waktu 6 jam akan menghasilkan jarak zona waktu 10.018,76 km. Ini agak sesuai walaupun tetap membingungkan berkaitan dengan DST itu.

Barangkali akan lebih tepat bila menghitung jarak antar posisi dan selisih waktu berdasarkan koordinat geografis. Akan tetapi sepertinya itu akan menambah angka kebingungan di sini, apalagi letak kedua kota itu selisih 50 derajat utara-selatan. Di peta, sebetulnya bisa juga dihitung dengan rumus Pyhtagoras dengan menarik garis mulai dari Singapore yang terletak 137km dari katulistiwa lurus ke barat sampai menyentuh 0°30′ BB dan ditarik garis lurus ke utara sampai menyentuh kota London. Namun, garis miringnya pasti ngaco karena dipahami bahwa bentuk bumi ini adalah bulat… (doh)

Di akhir kebingungan ini, saya membayangkan seandainya kecepatan perjalanan ke barat bisa sama dengan kecepatan rotasi bumi entah di katulistiwa atau di mana saja, pastinya waktu kedatangan akan sama dengan waktu keberangkatan.  Taruh kata kalau terbang di katulistiwa dengan kecepatan 1.669,79 km/jam atau 1,35 Mach, bila perjalanan dilakukan pada saat menjelang matahari terbenam, pastinya di tempat tujuan masih bisa menikmati terbenamnya matahari.Namun masih tersisa kebingungan ketika mengetahui perbandingan kecepatan rata-rata pesawat dengan kecepatan rotasi bumi adalah 0.49, seharusnya dengan kecepatan pesawat yang mencapai rata-rata 818,65 km/jam akan mengerutkan perbandingan real travel time dengan waktu berlaku menjadi kira-kira setengahnya. Namun yang terjadi dari total 13,25 jam perjalanan terdapat selisih waktu 8 jam padahal sudah ada DST. Kalau nggak ada DST selisihnya bisa 9 jam tuh! (nyengir)

Nah, walaupun tetap bingung, saya akhirnya menjadi paham mengapa suhu di katulistiwa lebih panas, sebaliknya semakin ke kutub semakin dingin.

Bagaimana? Apakah sedulur mempunyai pencerahan untuk saya? Ataukah malah bingung membaca tulisan saya? :-D

*tulisan membingungkan ini ditulis untuk pengisi waktu saat menanti selesainya download OpenSUSE 11.3*

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

36 thoughts on “Perjalanan ke Barat

  1. (bigeyes) kirain posting undangan ke konferensi gnome mas :-D engak tahunya …. (rofl)

    *Huhuy opensuse. Lagi kaya benwit yah (thinking) …. Udah ada gitu di repo lokal?

  2. Pertama-tama mari kita belajar bersama. Hal yang perlu diperhatikan adalah dengan menggunakan bumi yang berputar sempurna, dan perhatikan suatu gerakan hanya seakan-akan di sepanjang katulistiwa. Gerakan yang berbeda akan dicari proyeksinya di katulistiwa dan di lintang paralel terdekatnya.

    Untuk memudahkan perhitungan maka keliling bumi di seratakan 40000 km (walau sedikit beda signifikan), maka laju sebuah titik di permukaan bumi di katulistiwa adalah 40000/24 = 1666 kph. Angka ini selanjutkan akan disebut dengan ve.
    Sebuah pesawat dalam posisi diam di bandara, juga akan memiliki kecepatan sama dengan bumi di bawahnya, yaitu ve.

    Namun ketika pesawat terbang, dia memiliki suatu kecepatan relatif terhadap bumi, yaitu vr.

    Walhasil pesawat itu memiliki kecepatan absolut terhadap suatu titik astronomis yaitu va. di mana berlaku: va.= ve + vr

    Karena dalam penyederhanaan ini ve konstan, maka cukup dianggap 1, sedang vr maupun va ditulis dalam perbandingannya dengan ve.

    Dan faktor untuk menghitung lama suatu kurun waktu f adalah = 1 / va.

    Perhitungan rinci:
    1. vr = -2; va = -1;
    f=-1
    disimpulkan: Saat astronomis pesawat mundur 1 jam tiap jamnya; pesawat berangkat pukul 6 pagi, setelah 2 jam terbang, sampai tujuan pukul 4 pagi.
    2. vr = -1; va = 0;
    f=~
    disimpulkan: Saat astronomis pesawat tetap; kalau berangkat pukul 6 pagi, sampai di tujuan masih pukul 6 pagi, berapapun lama terbang.
    3. vr = -0,5; va = 0,5;
    f=2
    disimpulkan: Saat astronomis pesawat setengah dari di luar. Pesawat berangkat pukul 6 pagi, setelah dua jam terbang, sampai tujuan baru pukul 7 (bukan 8).

    [masih lanjut…]

    • Gerak relatif terhadap referensi. jadi “kecepatan pesawat sebenarnya” adalah “kecepatan bumi” ditambah dengan “kecepatan relatif pesawat terhadap bumi”. Akan lebih jelas kalau misal posisi pengamat adai di luar sistem bumi. bukankah begitu mas???

      • seperti teori black hole-nya einstein yang dipopulerkan stephen hawking yang tidak bisa saya pahami. kalau black hole yang lain saya paham

        • aku yo bingung kok kang! (haha) oh ya, beberapa tahun lalu saya pernah ke North Cape (Nordkapp) di Norwegia Utara. Kebetulan pas akhir Juni. Di sana termasuk lingkar Artic dan matahari selalu tampak selama berhari-hari (menurut itungan di katulistiwa) mulai pertengahan Juni sampai awal Juli. Kalau malam, matahari tidak pernah benar-benar tenggelam hanya mendekati cakrawala di arah selatan… Subhanallah…
          Asyiknya, karena waktu shalat itu sesuai dengan jam matahari, selama berhari2 saya juga tidak shalat, hehehe…

  3. ikut pusing melihat angka angka itu.. hanya sering denger keluhan teman kalau pergi ke barat tidak mengalami malam, tahu tahu harus kerja lagi. saya sendiri takut naik pesawat hehehehe

  4. Yen bingung cekelan maaaaas…
    Sedelok neh poso, mbayangke nek lungo london soko indonesia mangkat jam 7 esuk, wis ngenteni 13 jam teko london, ternyata neng london isih jam 1 nan awan masss, lemes bangeeeet….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *