Perpisahan

Bukan perpisahan terkait soal cinta yang menimbulkan kangen rindu, bukan pula perpisahan yang dilanjutkan LKMD (lamaran keri meteng disik) ala KD, namun yang ramai akhir-akhir ini menjelang akhir Tahun Ajaran 2010/2011 adalah Acara Perpisahan Sekolah. Peserta acara tersebut tentunya adalah siswa kelas akhir, kalau di SD ya kelas 6, kalau di SMP ya kelas  9, kalau SMA/SMK ya kelas 12.

Para siswa menandai kenangan-kenangan terindahnya agar bisa dijadikan sebagai kenangan manis kelak. Para guru memasang muka wibawa dan bermacam nasehat pun mengalir kepada murid-muridnya. Para orangtua trenyuh terharu karena putra-putrinya telah menapak lebih ke alam kedewasaan. Orangtua yang putra-putrinya berprestasi pasti bangga. Yang putra-putrinya kurang berprestasi di balik keharuan dan kegembiraan akan kelulusan anaknya bisa jadi harus berfikir dan berusaha keras untuk mencukupi biaya melanjutkan sekolah yang semakin hari semakin mahal karena lembaga pendidikan mengarah ke privatisasi yang akhirnya tak ubahnya menjadi seperti perusahaan dengan siswa sebagai pasarnya. Yaaa… Buat yang pintar aja mahal, apalagi buat yang bodo… (doh)

Yang aneh….

Di Solo dan sekitarnya (entah di daerah sedulur), masa-masa ini sudah banyak digelar Acara Perpisahan Sekolah, padahal secara resmi pengumuman kelulusan masing seminggu lebih (informasi sementara: pengumuman kelulusan SMA/SMK tanggal 16 Mei 2011, dan pengumuman kelulusan SMP tanggal 28 Mei 2011). Alasannya sederhana yaitu agar semua siswa bisa mengikuti kegiatan tersebut.

Lha tapi… Kalau nantinya ada yang nggak lulus kan… kan… kan… yang nggak lulus kan nggak perlu perpisahan? (lonely)

Aaaahhh… Jangan pesimis ah! Optimis gitu loh! Pastinya semua siswa akan lulus pada pengumuman resmi nanti. Toh guru-guru sudah siap mengatrol nilainya. Toh Ujian Nasional pun masih bisa dicari bocorannya dimana-mana, kalaupun enggak, para pengawasnya pun tidak semua pasang mata awas. Entah mengapa banyak terjadi seperti itu? Yang jelas, sekolah pun berkepentingan akan akreditasinya bilamana selalu meluluskan 100% siswanya.

Kalau soal perpisahan yang diikuti semua siswa sebelum jatuh pengumuman, sedulur pasti sudah tahu mengapa? Kalau ada pembaca tulisan ini yang kebetulan adalah seorang guru, janganlah tersinggung karena pastinya anda hanya “tut wuri handayani” saja…

Lagi-lagi terlalu banyak yang perlu dipikirkan, namun jangan terlalu banyak berpikir. Menurut seorang yang kondang, rumusnya adalah 3M: Mulai dari yang kecil, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari sekarang… Sayangnya rumus itu sudah berganti menjadi: Mari Menikah Maneh… (doh)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

35 thoughts on “Perpisahan

  1. Yang penting perpisahan dulu, Pak. Toh nanti semua “lulus”, kalau nggak reguler mungkin saja yang ‘susulan’ :)
    Pakai rumus 3M juga: Mikir (lulus) Marai Mumet… :D

  2. yah namanya juga tradisi/objekan..
    usaha terakhir sekolah untuk mencari sumbangan ke ortu siswa sebelum meninggalkan bangku kelas *miris* (doh)

  3. biasanya agak sedih saat perpisahan, dan beberapa minggu kemudian udah lupa dah :D lha 3M itu kan juga semacam scotlite

  4. Bagi gurunya memang Tut Wuri Handayani plus Jer Basuki Mowo Beo.
    **mangaf untuk para guru semua ;)
    Lama tidak singgah di sedulur Kecakot.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  5. Gak aneh cah kalau perpisyahan lebih dulu daripada pengumuman kelulusan. Sebab kalau pengumuman kelulusan dulu baru perpisyahan, orang yang gk lulus pasti bikin reseh diacara perpisyahan tersebut dan mereka minta uang biaya perpisyahan dikembalikan… (Ah yg bener khai?) :)

  6. Sudah tradisi sejak dulu, kalau sebelum pengumuman pasti ada perpisahan. Bahkan, biasanya ada penarikan sumbangan untuk perpisahan.

  7. bener tuh om…
    salah satunya ya sekoalahku…
    tanggal 30 April udah perpisahan, padahal pengumuman kelulusan tanggal 16 Mei…
    alhmd lulus 100% :)

  8. Kalo di al hikmah, perpisahan itu merupakan perpisahan wajib.
    Dan perpisahannya ga cukup 1 kali dalam 1 tahun. Tiap naik kelas, pasti perpisahan dg teman kelas. ada guru mau pindah tugas, juga sama. mau ganti guru, sama. mau pindah kamar, sama juga.ini juga saya belum tulis semua yang perli ada perpisahan. yang pasti banyak sekali agenda perpisahan dan makan -makan dalam 1 tahun disini. Bisa anda bayangkan, berapa banyak uang yang harus dipersiapkan dalam 1 tahun itu

  9. Seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa kita baru merasakan arti sebuah perjumpaan setelah mengalami perpisahan. Terlepas dari lulus tidaknya siswa tsb namun yang pasti mereka akan tetap saling berpisah kan?. Btw, piye kabare boz. Sibuk opo saiki?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *