Ponorogo, Raga yang Fana

Ini adalah review perjalanan Solo-Ponorogo PP: Here you go!…

Beberapa hari lalu, saya menikmati suasana pagi di Wonogiri di tengah perjalanan menuju Ponorogo untuk mengunjungi Ponorogo Islamic Book Fair 2009. Perjalanan di pagi jam 05.15 WIB itu sangat lancar. Jalan halus mulus dan sepi membuat saya bisa memacu Makibao dengan nyaman. Sayangnya, itu tidak bisa dinikmati sepanjang perjalanan menuju ke Ponorogo. Dua puluh kilometer lepas dari Wonogiri, jalanan sempit bergelombang dan berkelak-kelok menyebalkan. Beruntung, saya mendapatkan pemandangan indah perbukitan kapur yang menurut ilmu geologi tercipta dari gerakan tektonik lempeng Ustrali yang menghunjam di bawah bagian selatan pulau Jawa. Dua puluh kilometer menjelang Ponogoro, barulah saya menemukan jalan yang lumayan mulus dan lempang, dan jam 07.20 WIB saya sudah memasuki kota Ponorogo.

Tidak lama kemudian, saya sudah bertemu Dafhy Hamdani dan langsung menuju ke rumahnya. Sampai siang menjelang Talkshow (pamer-cocot/unjuk-cangkem) di Ponorogo Islamic Book Fair 2009 yang bertempat di Graha Watoe Dhakon, Ponorogo, saya berkesempatan bersilaturami dengan para Blogger Warnet Warok. Ada Azaxs, Iephe, Rossi, dan tak lupa saya juga sowan kepada Kyai Dawam Multazam. Kepada beliau, saya sempat bertanya mengenai arti dari Ponorogo.

Kalau Wonogiri, saya tahu artinya, wono = hutan, giri = gunung… Hutan di gunung

Kalau Ponorogo apa???

Menurut Kyai Dawam Multazam, Rogo berarti badan, sedangkan Pono berarti fana atau tidak kekal. Nama Ponorogo akan mengingatkan kepada umat manusia bahwa badan itu fana, tidak kekal. Dengan ketidak-kekalan badan itu, manusia sudah seharusnya menyadari bahwa kehidupan di dunia itu hanya sementara. Kehidupan sesudah kematianlah adalah kehidupan yang sesungguhnya, dimana manusia akan memetik hasil dari segala amal perbuatannya selama hidup di dunia fana. Ada pula yang mengartikan Pono berarti Wasis, Pinter, Mumpuni dan Raga artinya Jasmani. Artinya ya Orang Pinter.

Saya berfikir… (thinking)

Bilamana kita mendengar kata WAROK, pastilah gambaran di benak kita adalah kesenian reyog atau tampang gempal berkumis bauk bertampang seram. Ah… itu kan yang ada dalam cerita Warok Suromenggolo… Setahu saya, -dari baca-baca Babad Ponorogo-, Ki Ageng Merah dan Bethoro Kathong yang dipercayai sebagai manusia tangguh yang bubak yasa Ponorogo, juga memanfaatkan kesenian khas Ponorogo itu untuk media dakwah. Bahkan, kata warok dirujukkan pada kosakata Arab, wara’, yang berarti orang yang saleh dan alim.

Pantas saja… Di Ponorogo banyak orang saleh dan alim, juga pintar, wasis dan mumpuni. Salah satunya ya Kyai Dawam Multazam itu… (worship)

Disclaimer: pemilik web tidak bertanggung jawab atas akurasi tulisan ini.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

84 thoughts on “Ponorogo, Raga yang Fana

  1. dalam beberapa sumber (termasuk versi resmi dari Pemkab), banyak yg menyebutkan Pono berarti Wasis, dan Ponorogo berarti Orang Pintar. *paranormal?*

    Tapi, saya cenderung pada versi yg fatalis saja. **biasasaja** :D

  2. pas ketemu kyai multazam neng solo gondrong,
    saiki slebore anyar… wis digundul, oppo mergo arep ketemu blogger nasional?

  3. Ponorogo… Kota di Jatim!!!
    Poronogo…, Para Ular, perkumpulan orang2 yang punya ular, semisal Pak Andy, Bang Ciwir dll yg punya ular kadut…

    marsudiyanto menampilkan tulisan… B-A-B

  4. zayyyyyy…..zay…….nek arep ngomong ngono kwi mbok ya takono sing ahli ngene ki !!!
    sapa sing omong ponorogo ki artine kaya lambemu mau lo, ngawur kwi, mas!! jo percoyo !!!

  5. eh y, pakmu susah kae lo !!!
    pokoke pendhak sore mesthi theloh2 ning sor cagak, anake kur jalukane ae og !!!
    wis oleh avanza po rung ???
    nek komen ojo berat2 lo, iso2 ky prita mulyasari. ati2 ! tapi nek ngelokne dawam multazam kwi gak perlu ati, lansung njeplak ae gak po po

  6. nice place to get a new atmosphere here, just wanna say you’ve a good skill seen on your post, really, I like it very much…keep blogging my Brada!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>