Renunganku di Hari Anti Koperasi

malu-korupsiSaya ulangi, HARI ANTI KORUPSI… Busyet… Teleprompternya nggak jelas! Saya juga sedang pusing! Jadinya keseleo lidah deh! (doh)

Lepas dari salah ucap, pesan SBY menjadikan saya merenung. Kalimat yang paling menyentuh hati saya adalah “menjalankan kehidupan yang bersih“.

Bagaimana tidak! Sejak dulu saya banyak mengenal berbagai modus-modus korupsi yang karena banyak hal dikemas dengan sangat halus, menjadi sulit mengatakan itu korupsi.  Sering pula saya terhanyut dalam sistem yang menurut hati saya keliru. Mungkin saja batasan dalam diri saya terlalu ketat, katakanlah itu bukan panas, namun bagi saya tetap terasa hangat.

Tingkatan yang paling rendah adalah korupsi waktu, semakin tinggi yang dikorupsi adalah  kuantitas dan kualitas, dan menjadi parah bilamana yang dikorupsi adalah nominal uang yang pada akhirnya akan merugikan orang lain dan orang banyak.

Saya rasa, itu semua bermula dari perilaku pribadi, walaupun seringkali karena keterjebakan pada sistem yang berlaku pada pekerjaan yang dilakukan. Bukankah mudah bilamana jujur apa adanya? Bukankah tidak sulit untuk melaporkan pengeluaran  tanpa menaikkan harga tidak senyatanya? Pasti tidaklah repot bilamana melakukan jual beli dengan jujur mengenai kualitas dan timbangan. Pasti tidak repot bilamana tak perlu mengakali laporan keuangan. Sesuaikan saja dengan pengeluaran yang ada, sepanjang masih dalam batas toleransi harusnya bisa diterima. Tidak mungkin pelaksanaan berjalan 100% sesuai dengan rencana. Konyol sekali bilamana laporan sama persis dengan rencana. Bukankah lebih aman menyusun rencana dengan memperhitungkan lebih banyak hal yang diperkirakan akan terjadi dibandingkan dengan memberi kesempatan pada pelapor untuk mengakali???

Saya bukanlah orang yang bersih, bahkan saya pun punya banyak cacat sosial. Namun ketika teringat peruntukan setiap hasil yang saya dapatkan akan mengalir ke nadi istri dan anak-anak saya…. Hhmmm… ngeri!… Hidup hanya sekali, dan saya tidak akan mempertaruhkan kaluarga saya dengan memberinya kenikmatan dari hasil korupsi…

Jangan gembar-gembor sok anti korupsi kalau masih menyunat amplop yang menjadi hak orang lain!!!…

Marilah kita menjalankan kehidupan yang lebih bersih!

tulisan ini seharusnya saya terbitkan 2 hari (09/12/2009) lalu bertepatan dengan Hari Anti Korupsi…

gambar dari Google

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

24 thoughts on “Renunganku di Hari Anti Koperasi

    • kalau korupsi waktu dan tenaga mungkin semua juga sering yah. guru korupsi waktu dengan bolos, murid rugi (atau untung enggak belajar? (lmao) bagi yang bodo.. (haha) ) , buruh korupsi tenaga, mandor manyun (LOL) tapi kalau korupsi Uang (terutama uang rakyat) buehhh …. yang apes yah pemilik “sah” uang itu … seperti ibu Gayatri yang selalu bilang “dimana uangku… dimana uangku …” *sambil mengoyangkan dadanya ke depan muka manager jaga century (saya liat di tipi) (LOL) ….
      .-= sedulur gadgetboi menampilkan tulisan..Mencoba Adobe Acrobat 9 di Ubuntu Karmic Koala =-.

  1. Sebagai manusia, saya juga tidak lepas dari tindak pidana korupsi ini. Entah korupsi waktu ataupun uang. Tapi, jika diteruskan, pasti akan semakin merugikan orang banyak. Walaupun sekarang masih kecil2an Korupsinya.
    .-= sedulur Next Jimbun Punya menampilkan tulisan..Saat Helena Ngambek =-.

  2. saya enggak habis pikir dengan “menghabiskan anggaran” . itu sering saya dengar di telkom dan beberapa BUMN lainnya… apa coba maksudnya “menghabiskan”? kenapa harus dihabisi? (thinking) kalau ada sisa bukannya itu bagus? … ada yang tahu artinya karena saya terlalu naif (idiot) .-= sedulur gadgetboi menampilkan tulisan..Kenalan dengan Ubuntu 10.04 LTS Alpha 1 =-.

  3. Orang Eskimo, karena selalu hidup dilingkungan salju sampai seat memberi nama aneka salju. Ada salju bernama ” Swetheart, honeymoon, Orchid, Love is Blue” dan sebagainya.
    Lha dinegeri ini juga ada uang dengan berbagai julukan misalnya :
    -Uang semir
    -Uang Suap
    -Uang sogok
    -Uang kerohiman
    -Uang Lelah
    -Uang Tahu Sama Tahu
    -Uang administrasi
    -Uang Pelicin
    -Uang Grafitasi
    -Sumbangan Sukarela Bantuan Bulanan (Susu Babu)
    -Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan (Susu Tante)
    -Sumbangan Sukarela Imbalan Bulanan (Susu Ibu)
    -Sumbangan Sukarela Nekat-Nekatan(Susu Nenek)

    Uang juga bisa dicuci lho…..

    Wow…akeh tho mas.
    Salam hangat dari Surabaya

  4. bener banget pren..
    Marilah kita menjalankan kehidupan yang lebih bersih! bersih dari segala bentuk tindakan dan juga bersih hati dan jiwa… bukankah begitu bro ??

  5. Mesthi mlengse judule …hahahaha….

    Logikane yang namanya sifat koruptor ki sudah alamiah ada dalam tiap diri manusia.
    Tinggal tingkat kepantasannya saja yang akan memberi klasifikasi korupsi itu merugikan atau tidak.
    .-= sedulur xitalho menampilkan tulisan..Facebook Bikin Kecanduan =-.

  6. BTW tentang “menghabis kan anggaran” kok harus dihabiskan kalau memang tidak habis, kan bisa buat tahun berikutnya. Atau kalau anggaran tidak habis apakah takut di anggap tidak bekerja sesuai target, atau alasan yg lainnya…? xixixi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *