Akhirnya Pakai Juga Fedora 13 Goddard

Sehari setelah Fedora 13 Goddard dirilis, download pun saya lakukan semalaman menggunakan Prozilla. Maklum, koneksi lambat… :-)

Kejadiannya sama seperti saat selesai download Linux Mint 9 Isadora. Saya bingung mau dicoba dimana? Kalau cuma main Live CD sih rasanya kok kurang mantap. Saat ini, Isadora sudah beres terinstall di laptop Bu Noor dan si Goddard ini terpaksa menyingkirkan untuk sementara OS yang terinstall di Acerwan yang saya gunakan. Demikianlah akhirnya…

Yang pertama saya lakukan adalah menyiapkan USB Startup Disk karena tidak memungkinkan untuk menginstall melalui CDROM. Pengalaman sebelumnya dimana saya sering gagal membuat USB Startup Disk untuk distro selain Ubuntu dan turunannya menggunakan fasilitas Startup Disk Creator bawaan Ubuntu menjadikan saya tidak mau membuang waktu dan memilih menggunakan UNetbootin.

Banyak pilihan untuk UNetbootin karena aplikasi ini multiplatform. Sedulur bisa menggunakan di Windows, juga di berbagai distro Linux. Berikut ini proses penyiapan USB Startup Disk:

Setelah selesai, tak sabar saya reboot dan memulai instalasi Fedora 13 Goddard. Ternyata, sama seperti Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx dan Linux Mint 9 Isadora yang telah saya coba sebelumnya, instalasi tidak butuh waktu lama. Hanya belasan menit saja.

Saat menggunakan Fedora ini ada perasan berbeda di dalam hati saya. Dulu, tahun 2001 saat saya mulai kali mengenal Linux, Mandrake (embahnya Mandriva) dan Red Hat (embahnya Fedora) adalah dua distro yang saya kenal pertama kali (lihat: sejarah komputer #2001). Sayangnya, tahun 2005 ketika saya mendapatkan paket lengkap Red Hat 7 dan selanjutnya Red Hat 9 dari kantor pusat tempat saya bergiat dulu (lihat: sejarah komputer #2005), Red Hat justru sudah berkonsentrasi pada OS untuk kalangan perusahaan dengan nama Redhat Enterprise yang mengutamakan kestabilan. Sedang untuk kalangan di luar perusahaan sudah dirilis Fedora sejak 2003 yang mengusung hal-hal yang terkini.

Masa-masa selanjutnya saya sangat ketinggalan karena tidak mengikuti perkembangan baik Red Hat maupun Fedora. Baru ketika muncul Fedora 11 Leonidas, saya kembali menggunakan Fedora berbarengan saat saya mendapatkan tanggung jawab untuk mengelola server kecil yang menggunakan Red Hat Enterprise dan CentOS (juga keturunan Red Hat namun berkonsentrasi untuk kalangan perusahaan dan tetap free). Tentang CentOS, silahkan baca-baca di sana juga! >> CentOS 5.5 dirilis <<

Saya kembali ketinggalan karena hanya sempat mencicipi sebentar Fedora 12 Constantine. Namun entah kenapa tiba-tiba saya bersemangat kembali untuk menggunakan Fedora 13 Goddard. Dan berikut ini tampilan Fedora saya:

Saat menggunakannya untuk pertama kali, touchpad tidak bisa digunakan untuk ngeklik dan harus diatur ulang melalui applications > preferences > mouse untuk mengaktifkan klik menggunakan touchpad. Saat mulai membuka-buka menunya, hah!!! nggak ada Open Office dan Gimp!!! Yeach, maklumlah, yang saya donlut versi CD bukan DVD, jadi hanya aplikasi-aplikasi standar yang disertakan. Ini selengkapnya:

  • Pada menu Graphics ada Shotwell Photo Manager dan Simple Scan.
  • Pada menu Internet ada Empathy dan Firefox. Ada juga Pino yg bisa digunakan utk twitteran…
  • Pada menu Office ada Evolution Mail dan Project Management tanpa Open Office atau aplikasi pengolah kata lainnya.
  • Pada menu Sound & Video sudah ada Cheese Webcam Booth & Audio CD Extractor menemani Brasero, Movie player, Rhythmbox.
  • Beberapa tools yang di distro lain ada di administration diletakkan di system tools…

Yeach… Terpaksalah, karena saya butuh Gimp dan Open Office, ya saya instal sendiri. Gampang sekali caranya. Bisa menggunakan menu Add Remove Software atau bisa juga bermain yum, semacam apt-get di Debian dan turunannya.

Saya tidak bisa menilai, manakah yang lebih perhatian atau lebih maju. Fedora 13 Goddard ini masih menyertakan wvdial 1.61, aplikasi yang di Ubuntu sudah tidak disertakan sejak Jaunty Jackalope.  Namun, kalau untuk urusan dialup menggunakan network manager, saya tetap lebih suka Mandriva 2010.0 ramah terhadap modem buetooth. Oh ya, soal wvdial, saya referensikan juga tulisan di sana… >> Setting WVDIAL <<

Fedora 13 Goddard ini sudah menggunakan kernel yang terbaru yakni 2.6.33.3-85. Ubuntu  10.04 LTS Lucid Lynx paket perdananya masih menggunakan kernel 2.6.32.21-generic dan setelah diperbaharui menjadi 2.6.32-22-generic.

Yang saya suka, di menu Administration, menemani Add Remove Software dan Software Update, ada pengaturan Firewall yang menurut saya sangat kuat dan keren banget. Banyak hal bisa diatur sesuai selera.  Aplikasi bawaan lain yang menyenangkan adalah Project Management.

Walaupun sederhana, sepertinya ini bisa saya gunakan untuk membuat perencanaan proyek kecil. Ini mengingatkan saat dulu sangat mahir menggunakan MS Project. (haha)

*kira2 50 hari lagi sepertinya bakalan tergoda OpenSUSE 11.3 nih*

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

44 thoughts on “Akhirnya Pakai Juga Fedora 13 Goddard

  1. saya pertama kali menggunakan fedora yaitu leonidas … tapi sebentar … karena ada Mandriva 2010 :-P … itupun numpang install di laptop adek (haha) … terprovokasi oleh sebuah majalah, katanya fedora “hanya” distro experiment jadi mending pilih aman ajah saya sekarang (LOL)
    BTW network manager di mandriva tidak se-bersahabat ketika menggunakan bluetooth :-( saya harus bersusah payah dulu menginstall wvdial …

    wah mas andy, si lucid di tendang? (nyengir)

    *btw terima kasih backlinknya (woot) hehe (tongue)

    • di Mandriva saya modem bluetooth bekerja baik sekali… jodoh sama sgh-j200 juga sama n6500…
      Tidak dipungkiri, Fedora merupakan distro experiment-nya Red Hat, banyak hal baru diusung dan dicoba di Fedora, yang paling stabil yang dipakai RHEL… Malahan, beberapa seri RHEL terbaru berbasis dari Fedora… :-)

  2. Wehehehe.. dulu pas masi ada PC di Kost.. Masih sering gonta-ganti Distro kayak kang Andy gini.. Pas PCnya harus di lengserkan ke adik dan memakai laptop. Sekarang setia saja pada 1 distro yaitu Ubuntu dan sebuah jendela.. Mantep review ne.. jadi pengen… :))

  3. kepengen mencoba tapi sekarang sedang sibuk sekali jadi tidak bisa mencoba-coba berbagai distro seperti sampeyan (doh). sibuk ngeplurk

  4. (thinking) ingat red hat 6, ingat pertama kali saya kenal linux. Kalau gak salah di tahun 2001an, tapi karena setelah itu saya jarang pake linux, sekarang malah harus belajar dari 0 lagi :( (doh)

  5. pengalaman menggunakan fedora : kadang menjengkelkan untuk urusan hardware.. tapi dia sangat sederhana tapi sangat layak untuk dirindukan ketika sudah matang.. berbeda dengan distro lain yang memajang kecantikan luarnya.. :)
    btw project manajemen bukannya sama saja dengan evolution di LL mas?

  6. kalo ngikuti perkembangan distro linux jadi tambah bingung mau ngopo?lha wong ra isoh ngopo-ngopo arep pie meneh.sekarang masih ubuntu saja….

    • bagi saya, intinya bukan soal distro apapun yang digunakan, pak Sawali!
      yang penting pakai yang halal, legal, dan merdeka. begitupun, selalu saja bila ada rilis distro baru kok jadi gatel ingin mencoba, walaupun selama ini OS utama saya masih Ubuntu… :-)

    • wah… saya malah belum cari2 repo lokal *kl nggak salah ada beberapa*… saya sendiri update langsung dari sono…
      lagian, laptopnya sedang sibuk buangets, nggak sempat utak-utik nih! hehe :-D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *