Riyo, Yuli, dan Kyai… bambambam…

Sudah cukup lama saya memendam dendam tiada tara untuk bertemu dengan suami istri blogger-plurker, Riyogarta dan Yuliazmi (ingat! pakai huruf Z). Awal berkenalan dengan mereka, ketika ramai-ramainya diskusi antara blogger dan Roy Suryo Pakar Telematika sekitar bulan April 2008. Saya, waktu itu mulai mengunjungi blog R dan tidak lama sesudahnya saya juga mulai mengunjungi blog Y. Sebagaimana layaknya perkenalan di blog, seringkali tidak sengaja tiba-tiba merasa akrab dan dekat. Apalagi ketika saya mendengar bahwa Bunli hamil setelah penantian selama 8 tahun. Duh.. tiba-tiba ikut terharu dan seneng banget.

Tengah Januari ini, ketika saya harus melaksanakan beberapa kewajiban di Jakarta, saya membuat janji dengan Mas Riyo via plurk. Senin malam 12 Januari 2008, akhirnya terlampiaskan juga dendam tiada tara untuk bertemu R&Y itu.

Saya yang juga mengajak Kyai Slamet untuk bergabung dijemput di depan plasa Blok M, selanjutnya menuju ke Wetiga. Kyai Slamet, belakangan menyusul setelah tergesa-gesa ber-KRL dari Bogor menuju ke Jakarta, oper baswe sampai ke Blok M dan ber-burung-biru menuju wetiga.  Di sana saya bertemu dengan Iqbal (yang langsung mengajak boso Jowo,) Didi Nugrahadi (sempat ngobrol soal konsep wetiga), Wicaksono (ndorokakung), Paman Tyo, Epat, Zam, dokter BamBam (yang ternyata satu almamater dengan saya), dan banyak orang-orang yang sebelumnya tidak saya kenal sama sekali. Banyak pembicaraan seru yang seringkali topiknya tiba-tiba berbelok ke sana kemari, maklum tidak ada fasilitator ataupun moderator yang mengarahkannya. Tapi, banyak hal saya dapatkan dari Mas Riyo yang sangat mumpuni dalam urusan ICT.

Malam semakin malam, rintik hujan menambah dingin suasana, tinggal kami berlima (Saya, Mas Riyo, Bu Yuli, Kyai Slamet, dan dokter BamBam) yang masih cangkrukan. Tangan trampil Bunli tak henti-hentinya menari, meneruskan rajutan di sela obrolan yang mengasyikkan. Tak lama kemudian kami memutuskan untuk mengakhiri pertemuan. Maksud hati ingin naik taksi bersama Kyai Slamet, beruntung R&Y berbaik hati mengantarkan kami sampai di depan gang menuju kantor Pattiro di Tebet.

Sampai jauh melewati dini hari, saya dan Kyai Slamet masih ngobrol asyik tentang bermacam hal, mulai dari blog, sampai ke urusan teknis mesinnya, juga tentang pertanian, sosiologi, komunitas, pokoknya macem-macem banget. Saya pun jadi heran, Kyai kurus kering yang baru saja dikaruniai anak kedua ini, sedemikian cerdas dan luas pengetahuannya. Wajar saja, beliau sedang menggarap thesis dan mengejar kelulusan S2-nya di IPB awal tahun ini (thesis selalu saja membuat orang jadi cerdas walaupun sesaat dan terpaksa). Esoknya, Kyai Slamet budhal ke Bogor melanjutkan aktivitasnya.

Cah Sholeh tampak tertekan dalam dekapan Ryan... oops Kyai Slamet

Kopdar tanpa gambar adalah HOAX, daripada tulisan ini disebut hoax, dengan amat sangat terpaksa saya publikasikan foto saya bersama Kyai Slamet.

Bagaimanapun juga, saya sampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada Mas Riyogarta, Bu Yuliazmi, mas Bambam, Kang Kyai Slamet… Saya mendapatkan banyak pencerahan…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

42 thoughts on “Riyo, Yuli, dan Kyai… bambambam…

  1. walah, mas andy malah dah ketemuan sama mas riyo dan mbak azmi (pakai z toh?), hehehe … menggandeng kyai slamet pulak. wew…. mas kyai slamet bener2 mangklingi, kekeke ….

    • betul pak Sawali, saya nggak nyangka Kyai Slamet masih begitu muda. Demikian juga mas Riyo, Bu Yuli, dan om Bambam… mereka orang-orang yang sangat menyenangkan…

    • hua ha ha…. kok tersohor sih? hehehe….
      Kyai bener2 hebat… masih muda tapi saya banyak belajar soal sosiologi dari beliau.

    • Kyaine yang mepet terus… maap, kemaren pas di Jakarta nggak sempat menghubungi mbak Erna, lha saya tidak tahu nomer tilpone… lain kali saya akan tanya mbak Ayik saja… hehe

    • yeeeeeee….. saya kan sedang asyik sama kyai slamet…
      *iya ya, padahal kyai slamet itu temennya mantan kyai, pasti informasinya wolak-walik cepet tuh!*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *