Rumahku Tak Semewah Penjara Artalyta

Sejak kemarin, ramai berita di televisi, media cetak, dan internet… Ku ikuti dengan cermat gambar-gambar penjara si Ratu Suap Artalyta. Ck…ck…ck… Sungguh ini adalah penjara yang tak membuat jera. Rumahku ternyata jauh dari kemewahan penjara Artalyta. Tidak ada pendingin udara, hanya dua kipas angin biasa, tidak ada televisi besar, hanya ada televisi alakadarnya, tidak ada barang-barang yang mahal dan mewah, hanya ada kulkas kecil hadiah ulang tahun Nanin dua tahun lalu pun sering kosong bila tanggal tua, sebuah mesin cuci biasa, dan dua laptop yang diperoleh tidak dengan membeli melainkan pinjaman saja. Tak ada dokter spesialis yang diundang datang, karena bila ada gangguan kesehatan cukup ke Puskesmas mencari gratisan. Tapi aku tetap bersyukur, aku bukan penyuap, bukan pelanggar hukum. Walaupun sehari-hari harus bekerja keras, aku masih bisa menikmati kegembiraan bersama keluarga, melihat keindahan bunga menur dan markisa, bunga desember, bunga cempaka dan aneka tanaman hias lainnya. Rumahku juga tempat berkreasi. Tempat anak-anak tumbuh sehat, cerdas dan berprestasi, tidak pernah kekurangan gizi, selalu bergembira bermain dan belajar bersama teman-temannya.

Siapapun yang berkunjung ke rumahku rasa-rasanya juga betah dan nyaman. Pernah ada Claire dari seberang benua yang bermalam meminjam kamar Diki. Pernah ada Abi Gamitra, yang duduk di tikar sumbu kompor sambil asyik berbincang sampai lewat tengah malam dan tak digigit nyamuk walaupun pintu depan dalam keadaan terbuka. Pernah ada Santri yang mengaku kaum biasa yang lesehan di ruang tamu tanpa kursi, betah mengutak-utik Ubuntu di laptop barunya. Pernah ada tetamu dari Hongkong dan menginap berhari-hari. Pernah ada Demalung Java yang suka bertandang sambil membawakan ayam sayur. Dan masih banyak kawan dan handai taulan yang suka berlama-lama di rumahku, walaupun fasilitasnya jauh dibandingkan Penjara Mewah Artalyta

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan???

Melihat kemewahan penjara Artalyta, aku hanya bisa berkata ~dalam hati~… Haahhh… dunia semakin gila!!!…

gambar penjara mewah artalyta dari:
http://www.mediaindonesia.com/foto/2131/Penjara-Mewah-Artalyta,
klik untuk memperbesar!

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Facebook Post to Google Buzz Send Gmail

Random Posts

82 thoughts on “Rumahku Tak Semewah Penjara Artalyta

  1. penjara dalam arti hukuman hanya untuk orang kecil
    siapa to artalita itu
    pingin sih rasanya beli bakso terus minta disuap
    sepertinya dia pintar menyuap
    .-= sedulur budies menampilkan tulisan..Surat untuk Mas Matt Mullenweg =-.

       0 likes

  2. dan ternyata bukan hanya rumah mbok ayin aja yang mewah begitu yah……. buuuaaannyyaakkkkk………. kalo di (thinking) kira-kira ada tambahan bayar sewanya berapa yah disana (doh) dan kalo perlakuan kepada napi seperti itu akan terus da di negeri ini, maka saya yakin kedepannya akar serabut dari para koruptor ga akan hilang di negeri ini….. lha wong enak kok peristirahatannya (lol) lalu…….. apakah bapak patrialis pkbar sebagai menhukum&ham akan mencabut pemberian hadiah kepada para teman2nya itu……. kalo tidak, maka sudah sepantasnya pula kita2 turun ke jalan dan menyuarakan…….. LAWAN………
    .-= sedulur katakataku menampilkan tulisan..Darurat 10.01.10 =-.

       0 likes

  3. Penjara arthalita bisa mewah didunia. Tenang aja, dia gakkan bisa lari dari hukuman yang sebenarnya di akhirat nanti.. *kok tumben komenku lempeng* (nottalking)

       0 likes

    • tapi saya pengen ngeliat dia sengsara di dunia juga :-( gimana donk (nyengir) apa kita doain aja seindonesia bagi orang-orang berengsek kayak gini biar aibnya dibuka semua! jahat baget yah saya (LOL) .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..Ylmf OS: Ubuntu ala Windows =-.

         0 likes

  4. Bukannya ngiri ataw gimana, tapi saya punya pikiran yang sama dengan bung andy ketika melihat tayangannya di televisi, Dunia ini emang semakin gila bung..
    Btw dapet salam dari pernikahan adat Indonesia.

       0 likes

  5. Bener apa katamu mas, penjara kaya gitu mana bisa bikin mana bisa bikin jera.
    Kalo seperti itu caranya, gak usahlah pake penjara2an, mending waktu buat penjara itu diganti dg gelitikan biar capek ketawa..
    Hahahaha

       0 likes

  6. dibandingkan dengan rumah saya, jauh sekali. Karena, rumah saya masih sederhana. Sungguh sebuah diskriminaasi sosial. Mentang2 banyak harta, bisa nyuap pengadilan dan polisi, penjaranya bisa semewah itu. Apalagi hukumannya paling cuma sebentar. Beda banget ma penjara buat rakyat kecil yang dihukum gara2 maling ayam. Dah bonyok duluan, di penjara juga tambah bonyok. Tidak ada keadilan dalam hukum di negara kita.
    .-= sedulur Next Jimbun Punya menampilkan tulisan..Install Broadcom Wifi on Ubuntu Karmic =-.

       0 likes

  7. Wedyannnnn…… Luwih apik timbang penjara-ne maling pitik. Mungkin gara-gara nilai kriminalnya lebih tinggi jadi ya penjara-nya semakin bagus, selaras. Padahal kan harusnya unconformy (tidak selaras) atau bahkan seharusnya berbanding terbalik.
    .-= sedulur nahdhi menampilkan tulisan..PENSI 2010 =-.

       0 likes

  8. kaget juga lho lihat berita itu di tv ,…. (thinking) kok bisa yach di penjara hidup serba lux gitu… (nottalking) kok ada fasilitas seperti itu…. TERLALU….. Siapa yang harus bertanggung jawab ??? (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) .-= sedulur dameydra menampilkan tulisan..PR 2 010 =-.

       0 likes

  9. hidup sederhana tapi hasil dari rejeki yang halal kan lebih nikmat pak dari pada hidup mewah hasil korupsi

    **ternyata masih ada perbedaan antara penjahat pencuri ayam dengan penjahat pencuri uang rakyat**
    .-= sedulur dafhy menampilkan tulisan..Sony Ericsson K770i =-.

       0 likes

  10. Salam.

    Ketika anakku menunjukkan gambar-gambar “penjara mewah” tersebut, aku pura-pura tiak memahaminya.

    Aku sedih banget menanggapi komentar anakku. Biasanya aku selalu intens menanggapi apapun komentar anakku, tetapi untuk yang satu ini hatiku terlalu perih untuk menanggapinya.

    Aku salah ya?
    .-= sedulur eshape menampilkan tulisan..Mainan Baru : BlogLovin’ =-.

       0 likes

    • yang salah penjaranya bang! dan ketika informasi itu akan disampaikan kepada anak, jadi miris kita… jangan2 anak-anak pada suka masuk penjara kalau penjaranya semewah penjara artalyta… (doh)

         0 likes

  11. kalau saya melihat penjara mewah artalyta mah nggak bisa ngomong apa-apa lagi, mas. keburu muntah!

    satu televisi alakadarnya, satu kulkas hadiah, dan dua laptop pinjaman tampak dalam satu capture. tinggal gambar mesin cucinya, mas. hehe.

    rumahku istanaku. kalau orang yang merasa rumah sederhananya sudah merupakan istana, dia tidak perlu pindah ke penjara untuk mendapatkan kebahagiaan semu ya toh, mas?

    tapi yang nggak kalah bikin miris konsekuensinya itu lho. kenapa menonaktifkan kalapasnya, tapi tindakan untuk penjara mewah ini tidak instan? mustinya sekalian dong. lagian kenapa baru sekarang saat kasus yang ini booming baru menteri kayak kebakaran jenggot. emang hotel-like prison ini bukan rahasia umum sejak dahulu kala?

    embuh, ah.
    .-= sedulur marshmallow menampilkan tulisan..Gulai Telur dan Asam Lambung =-.

       0 likes

    • betul mbak marsmallow! rumahku istanaku… apapun keadaannya bilamana kita bisa menyukurinya, rasanya seperti surga dunia…
      soal gambar, silahkan klik link-link yang ada… ceritanya bisa lebih seru dan lengkap…

         0 likes

      • di blog-ku sengaja tidak aku tampilin macem2 gambar itu. biasanya ditaruh di atas atau di bawah kolom komentar…
        itu kerja plugin di mesin wordpress yg saya pakai… tutorialnya silahkan menuju ke http://a.ndri.info, cari tulisan tentang emoticon plurk…

           0 likes

  12. ketika berdoa, emeng terganggu bunyi. “kung!!,” begitulah bunyinya. kakinya tak bertendauk, tentu, hewan apa namanya. karena terganggu, maka ia berdiri dan menuju ke tempat asal bunyi di luar lewat jendela lalu: “sst, diam, jangan ganggu saya! saya sedang berdoa!!” Si “kung” tadi melirik ke atas ke arah penegur dan kemudian diam sessat untuk merenungi diri ada apa dengan saya. bukankah ini alam kita?

    Emeng berdoa lagi, tapi “kung!!!” lagi, lebih keras dari semula, makanya tanda “!”-nya tambah satu. dan emeng ke jendela lagi dengan serta isi teguran yang sama.

    Emeng berdoa lagi, dan “kung!!!!” lagi, dan lebih keras lagi, dan tambah lagi tanda serunya satu biji.

    Setelah berdoa lagi, bunyi “kung” terus-terusan. akhirnya emeng tidak jadi berdoa.
    ======
    apa maknanya, anak-anak? (idih, kek guru sekolah tk, ya? sorii, canda gitu loh!!!). jelas begini: dunia memang sangat ramai dan bahkan bising dan semakin bising. suara-suara apa saja muncul tak hanya yang terdengar telinga. tapi lihat, ada juga suara ramai dari politik, hukum, pendidikan, ekonomi…… perbankan. gue di http://techbostonworks.com/ sedang ramai dengan hal itu. kunjungi aja. siapa atut, right?
    oke, well, kalau hanya mikirin ramainya dunia, kapan kita doa. jadi benar proverb: “topo ngrame”, artinya: “bertapa di tengah keramaian”.
    justru itulah ujian buat iman kita, bro!
    (cih, dalem juga, tuh!”
    emang, karena kalau tak bisa bisa konyol. lagi-lagi sudah ada internet, to??! nah, jangan menyalahkan mbah google, ok?
    thaks yang kunjungin http://techbostonworks.com/.

       0 likes

  13. memang bedanya antara beruang dengan tidak beruang, Artalita termasuk beruang perempuan jadi jangan heran kalau kepala sipir saja takut,, lah wong sama beruang. saya cuma bisa ngelus dada, dan sembari bertanya dalam hati, apakah setelah kematian datang dan hisab dari Tuhan sudah datang, maka keadilan akan ditegakkan?.

       0 likes

  14. hehehe…kalo gini mah saya betah dipenjara…ups, naudzubillah….

       0 likes

  15. Meski begitu kita masih punya kebebasan untuk menghirup udara segar setiap pagi, bisa jalan-jalan santai bareng pacar tanpa dihantui berbagai ketakutan, he..he…

       0 likes