Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi

Adalah sebuah adagium Jawa untuk menggambarkan pentingnya keteguhan mempertahankan  keutuhan wilayah dan kedaulatan negara serta martabat bangsa. Dalam lingkup kecil, adagium ini sering digunakan di skala rumah tangga dan kepemilikan pribadi. Dalam lingkup makro, ya seperti itu, urusannya sampai bangsa dan negara.

Tentu saja pada ujungnya, urusan mempertahankan kedaulatan dibutuhkan peran penting para pengambil keputusan politik, kecermatan intelijen, dan kepiawaian diplomasi. Pada pangkalnya, sadumuk bathuk sanyari bumi ditopang kesiapan dan kemampuan para panglima beserta segenap prajuritnya.

Berkali-kali Indonesia ditoyor tetangganya terutama Malaysia, namun lagi-lagi sikap pemerintah Indonesia terlalu lemah. Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait krisis hubungan Indonesia dan Malaysia dalam pidatonya (01/09) dianggap masih normatif dan membuat rakyat kecewa.

Barangkali sikap rakyat sudah sadumuk bathuk sanyari bumi, sayangnya para pemimpinnya masih sibuk dengan dirinya sendiri… Dan sepertinya SBY beserta segenap jajaran pemerintahannya dan para wakil rakyat di DPR harus lebih banyak makan bubur tujuh rupa. Sedulur tahu maksudnya???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

70 thoughts on “Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi

  1. jadi kangen ma figur pak karno (padahal aku blm lahir wkwkwk)
    jarene pak karno pemberani mas apalagi masalah kedaulatan yang diosak asik negara lain.

    • bubur 7 rupa kuwi dasare mung bubur abang + bubur putih…
      karepe ben SBY luwih nasionalis gitu loh!
      jare semangat merah putih… tapi kok mlempem koyo krupuk kebanyon…

    • itu hanya bebasan paribasan saja, kerennya adagium…
      artinya kalau ada yg berani mengganggu kedaulatan sedikitpun, kita siap menghadapi…

  2. sama kayak mas bodrex ki mas gak faham “Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi” hehehe tapi emang bapake rada kurang tegas buat nyikapi jurus toyoran si tetangga ni kang :D

    • saya pikir sebetulnya sudah paham… lha itu bisa komentar soal toyoran… :-D
      “Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi” maksudnya berani membela hak… kl ada yg berani noyor ya kita berani hadapi… betul???

  3. sby kan isone cuma curhat pak…., dadi yo wajar lek gak iso tegas pas enek masalah.paling banter koar koar lek enenk sing nggoyang kursi goyange. dadi nikmat…. :lol:

  4. (angry) kecewa dengan pidato SiBuYa … seakan memperlihatkan kalau Indonesia takut sama Malingsia, padahal presidennya saja yang tidak berani, banyak mikir, lelet dan sebagainya … (evilsmirk)

  5. maksude pemerintah ki kudu diruwat nganggo cara tingkeban/mitoni, ben lair maneh pemerintahan anyar sing luwih apik… (iso rak yo?)

  6. lha yo kui bedone indonesia karo ameriki, nek ameriki jahat karo negoro liyo tapi rakyate dilindungi entek entekan, lha nek indonesia kui rak pernah njahati negoro liyo, tapi….
    (wis wis wis…, lagi poso mas…. :) )

  7. nambahi meneh sitik wae,
    (nyonto omongane konco nang pesbuk)
    “Jan koe kui lulusan militer awake gedi kok kalah karo semut to paaak pak…., semut wae wani nyokot yen daerah kekuasaanne dilanggar kok… )
    Plakkkkkk…..

  8. Lha trus gmana caranya untuk memilih pemimpin yg peduli ma rakyat, bangsa dan negera ini, juga para wakil rakyat kita? Blulet terus negara kita ini, kapan bisa lebih baik?

  9. perintah panglima tertinggi dalam mensikapi toyoran tetangga adalah dengan diplomasi atau perangnya pake mulut saja….
    dalam frasa jawa pinggiran disebut “gur cangkeman”

  10. denuzz ppribadi kecewa dengan keadaan ini …
    sangat kecewa!!! kecewa mendalam!!! …
    but, semoga masa depan terbaik menjadi milik bangsa Indonesia … Amin …

    salam akrab dari burung hantu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *