Salah Innalillahi

deathly-hallows-symbolBagi umat Islam, bila mendengar berita duka dapat dipastikan akan mengucap “Inna lillahi wainna ilaihi roji’un”, artinya sesungguhnya semua yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah.

Ketika mendengar berita tentang bencana, tsunami di Aceh, gempa Yogya, gempa Tasikmalaya, gempa Padang dan Jambi, dan bencana lain, sontak para pemerhati berita akan mengucap “Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun”. SMS dan telepon bersimpang siur, apalagi bilamana ada sanak saudara yang kebetulan berada di lokasi bencana. Email, mailing list, situs-situs socio-networking penuh dengan berita dan status duka. Televisi dan media massa lainnya panen berita, yang penting kabarkan dulu walaupun secuil, kalau perlu diulang-ulang sampai bosan

Kemajuan teknologi membuat peristiwa yang terjadi di belahan dunia yang jauh dapat diketahui dengan cepat.

Sayangnya, seringkali masih saja ada kejadian-kejadian konyol. Di awal-awal terdengar berita bencana tsunami tahun 2004 lalu, ada yang mengeluarkan pernyataan, “korban mencapai 5000 jiwa” (nyatanya ratusan ribu)… Kemarin setelah terjadi gempa Padang, keluar juga pernyataan, “belum ada laporan mengenai bla..bla..bla..”…

Lha arep laporan piye, infrastruktur rusak kabeh! (doh)

Oh… Ada lagi yang lebih konyol. Di beberapa mailing list dan socio networking beredar berbagai macam berita duka. Tentu saja yang mendengar berita langsung saja menyampaikan rasa turut belasungkawa. Ucapan “innalillahi” pun datang bertubi-tubi. Tak tahunya ternyata ada yang di-innalillahi masih ternyata segar bugar. Ada pula yang telah meninggal berbulan-bulan lalu di tempat lain ikut diberitakan sebagai korban gempa. Innalillahi wa innalillahi rojiun.

Rupanya penting untuk penyampai dan penerima berita, sebelum men-forward berita sebaiknya lakukan dulu cek & ricek, agar tidak terjadi salah kutip.

Thus… Judul di atas seharusnya “Salah Ucap”…

gambar: lambang relikui kematian –the deathly hallows– harry potter 7

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

41 thoughts on “Salah Innalillahi

  1. Waduh…bisa2nya sampai seperti itu? Masa orang yang belum meninggal diberitakan sudah meninggal? Berarti orang yang memberitakan, sama saja mendoakan orang yang belum meninggal supaya meninggal

    • kemarin ada beberapa berita serupa di fesbuk dan beberapa milis yg saya ikuti, sekarang sudah dihapus… semoga tidak terjadi lagi!

    • @Estiko, ya malah kebanyakannya cuma ikut-ikutan aja kali tuh, dan sepertinya mungkin malah kebanyakannya tidak tau dan mengerti tentang bencana plus korban yang sebenarnya terjadi disana, ya karena ikut2an itu. “saya ikut sedih, turut prihatin, … dll” tapi coba tanya kejadiannya secara detail, pasti kebanyakannya tak tau tuh (doh) .-= sedulur addiehf menampilkan tulisan..Still Save It =-.

  2. yaaah, di maap wae to om, kan keburu deadline, lagipula “SiKonTOL PANjang” (SItuasi KONndisi TOLeransi , PANtauan dan JANGkauan) belum memungkinkan untuk cek dan ricek, idealnya emang kudu cek n ricek,
    peaaceee wae laa

  3. Salah kutip? Ok lah kl masalah bencana gini karena daftar korban khan ndak ada cek n ricek.. masih dimaklumi lah Pak..
    Lah jadi inget pemilu kemarin… orang yg udah meninggal juga ikut kedaftar DPT.. padahal khan itu malah udah ada cek ricek juga tho Pak..
    Paling excuse nya adalah: namanya manusia.. salah ya ndak papa.. asal ndak bohong.. itu dah cukup.. [minimal bagi saya Pak..]

  4. Aku kejatuhan panci aja innalillahi kok mas..
    Tapi memang untuk berita korban jangan asal berita, cek and ri cek dulu.
    Mungkin aja ucapan innalillahi-nya utk korban gempa secara umum mas andy..

  5. bayangkan kalo misal yang diberitakan itu seorang suami, lalu istrinya buru2 cari suami baru lagi karena menganggap suaminya yang dulu udah meninggal… lalu tiba2 balik ke rumah…

    whooooo iso gegeran iki! kwkwkww
    .-= sedulur detx menampilkan tulisan..Koleksi Batik Indonesia =-.

  6. innalillahi …. aku kok kuper tenan, sing blogspot wes tewas to. mohon maaf lahir batin ya kang. salam untuk keluarga
    .-= sedulur ami menampilkan tulisan..maafkan =-.

  7. emang nek kaya gitu sering terjadi bos masalahnya nek harus kros cek lebih dulu kapan nyampenya bisa2 kalah am saingannya donk so wartawan2 c kerja ky gitu yg penting cepet masuk

  8. yupz memang kadang kita salah ucap,,,n sekarang secara tidak langsung saya mo ngucapin bela sungkawa atas korban gempa bumi dipadang sumatera barat dan sekitarnya termasuk kerinci,,,supaya tabah menghadapi cobaan,,,,

    salam

    fikri

  9. “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun”,
    sayang skali tdk seorangpun yang membaca dengan utuh Surah Al Baqarah Ayat 156 ini yaa..
    memang benar “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun”, itu artinya : sesungguhnya semua yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah. yg sering diucapkan apabila ada yg menyampaikan atw kita mendengar berita kematian, padahal kematian itu hanya salah satu musibah dari sekian banyak jenis musibah. tapi sayangnya kalimat itu sdh menjadi trade mark yg hanya diperuntukan untuk ucapan belasungkawa bila ada yg meninggal saja.
    padahal kalau dibaca utuh Surah Al Baqarah Ayat 156 ini, artinya : “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa mushibah, mereka mengucapkan:` Innaalillaahi wa innaa ilaihi raajiuun `.(QS. 2:156)
    [http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?pageno=8&SuratKe=2]
    tidaklah akan ada headline ” Salah Innalillahi, By Andy MSE on 04/10/2009 ” ini.
    smoga setelah ini tidaklah lagi kita untuk sungkan sungkan untuk “memberi kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Apabila mereka ditimpa sesuatu musibah mereka mengucapkan “innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”, yang artinya “sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali”.

    ahir kata, mohon maaf apabila ada salah kata dlm tulisan ini. karna sesungguhnya yang baik itu datangnya dari Allah semata dan kesalah datangnya dari saya, karna saya juga manusia yang menjadi tempatnya salah dan lupa.

    wassalam,-

  10. lho,,
    bukannya ucapan tersebut general ya? maksudnya bukan cuma buat bencana kematian,, tapi bencana-bencana pada umumnya macem kecopetan, tersandung dll
    yah, kurang lebih seperti apa yang dikatakan A Hasbudin diatas lah

    sekedar berbagi info yang saya ketahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *