Sampah Plastik

Terinspirasi sebuah tulisan gombal yang membual, saya ingat masih punya foto lama tahun 2006. Sayang sekali foto aslinya hilang entah kemana. Yang ada hanya bekas-bekas editan Photoshop. Waktu itu saya belum konsisten berLinux, jadi belum menggunakan GIMP.

putri cempo, tempat pembuangan sampah kota solo dan sekitarnya

Sampah di sini sebagian besar adalah sampah plastik. Sampah-sampah lain yang bisa didaur-ulang biasanya sudah habis sebelum sampai ke tempat pembuangan akhir sampah Kota Solo dan sekitarnya. Ibu-ibu yang ada di situ  dengan telaten mengais apa saja yang sekiranya masih bisa didaur-ulang, kebanyakan -lagi-lagi– adalah SAMPAH PLASTIK… Semua sudah tahu bahwa plastik sulit terurai. Jadi… Mari kita kurangi nyampah plastik demi Lingkungan Hidup yang lebih baik!

Oh ya… Daerah tempat pembuangan sampah ini  berada namanya Putri Cempo. Namanya keren, namun baunya ngudubilah setan.

Barangkali, bila saja saya sedang magang jadi pemimpin, atau nyalon wakil rakyat, foto itu bisa dimanfaatkan, sekedar untuk menunjukkan bahwa saya dekat dengan rakyat kecil… Cih!…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

56 thoughts on “Sampah Plastik

  1. Wah, wis isoh koment kie.
    Seharusnya pengolahan sampah berbasis masyarakat dimana sampah sudah dipilah dan dipisah dari hulu (rumah tangga) sampe hilir (tps-tpa) digalakkan lage

  2. Jebule seprono seprene ki Solo ijik okeh topak sampahe kui? Padhahal mbiyen yo ijik okehik (dance)
    ===
    Semuga dengan kopdarnya pak Andy dan postingan ini, walikotane langsung dolan neng Gumpang pak. :D .-= Wandi thok´s last blog ..Heran =-.

  3. ko’ mata saiia malah terantuk sama kata2 akang nya yang bilang ‘belum berlinux ria.. jd pake GIMP’ itu iia… :( emang apa bedanya sii GIMP sama program design lainnya kang… sepertinya banyak banget yg mnggunakan program satu itu??!?! saiia bener2 gag tau GIMP kang.. om suryaden tuu sering bangeddd ‘ngetest’ dengan pertanyaan2 tersebut.. :p (pis om surya)

    oallaaahhh ngelindur aku iia?!??!

    • oh, nggak apa-apa sih, cuma gimp itu opensource yang gratis… dulu waktu saya belum pakai linux pakainya software bajakan, mulai dari operating systemnya samapai ke aplikasi-aplikasinya… sekarang enggak deh!

      • hehehe… tp apa masalahnya dengan ‘bajakan’ kang.. tokh bangsa kita besar (berani gag berani kita akui) karena barang bajakan… :( saiia baru engeh… ternyata kang andy ini yang paling sering saiia temui klu saiia maen ke tempatnya om surya, tp selama maen di sana, lom berani bertegur sapa langsung sama kang andy.. heheehhe.. ternyata gara2 GIMP bisa sampe juga…

        berkenaan dengan GIMP juga.. si nuruli itu… iia hari itu juga saiia baru kenal kang.. tanpa tau latar belakangnya tanpa tau latar depannya.. lhohh?!??! entah knp saiia pingin banget pasang link nya gag tanggung tanggung, langsung di menu sejajar sama sotosop saiia… dan yg mengagetkannya lagi.. ternyata akangnya juga pasang link nuruli di tempat yang sama dengan yang saiia lakuin.. heheheheh…

        itu lah knp di label blog saiia gDa GIMP, iia karena itu bukan hal yg saiia kuasain… nyerah bongkokan gtu deee… :)

  4. sampah plastik memang telah menjadi salah satu problem lingkungan, mas andy. pemerintah mestinya bersyukur juga, di negeri ini masih ada yang telaten mengais sampah2 plastik utk didaur ulang. wah, kalau ingin jadi pemimpin, mas andy ndak perlu magang. cukup nenteng foto itu sambil nggendong sampah plastik ke mana2, wakaka ….
    .-= sawali tuhusetya´s last blog ..Semangat Pembebasan di Balik Ritual Agustus-an =-.

  5. Saya jadi inget, sempat membantu perusahaan di Jkt yang mengelola sampah pelabuhan. Konsepnya waktu itu bagus. Memilah sampah organik dan unorganik. Lantas sisanya dibakar dengan mesin incenerator. Sayang setelah beberapa tahun saya lihat pemiliknya mengelola secara inkonsistensi akhirnya jadi masalah juga. Sebenarnya sampah jika dikelola dengan konsisten saya yakin permasalahannya akan teratasi.
    Mungkin masalah sampah ini tidak disepelekan dengan memulai dari diri sendiri untuk menyadari betapa jika disepelekan akan membawa bencana seperti yang terjadi di Bandung sebagaimana Mas Rismaka sampaikan.
    Trims Pak artikelnya. Salam.

  6. saya sdh lama mengelola sampah jumlah sampah tdk sedikit tetapi dilokasi saya ada 1 alat pemusnah sampah rancangan saya sendiri dan sampai saat ini tdk pernah ada masalah ttg.sampah krn betul2 teratasi dgn.alat yg.hanya 2×2 m.tinggi 3 m dpt mengatasi 1 pasar,50 warung dan sampah warga 4 kampung,andekan tempat2 sampah lainya ada alat seperti itu yg.jelas tdk pernah ada permasalahan ttg.dampak sampah,buka teknologitpa.blogspot.com atau buka pemusnah sampah dlanggu.OK,ada minat hub.saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *