Saya Berburuk Sangka

QuickPress:

Berburuk sangka ya sama sajalah dengan berprasangka buruk.

Ya! itulah yang saya rasakan sekarang…

Beberapa waktu lalu sebelum masa kampanye Pemilu Legislatif, beredar iklan Prabowo, Ketua HKTI. Sekilas, iklan itu hanya mengajak untuk menggerakkan ekonomi, menggunakan produk sendiri, dan sebagainya. Samar-samar terbaca maksud di balik semua itu. Banyak orang menduga-duga, ada apa??? Ternyata Prabowo naik Gerindra.

Di masa kampanye Pemilu Legislatif, menjadi jelas…. Iklan yang semua samar menjadi terbuka berupa ajakan bergabung dalam gerakan baru yang bernama Gerindra. Saya mengakui, iklan itu sangat bagus sekali, jauh lebih bagus dibandingkan iklan tokoh lainnya yang seringkali beda kata dengan ekspresi, bahkan ada pula yang tanpa ekspresi.

Di masa tenang, masih ada iklan juga yang kembali menjadi samar-samar, salah satu contohnya adalah iklannya Megawati yang sudah hilang kata-kata saktinya “nomooooorrrrrrrrrr”. :D

Intinya semua sama. mengajak untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik. Entah itu lisptik semata untuk meraih simpati, atau memang benar-benar dari dalam hati nurani (saya masih berprasangka buruk).

Setelah selesainya pemungutan suara, ternyata masih saja ada iklan-iklan lagi. Bentuknya berbeda. Kali ini iklan dari pemerintah, contohnya iklan UKM dan iklan Sekolah Gratis.

Kembali saya berprasangka buruk. Jangan-jangan iklan ini dimaksudkan untuk meraih simpati masyarakat, menggiring opini bahwa pemerintah sekarang sudah bekerja dengan baik dan layak diteruskan untuk periode mendatang. Saya berprasangka buruk, iklan-iklan semacam ini dimanfaatkan untuk Pilpres mendatang, dan banjir lumpur LAPINDO tetap terlupakan… (tears)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

34 thoughts on “Saya Berburuk Sangka

    • Pertarungan belum selesai, yang di atas masih sibuk berhitung dan pasang strategi berkoalisi… wong cilik tetep wong cilik, hanya jadi obyek… begitukah??? (thinking)

  1. aduh.. politik. politik.
    Kok, jadi jelek bgini sih?

    Padahal, harusnya, politik itu jalan untuk mensejahterakan rakyat.
    Eh, ini malah jadi jalan menyengsarakan rakyat (doh)

  2. Dilema memang ya…
    tanpa iklan gimana kita bisa tau visi misi dia…
    dengan iklan, eee malah munculnya persepsi jujur dari diri sendiri… :-(

    Yang penting optimisme kali ya kang,
    mudah-mudahan bangsa ini lebih maju dan lebih maju lagi
    dan LAPINDO pun diperhatikan (cozy)

  3. Iya Mas, iklan di TV sekarang banyak dijadikan media kampanye.
    Asalkan didasari dengan niat dan cara yang benar (bukan karena mencari pengikut) saya kira gak masalah.

    Yang saya gak setuju adalah iklan yang isinya saling menjatuhkan partai/kelompok lain dan memojokkan partai lain, seolah partainyalah yang paling bagus selama ini. Atau merasa dirinya lebih bagus dalam memimpin

    erik94980 menampilkan tulisan… Free SMS Ramalan Cinta Karir Keberuntungan Ala Seno dan Tag dari Fanny

  4. triliunan yang dikeluarkan oleh gerindra hanya berbuah 6 persen suara.
    sedangkan triliunan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah berbuah 20 persen suara.
    triliunan lainnya lagi dari negeri asing berbuah 8 persen suara.

    denologis menampilkan tulisan… Putra Presiden difitnah?

  5. ada benarnya juga berarti acara di TV yang kulihat kemaren, kepercayaan rakyat kepada anggota dewan yang terhormat sudah luntur…

  6. Iklan Pendidikan gratis ya, yang ada anak2 SMP dikumpulkan di lapangan,membentuk setengah lingkaran trus Menteri Pendidikan (ya?) ngoceh panjang lebar dengan visualisasi…lama banget, trus visualisasinya selese, kembali ke lapangan dan anak-anaknya masih juga berdiri membentuk setengah lingkaran….

    kasihan :-(

    emang ga disuruh duduk?
    Saia aja yg liat iklannya sambil duduk, tjapek.

    Pradna menampilkan tulisan… Obrolan Sore : Suasana Lebaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *