Saya Bukan Apa-apa

Tiba-tiba saya terpicu oleh seseorang yang sedang menyombongkan dirinya. Tiba-tiba saya pun mengeluarkan kesombongan saya.

Ya… Acapkali saya menyombongkan diri, menunjukkan kepada semua orang bahwa saya telah melalui perjalanan berliku menapak dari titik nol dan sekarang telah meraih kesuksesan dan saya telah membayar zakat senilai beberapa juta. Saya ingin semua orang memandang saya, ingin semua orang tahu tentang saya, ingin semua orang menghargai saya, menghormati saya…

Acapkali saya merasa diri saya adalah orang yang paling hebat, paling pintar, paling benar. Saya orang yang paling bersemangat belajar, saya orang yang paling piawai bekerja. Banyak media merujuk kepada saya. Pun telah banyak menjelajahi penjuru dunia. Ide-ide saya selalu hebat, dan orang lain tidak sehebat saya…  Walaupun tak sepenuhnya berisi kejujuran, di mana-mana saya meneguhkan personal branding untuk menunjukkan kehebatan saya.

Tiba-tiba saya menyadari bahwa saya bukan apa-apa, malu berkaca dan mengerti betapa saya sedemikian kecilnya.

Ya… saya bukan apa-apa…

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anna…
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, maka sudilah Engkau memaafkan saya…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Facebook Post to Google Buzz Send Gmail

Related Posts

63 thoughts on “Saya Bukan Apa-apa

  1. sayangnya itu penyakit yang paling nikmat, sehingga orang berusaha mati-matian untuk menggaulinya…

       0 likes

  2. Saatnya retreat bro….kita semua pernah memilikki sifat itu di suatu waktu…. saatnya introspeksi diri…

       0 likes

  3. astahfirullah,,,,saya penh dosa,,,,bulan ramadhan tahun ini saya gagal lagi…………

       0 likes

  4. Subhanallah… kalo nda salah memang kecondongan manusia itu ke hal-hal yang negatif pakdhe, disitulah peran iman dalam membendungnya…

    Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anna…(worship)

       0 likes

  5. Bukan minta dihargai, tetapi kadang hal tsb sesekali perlu dilakukan untuk menjaga kehormatan diri..

       0 likes

  6. (Okok) ojo dumeh..ojo rumongso.. Mbiyen cilik saiki jg iseh tetep cilik neng ngadepe Gusti Allah.

       0 likes

  7. kata lagu “saya cuma debu di padang pasir, terbawa ombak terhempas badal”

       0 likes

  8. betul sekali itu, kak …
    sehebat-hebatnya kita pasti ada yang lebih hebat lagi …
    sesempurna manusia pasti ada yang kekurangannya …
    denuzz yakin miss universe pasti juga titik lemah … (lo kok nyambung ke sana?)
    ya udah … sedapat mungkin kita mari hilangkan sifat sombong dari pribadi kita masing-masing …

    salam akrab dari burung hantu … :)

       0 likes

  9. sebelum lupa karena mau mudik, saya ingin mengucapkan “selamat hari raya Idul Fitri 1431 H, Mohon maaf lahir dan bathin”

    salam,

       0 likes

  10. Mudah2an cah andy tidak termasuk org spt itu, namun termasuk orang yang gemar beribadah. Amin

       0 likes

  11. Wah, yen dibikin lagu mantap tuh.. Nyaingin amnesia-nya gigi. :D

       0 likes

  12. aku pernah merasa ning yah cuman ngerasa saja tidak ada tindakan positip untuk lebih baik piye jal

       0 likes

  13. namanya juga manusia, tidak pernah luput dari kesalahan dan kekhilafan

    great post bro

       0 likes

  14. Memang manusia adalah tempatnya alpa dan lupa. Tempatnya khilaf dan kufur, namun saya juga sudah berusaha tidak masuk dalam golongan itu. <akasih mas Andy atas pencerahannya :cry:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

       0 likes

  15. Gini dah bang salah satu sifat manusia… selama belum berisi, maka dia akan merasa wah… tapi setelah ilmu dan pengalamannya semakin bertambah seiring umur, maka akan merasa kalo dia bukanlah apa-apa. Sama dengan filofos padi.. he he…

       0 likes

  16. waduh itukan saya banget, saya seperti itu juga lho.. pengen diakui keberadaannya

       0 likes

  17. Kita ini kan manungso, menus-menus kakean duso jare….

       0 likes

  18. menyombongkan diri adalah ria. ria juga amat berdosa, dan menghapus amal2 kita selama 40 tahun

       0 likes