Seberapa banyak Temanmu?

Bisa jadi saya termasuk orang kuno. Saya pernah mengalami masa pacaran yang masih model surat-suratan. Saya juga pernah punya sahabat pena –urusannya masih berkaitan dengan surat-suratan juga-. Seiring kemajuan jaman, model surat-suratan pun tergeser teknologi. Termasuk urusan surat-suratan via pos, pun sudah banyak ditinggalkan –kecuali untuk urusan resmi, pengantaran dokumen, barang, dan lain sebagainya-.

Dengan dibukanya layanan seluler yang mulai marak pada pertengahan dekade 90-an, model pertemanan selanjutnya berkembang menjadi hubungan elektronik. Apalagi semenjak internet semakin mudah diakses, pertemanan berkembang lebih jauh lagi melewati batas ruangan.

Walaupun begitu, itu semua tidaklah berkembang serta-merta. Butuh waktu, sedikit-demi sedikit bertambah maju. Namun, bila dibandingkan tahun ke tahun, perkembangannya dapat dikatakan sangat pesat.

Beberapa tahun lalu masih nggaya bila saat berlebaran berkirim telegram indah. Tak berapa lama sudah digeser SMS. Itupun tak bertahan lama sudah digeser instan messenger dan sosial media. Anak-anak muda jaman saya, kalau berpacaran masih suka tukeran foto. Sekarang nggak perlu minta foto. Asal pegang alamat fesbuk-nya, langsung saja comot foto yang paling keren dan disukai. Kalau kebetulan disetel lebih privasi, ya tinggal add fren aja! (haha) Ini diuntungkan dengan masih banyaknya orang yang belum menyadari kalau mereka telah membuka urusan privasi di ruang publik.

Aktivitas dunia dalam jaringan ini bisa mendekatkan yang jauh, namun banyak orang juga merasakan menjauhkan yang dekat. Tiba-tiba saya pun menyadari bahwa dari aktivitas itu telah menambah sekian banyak teman-teman baru yang sebelumnya tidak dikenal sama sekali, bahkan ada di antara teman online yang sampai sekarang belum pernah bertemu. Saat bertemu nanti, pastinya akan jadi kopdar seru.

Jujur saja, tidak semua yang saya temui di dunia online yang tidak saya kenal ingin saya jadikan teman. Seringkali saya tidak merasa cocok sehingga ajakan pertemanan pun saya abaikan. Pernah dulu saya agak ceroboh menerima begitu saja ajakan pertemanan walaupun saya tidak kenal sama sekali pun tidak ada kesamaan minat atau kecocokan atas sesuatu. Jadinya akun sosial media yang saya ikuti tak ubahnya seperti tempat sampah. Ini menjadikan saya menyeleksi lebih hati-hati dan menghapus banyak pertemanan dari ribuan menjadi beberapa ratus saja. Itupun masih saja ada yang saya tidak tahu sama sekali.

Bukan berarti memutus silaturahmi, melainkan hanya lebih berhati-hati. Banyaknya teman di dunia online bukan ukuran. Aktivitas di dunia nyata harusnya lebih diutamakan… :-)

Tulisan ini juga sebagai ungkapan maaf sedalam-dalamnya atas berbagai ucapan lebaran di blog dan sosial media serta media online lainnya, yang karena terlalu banyak tidak bisa saya perhatikan satu per satu…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

29 thoughts on “Seberapa banyak Temanmu?

  1. Temanku banyak sekaliii, sampai suka lupa berkunjung satu-satu. Baik buruk, suka tidak suka tetap aku anggap teman.

  2. salam kenal kang
    saya setuju banget …banyak teman tapi nggak kenal sama sekali itu bukan teman namanya….aku delete aja

  3. apa kabar pak guru, mas, lan mboten kesupen, blogger nasional?

    mugi kulo mboten diremove nggih???

    *lha kapan jale nge add? lha wong hurung kok*

  4. pertemanan dari dunia maya ke dunia nyata memang akan klop kalau kebetulan punya minat dan paham yang sama, mas andy, hehe …. tapi tidak lantas berarti mengabaikan sedulur2 lain yang ingin berkarib dengan kita, kan? hehe …. mas andy pasti sudah menikmati kupat di solo hadininingrat, nih!

    • nah… minat dan paham yang sama itu yang tidak mesti ada di setiap orang yang ingin menjalin pertemanan… sebetulnya saya cukup terbuka, cuma agak hati-hati saja… :-)
      soal ketupat, saya sudah menikmatinya di kaliwungu dan boja, pak! saat ini pun saat masih di limbangan, mungkin sampai hari minggu besok baru selesai kegiatan saya di limbangan…
      salam sukses!

  5. Walau bagaiamana pun setiap hal mempunyai dua sisi yaitu positif dan negatif, tinggal bagaiaman memanfaatkan yang positif sebanyak-banyaknya dan menekan yang negatif sekecil mungkin. Salam Kenal Mas Andi :-)

  6. setuja kang (gym)
    untuk teman di dunia maya jangan asal comot … karena kita tidak mengenal bentuk fisiknya dia hehehe (tongue)

    saya ajah pertemanan di dunia maya enggak maju-maju … orangnya itu-itu ajah (LOL) … yang saya kenal ajah di dunia nyata! …

  7. Sangat penting untuk memilih teman. Apalagi jika kita sering berada di jejaring sosial. Karena tidak semua yang menjadi teman kita, benar-benar sebaik yag kita pikirkan

  8. Yup… kadang-kadang kuantitas pertemanan di dunia online tidak dibarengi kualitas, banyak yg salah kaprah kuantitas teman di dunia online mung kanggo anggak-anggakan.

    enakke milih sopo yaa….?? sing ayu-ayu marai ngelu… :D

  9. saya termasuk yang nampilin foto cuman buat profil aja hehe.. dan teman yang add kalo saya gak kenal sama sekali ya gak bakal saya confirm.. tapi meski saya gak kenal dan ternyata punya minat yang sama akan saya terima. berhati2 dalam dunia maya itu perlu karena banyak juga tindakan kejahatan berawal dari sana.. dan lebih penting lagi teman dalam kehidupan nyata..

  10. Cara berkomunikasi dengan teman untuk memperluas jaringan bisa melaui surat, HP, atu online , semuanya mempunyai sensasi yang berbeda.
    Mengenai add teman di facebook klo saya yang paling utama teman sekolah dari SD s/d kuliah dan rekan bisnis, yang lain nya di abaikan saja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *