Sedulur

Sedulur, berasal dari kata Bahasa Jawa yang artinya saudara. Saya lupa, bagaimana awalnya saya bisa menggunakannya di Blog Kecakot ini untuk mengantikan kata “anda“.

Rasanya kok agak jauh kalau saya menggunakan kata “anda”. Lain halnya bila saya menggunakan kata sedulur, terasa lebih dekat, akrab, dan bersahabat. Kalau menurut istilah Jawa, terasa lebih semanak semedulur. Artinya ramah sebagaimana saudara sendiri. Apakah sedulur merasakan begitu? Sumpah, saya nggak tahu! Saya hanya tahu bahwa setelah sekian lama berlalu, Blog Kecakot ini ternyata bisa menjadi jalan mendapatkan teman baru yang terkadang hanya berlalu saja, namun seringkali menjadi akrab dan semanak semedulur.

Apakah saya semanak semedulur?

Bukan saya yang harus menilainya. Namun, jujur, saya sendiri tidak yakin. Bilamana ada sedulur yang berkunjung ke Blog Kecakot ini, seringkali saya tidak sempat membalas komentarnya, walaupun tentu saja saya membaca setiap komentar apapun bunyinya. Seringkali saya juga tidak bisa berkunjung balik ke tempat sedulur untuk membaca tulisan sedulur ataupun sekedar menyapa. Bilamana ada kopdar apalagi kopdar akbar, seringkali saya tidak sempat menghadirinya. Sering pula bila sempat hadir saya tidak bisa menyapa satu per satu, padahal di dunia daring sudah sering menyapa.

Yang terpenting yang harus saya sampaikan adalah; bahwa dengan segala keterbatasan saya itu, sama sekali tidak ada maksud untuk memutuskan paseduluran… Itu saja!

Apakah sedulur percaya???

salah ketik bukan berarti saya tidak bisa mengetik, namun karena keyboard saya error

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Facebook Post to Google Buzz Send Gmail

Related Posts

67 thoughts on “Sedulur

  1. Dan sayapun juga lebih suka dipanggil sedulur, sesuai tulisan diatas memang bener kalo lbh ngluarga juga.he
    sumpah pak aku gak fas riding!
    (pertamax)

       0 likes

  2. Setuju kalihan panjenengan sedulur…. Selain kemraket ya ada kesan ngajeni. Sip dah…!!

       0 likes

  3. Hm… Imel otomatis dari blog ini juga makek sedulur, memang rasanya lebih akrab.

       0 likes

  4. lha ki sing komeng nang kene seduluran kabeh tho mas… brarti aku yo hooh no… jan mas andi huwebat pol.

       0 likes

  5. percaya kang…hehhee (blush)
    ..wah,kemaren ayas naik motor lewatin jalan LA Sucipto…hm,,ada kerinduan kopdar bareng sampean kang….(blush) hihihii…

       0 likes

  6. sepakat. Saya pun kurang terbiasa pake kata `kamu` atau `anda`. palagi sama orang yg lebih tua. Kalo bahasa Makasar, itu pake kata -kita’- jika merujuk ke orang kedua yg lebih tua. Mungkin maknanya sama dengan sedulur. *aneh ya bahasa Makasar* :-D
    kerna saya pun belum begitu familiar dengan istilah sedulur ini sebelumnya, seringkali sy hanya menyebut nama orang itu sebagai bentuk rasa hormat, misalnya “apakah pak Andy sepakat dengan saya?” hehe… maksutnya begitulah (haha)

       0 likes

  7. kalau ngomong “anda” kok serasa jadi mario teguh yah (LOL) makanya kalau saya sih mending memakai “kawan-kawan” walalu kedengarannya seperti anak sekolah (tongue) … tapi itu kan selera masing-masing individu … bebas-bebas ajah …

       0 likes

  8. kata orang-orang yang tua terdahulu, kita semua sedulur karena berasal dari satu rahim, yakni ibu kita ibu hawa… (katanya tuh)

       0 likes

  9. kalo bahasa saya “Bubuhan” pak

    curang potonya cuman 1 yang warna ..

       0 likes

  10. sedulur2 jangan pernah memutus tali perseduluran karena katanya bisa menghambat pula aliran rejeki :D

       0 likes

  11. yu setuju pak, sedulur terdengar lebih sejuk dan indah he..he.. wah curang pak Andy ki, masak yang warna cuma fotonya pak Andy aja (doh)

       0 likes

  12. sedulur kandungku mek ada dua paklik
    sedulur getih ada banyak juga.
    sedulur kamanungsan lebuih buanyak banget. hehehe

    btw, pripun kabare? ;)

       0 likes

  13. jan sedulur tenin…..hahahaha…kerso mampir maneh…hehehe aku kapan ya???…salam…

       0 likes

    • nyuwun donga mawon, mas bambang… sanes wekdal pengin dolan kelir sak keluarga… :-)

         0 likes

    • soale sing liyane mlebu golongane tuyul… (dhadhi eling photone suryaden sing b/w nang facebook) (lmao) (rofl)

         0 likes