Segelas Teh Tawar

pemandangan-dari-puncak-gunung-kelirBeberapa waktu lalu saya berkunjung kembali ke Gunung Kelir, ke tempat seorang gentho penguasa gunung hotspot yang juga seorang penggembala kambing etawa. Kunjungan saya itu adalah yang ke empat kalinya. Yang pertama bareng Anang, Fayas si Gajah Pesing, dan Yeni Sandalian. Yang kedua bareng Ardyansah sang Mantan Kyai, Novi dari Malhikdua, dan Wali Blogger pak Sawali Tuhusetya. Yang ketiga bareng2 rombongan Ziarah Wali Blogger yang diprakarsai oleh TPC. Pada kunjungan terakhir sebelum yang kemarin itu,  saya kebetulan bersama rombongan Blogger Warok dari Kota Reyog Ponorogo, berboncengan bersepeda motor, kehujanan dan kedinginan.

Banyak kenangan manis di Gunung Kelir , dan itu mendorong saya untuk kembali berkunjung ke sana. Sebetulnya waktunya kurang tepat, dapat dikatakan terlambat. Empat bulan lalu sang gentho itu baru saja mendapatkan anugerah seorang anak lelaki, dan saya tidak sempat mengunjunginya.

Ketika kesempatan itu datang, seperti biasa, di Gunung Kelir yang paling mengasyikkan adalah menikmati banjir bandwidth yang sangat luar biasa apalagi bagi fakirbenwit seperti saya ini. Hal lain yang mengasyikkan adalah udara yang segar, pemandangan indah, dan melihat-lihat pemeliharaan kambing etawa.

teh-tawar

Beberapa kali berkunjung ke sana, selalu saja saya disuguhi teh manis, kopi manis, atau minuman lainnya. Pada kunjungan kemarin itu, saya mendapatkan segelas teh tawar. Agak pahit dan sepet, namun kehangatannya justru lebih terasa. Belakangan saya baru tahu, sudah menjadi adat-istiadat di Kaligesing, Kabupaten Purworejo, khususnya di Desa Donorejo, bilamana kedatangan tamu dan disuguh teh manis, kopi manis, atau minuman lainnya, artinya dianggap sebagai tamu biasa yang harus dihormati. Bilamana disuguh teh tawar, artinya sudah dianggap bagian dari keluarga sendiri, bukan lagi dianggap sebagai tamu, juga bukan sebagai alasan karena tuan rumah kehabisan persediaan gula.

Sungguh saya terharu mendapatkan sambutan yang sedemikian rupa dari seorang gentho di kampung yang jauh dari keramaian kota, namun hingar-bingar rasa persaudaraannya.

Kalau di kampung saya, tamu yang sudah dianggap keluarga biasanya diterima di dapur atau di ruang makan, tidak di ruang tamu sebagaimana lazimnya… Kalau di tempat sedulur bagaimana???  (thinking)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

62 thoughts on “Segelas Teh Tawar

  1. Lah beneran Pertamax, Aku baru tahu Kalai di Kaligesign yang duingiiin itu ada ada adat yang begitu Pak. Kalau pas main kesana malah disuguhi duren, sama suruh liat kambing ETAWA yang gondrong2 itu.

  2. kalo di rumah saya, tamu yang membawa uang (pelanggan) diterima di rumah belakang. tamu yang baru pertama datang diterima di rumah depan. tamu yang sudah sering datang malah ndak mau masuk rumah tapi pilih di belakang rumah melihat ikan di kolam hekekeke
    .-= sedulur detx menampilkan tulisan..Koleksi Batik Indonesia =-.

  3. rencana juga mau bikin semacam tempat buat pegiat dunia maya disana katanya, so siap-siap aja dianggap keluarga sendiri.. :D .-= sedulur suryaden menampilkan tulisan..hey you =-.

  4. kalau mas andy sudah 4X datang baru disuguhi teh tawar hangat, masih kalah sama aku, aku baru 1X datang yo sudah dianggap keluarga. disuguhi teh tawar hangat dan kamar tidur.. Sayang kamar tidurnya duingin banget.. aku pindah tidur deh (lmao)

  5. Kalo saia mah kagak ada pilihan Kang.. lah wong kamarnya cuman satu alias nge-kos hihihihi

    Sudah ditawari segelas air tawar? mengharukan ya arti kekeluargaan seperti ini.
    .-= sedulur dhodie menampilkan tulisan..Bilang Pada Hidup =-.

  6. menawi pas dolang wonten nggene simbah (klaten), kulo biasane nggih wonten gandok. malah luwih cedak karo panganan. trus teh-ipun sing langsung teh dimasukkan dalam gelas yg disajikan. dadi mboten cem2an saking poci. haha. jenenge nopo nggih teh niku…lali istilahe. LOL
    .-= sedulur yosafat menampilkan tulisan..Jomblo Adalah Pilihan =-.

    • @yosafat, desa mawa cara, negara mawa tata….
      begitulah adanya… kapan2 nek wangsul sukoharjo, kula diajak sowan simbah nggih mas! kula dadi pengin teh kepyur niku, hihihi… wonten malih teh dicampur kopi, namine teh tubruk, soale teh kepyur ditubruk kopi… rasane nggih ngedab-edabi… tenan niku! (drinking)

    • padahal itu teh tawar lho! hihihi…
      *foto utk gravatar itu diambil di obyek wisata tawangmangu, aslinya di sebelahku ada monyet, huahaha*

  7. kalo di tempat saya kalo udah di anggep sedulur. bukan cuman di kasih teh tawar. tapi suruh ngambil sendiri kalo nggak mbikin minum mau apa aja silahken sendiri..
    bener..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *