Sekar Lawu

Sekar dalam bahasa Jawa adalah bunga, sedangkan Lawu adalah nama sebuah gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di tengah-tengah Karanganyar, Jateng, dan Kabupaten Magetan, Jatim. Jadi Sekar Lawu adalah “bunga gunung Lawu”.

Kebetulan, tanggal 13-15 November 2008 ini, di Sarangan, Kab. Magetan, saya mengikuti Lokakarya Evaluasi Program Pengembangan Ekonomi dan Sosial Berbasis Transparansi Pendapatan Migas. Program ini adalah kerjasama Local Government and Public Service Reform Initiative (LGI) dan Revenue Watch Institute (RWI) dengan Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO). Sebagai daerah program dipilihkan Kawasan Blok Cepu, dimana sebagai mitra lokal di Kabupaten Blora adalah LPAW -Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana-, sedangkan di Kabupaten Bojonegoro, mitra lokalnya adalah Bojonegoro Institute.

Namun, sebelum acara lokakarya usai saya harus kembali pulang ke Solo, karena ada beberapa tugas lain yang harus saya kerjakan. Nah, dalam perjalanan pulang ini saya berkesempatan bertemu dengan Sekar Lawu yang saya artikan sebagai keindahan alam di seputar Gunung Lawu yang penuh dengan obyek wisata yang indah dan menakjubkan, potensi alam, pertanian, seni dan budaya, serta peninggalan purbakala.

Telaga Sarangan. Terletak di desa Sarangan Kabupaten Magetan, telaga indah yang sebenarnya bernama Telaga Pasir ini berada di ketinggian 1287m dari permukaan laut. Indah sekali. Tidak jauh dari Telaga Sarangan, ada sebuah air terjun yang sangat indah. Sayangnya, seiring dengan meningkatnya pengunjung, sarana dan prasarana pendukung sebuah obyek wisata tak urung dibangun di sana-sini, baik oleh pemerintah maupun oleh pihak swasta. Di satu sisi, secara ekonomi akan membawa kemajuan, namun di sisi lain ada keprihatinan juga ketika alam makin lama makin rusak. Saya juga sempat melihat ada bunga edelweis yang dijajakan di kios-kios souvenir di seputar Telaga Sarangan.

Tawangmangu. Terletak di desa Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dimana terdapat sebuah air terjun setinggi 81meter yang terkenal dengan sebutan Grojogan Sewu.

Di tengah-tengah Sarangan dan Tawangmangu terdapat kawasan Cemorosewu dan Cemorokandang yang sudah sangat akrab dengan para pendaki gunung. Di antara Tawangmangu-Karanganyar ke arah utara terdapat pula obyek wisata purbakala yaitu Candi Sukuh. Bila sedulur sekalian kenal dengan Pak Harto, Presiden RI yang bertahta semenjak saya masih belum nalar sampai saya punya anak 2, pasti juga kenal dengan Giribangun tempat Pak Harto dikebumikan yang juga terletak di tanah Karanganyar.

Selama bertahun-tahun sebelumnya, menemani perjalanan antara Tawangmangu-Sarangan akan selalu disuguhi tanjakan dan tikungan yang sangat keterlaluan. Namun sekarang telah dibangun jalan baru yang lebar dan lebih landai walaupun jarak tempuhnya lebih jauh karena harus berkelak-kelok mengelilingi bukit-bukit. Walaupun di banyak ruas jalan belum selesai dikerjakan, setidaknya sudah lebih nyaman daripada sebelumnya. Dalam hal ini saya acung jempol kepada pemerintah. Saya dapat membayangkan, bahwa membangun jalan di daerah pegunungan di ketinggian mencapai 1500 meter dari permukaan laut, pasti mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, dan tentu saja membutuhkan biaya yang sangat besar. Namun, bila arus transportasi di kawasan Gunung Lawu itu lebih lancar, dampaknya terhadap perekonomian juga signifikan.

Sekar Lawu terakhir yang saya kunjungi adalah pemilik blog www.sekarlawu.blogspot.com. Mbak Ayik, demikian panggilan akrabnya adalah istri dari seorang ganteng bernama Bapak Karyadi, dan ibu dari dua cewek manis bernama Karin dan Ais ini adalah anggota DuoKribo.

Berkunjung ke rumah mbak Ayik sangat gampang. Tinggal cari Kodim Karanganyar, masuk gapura di depannya, kira-kira 300 meter kemudian belok ke kiri. Hafalkan dulu gambar yang ada di header www.sekarlawu.blogspot.com, Insya Allah sampai sekarang masih sama. Mbak Ayik orangnya sangat asyik banget. Beliau seumuran dengan kakak perempuan saya, kira-kira setahun lebih tua dari bu Noor, ibunya Diki dan Nanin. Berbeda ketika saya kopdar dengan pak Sawali, dimana saya langsung berpelukan seolah sahabat lama, saya tidak berani melakukan  hal serupa ketika bertemu mbak Ayik.. Iso kojur aku!… Hehehe… Terpaksa deh! dalam kopdar kali ini saya macak sopan dan isinan bangets… Padahal sebetulnya saya pengin minta tambah teh hangat dan ambil lagi wingko babat yang disuguhkan kepada saya, hihihi…

Yang hampir sama adalah, saya berkunjung pada waktu yang kurang tepat. Karin, putri sulung mbak Ayik beberapa jam sebelumnya jatuh dari sepeda motor. Bonyok deh pipinya yang gembil seperti Nanin itu.

Yeach…. semoga cepat sembuh ya Karin…

Tidak begitu lama saya mampir di tempat Sekar Lawu terakhir ini karena saya menyadari bahwa mbak Ayik harus merawat Karin. Saya segera berpamitan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Solo.  Lain kali saya akan bercerita tentang mbak Ayik ini  bila telah berhasil mengajak keluarga ke Karanganyar yang sebetulnya tidak begitu jauh dari Solo.

Ssssssttt… kalau mbak Ayik baca ini, pasti dalam hati merasa bahwa Sekar Lawu yang paling mempesona adalah beliau sendiri, haiyyah…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Facebook Post to Google Buzz Send Gmail

Related Posts

36 thoughts on “Sekar Lawu

  1. Hya… sekar lawu yang mempesona, beberapa kali juga saya kesana.
    Tapi yang di foto itu koq jalannya keliatan mulus banget ya? :-S

    (…habis cek blognya sekarlawu, ternyata foto mas Andy juga dikomentari di sana… :D )

    silahkan klik bila tertarik tulisan Hanif yang berjudul..WordPress dan Google-friendly URL

       0 likes

  2. kalo saya kenalnya sama sekar lawu yg disebut2 terakhir itu, yang bisa menghidangkan teh dan wingko babat. seharusnya duo kribo yg satu lagi juga ikut biar fotonya gak terkesan shy shy cat begitu:D

    mas andy, nanti kalo lokakaryanya ke Amrik, jangan lupa mampir ke Iowa City ya, biar kopdaran sama saya juga…wheheheheh

    silahkan klik bila tertarik tulisan nita yang berjudul..KRISIS EKONOMI AS & PLAY STATION 3

       0 likes

  3. saya langsung manggil istri saya untuk membaca posting CahShol yang satu ini, kometar dia satu aja; ‘koq Telaga Wurung gak disebut-sebut?’

    hehe Telaga Wurung termasuk telaga yang cukup melegenda juga lho kang.

    silahkan klik bila tertarik tulisan deden yang berjudul..Dimana Mereka Berada?

       0 likes

  4. wah…saya tersanjung betul menjadi satu diantara sekian sekarlawu yang dibilang cantik…qiqiqi…ternyata jiwa narsis saya masih ada juga…yang jelas, saya sekarlawu yang paling manis to Mas Andy…Tos!

    terimakasih sudah posting ini untuk mengenang kopdar kita, ternyata banyak rekan blogger yang sirik untuk ini, termasuk Ernut kembaran saya dan Astrid…kapan2 kita jadwalkan untuk bisa ngumpul bareng, bisa dirumah saya atau kaluk perlu sewa ballroom hotel dengan fasilitas Pattiro Solo Raya wakakakkk….

    Karin sudah baikan, sejak kemaren banyak teman dan sahabat juga kerabat yang memerlukan nginguk Karin, jadi malu sendiri karena melihat luka Karin yang tak seberapa parah…terima kasih untuk doanya…

    silahkan klik bila tertarik tulisan ayik yang berjudul..Karin yang terkapar dan Kopdar dengan Mas AndyMse yang ternyata tidak sangar

       0 likes

  5. Sekali-kali jalan2 ke kampung saya, Purbalingga. Di sana ada kali yang sangat indah, alirannya 1000 liter per detik. Asli dari sumber. Letaknya di kaki Gunung Slamet. Namanya Tuk Gede (Tuk = Sumber, Gede = Besar), sesuai dengan namanya, sumbernya memang cukup besar. Di sekitar Tuk Gede terdapat ratusan sumber-sumber kecil lainnya, ada Tuk Mindri, Tuk Gendani, Tuk Selada dan lain2.

    Lokasinya di Desa Karang Cegak, Dukuh Tlaga, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Saya sangat miris dengan nasib warga sekitar, sungai itu sebagian di manfaatkan oleh PAM, tapi warga sekitar tak mendapatkan apa2. Bahkan kami berulang kali mengajukan pengaspalan jalan, namun hingga saat ini jalan yang menuju kali tersebut (kira2 panjangnya 300 meter), masih belum ada tanda2 mau di aspal.

    Salam Mas Andy, M.SE

    silahkan klik bila tertarik tulisan seno yang berjudul..Price and Award belongs Seno’s Blog

       0 likes

  6. Subhanallah, suasanane mak nyes ya mas, adem, beda dengan Kendal … bisa mak nyes kalo di dalam rumah (itu kalo yg punya AC) atau pas mbukak freezer, wit2 pada digunduli, yuk rame-rame nandur wit=witan…. aja mung negar negor ….

    silahkan klik bila tertarik tulisan wahyubmw yang berjudul..Penghargaan Anak Semarang

       0 likes

  7. Di Gunung Lawu, kalau gak salah ada gua nya ya mas?
    Waktu ke magetan saya pernah ke sarangan dan nyari gua itu, tapi gak ketemu.

    Btw, mbak ayik tu memang kocak ya orangnya…

    silahkan klik bila tertarik tulisan Erik yang berjudul..Tanda dan Bukti Kebesaran Allah

       0 likes

  8. koq sempet2nya skali mendayung 2 pulau terlampaui mas..salut sm mas Andy…Btw maen2 jg ke smut dunk, bnyk jg wisata alam yg menarik n layak dikunjungi..ta’ tunggu yaa mas!

    silahkan klik bila tertarik tulisan Nyante Aza Lae yang berjudul..Tukul "tersandung" Kodok

       0 likes

  9. Wah jadi ingat masa muda dulu. Hargo dumilah! Manteb!
    Kang, jangan khawatir kalo kopdar sama saya entar bisa pelukan kok. Kalo mau lebih boleh kok.
    Btw dulu si shoemaker latihannya di lereng lawu pakai becak lawu.
    Mas ikut pb kan?

       0 likes

  10. aduhhh jadi kangen naik.. ke TW.. terakhir ke candi cetho….

       0 likes

  11. nggak ada lokakarya ke banyumanik semarang, mas ?
    nek ada, mampir ya. nanti tak oleh2i wingko babat :D
    silahkan klik bila tertarik tulisan goenoeng yang berjudul..aku rindu matahari

       0 likes

  12. mas andy kok keliatan tertekan gitu dipotonya…sebelah mas andy itu sopo to, kayak pernah kenal..

    silahkan klik bila tertarik tulisan ernut yang berjudul..MendadaK sontaK….

       0 likes

  13. Mas Andy, tentunya enak bisa ketemu dengan sahabat virtual yang menjadi kenyataan, Sampeyan kok malu malu minta tambah teh wong gak bayar khan, Salam

    silahkan klik bila tertarik tulisan Jenny Oetomo yang berjudul..Wisata ke Jatim Park II

       0 likes

  14. duh sy ini punya istri wong jowo
    tapi sampai sekarang nggak mudeng2 bahasa jawa ..
    hehehe ..
    padat aktifitas nyatanya yaa pak andy

    silahkan klik bila tertarik tulisan dikma yang berjudul..Award yang Mengagetkan

       0 likes

  15. Wuih, bagus pak. Tapi kok jalannya rusak?
    Sekarang dah ada terjemahan kata pak ya, sangat membantu buat orang non-Jawa seperti saya untuk memahami bahasa Jawa :D
    silahkan klik bila tertarik tulisan Adi yang berjudul..Kepompong

       0 likes

  16. Pantesan nggak dateng di Tasyakuran ya Beh… la wong di Sekar Lawu lebih enjoy banget kok…..
    Kapan kapan aku di jak akh….
    naik maki bao rak po po beh

       0 likes

  17. om andi,tanggal itu juga bunda ke sana,kok ga ketemu ya? hee

    salam
    aris muryasan

       0 likes

  18. walah, jadi selama ini mas andy sibuk jalan2 di dunia nyata to? hihihi…
    jadi ternyata mbak ayik itu asyik ya, mas? :P fotonya kok jaim banget sih, mas… hihihi…

    silahkan klik bila tertarik tulisan Caroline yang berjudul..Blessing…

       0 likes

  19. wah, saya baru tahu kalau mas andy pindah rumah di sini. btw, ternyata mas andy bener2 cepat dan trengginas seperti burung srikatan. kabur sana kabur sini, hiks, dari magetan juga menyempatkan diri ke karang anyar. dulu waktu ke kendal juga sempat mampir ke kiskenda. wah, jan, tenagane limpet tenan.

    sawali tuhusetya´s last blog post..Siswi Hamil, Perlukah Dikeluarkan dari Sekolah?

       0 likes

  20. Mas2 & Mbak menawi dolan2 teng sarangan menawi kerso mampir mawon t gubu kulo mpun celak saing mriku, tapi ngih ngoten teng ndeso.

       0 likes