Selamat Jalan Gus Dur

Semalam (30/12/2009), sepulang dari berkegiatan seharian, saya mendapatkan kabar dari Diki yang sedang nonton tivi… Gus Dur atau Kyai Haji Abdurrahman Wahid meninggal (30 Desember 2009 jam 18:45). Jujur saja, saya tidak terkejut karena sudah beberapa  waktu sebelumnya saya mengikuti berita-berita perkembangan kesehatan Gus Dur. Dan Tuhan pun sudah menentukan akhir hidup KH Abdurrahman Wahid, putra KH Wahid Hasyim, cucu KH Hasyim Asyari itu…Semoga Tuhan melapangkan jalanmu walaupun dalam hidupmu banyak  yang mencerca dan menghina…

Selamat jalan Gus Dur! Selamat jalan untuk manusia unik, jujur, cerdas, dan terbuka…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

26 thoughts on “Selamat Jalan Gus Dur

  1. turut berduka cita (tears) …. kita sudah tidak memiliki lagi orang yang memiliki selera humor yang tinggi … semoga gus dur diterima di sisi-NYA … (bye) .-= sedulur gadgetboi menampilkan tulisan..Bye… Gus Dur =-.

  2. ikut mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalam sebagai warga jawa timur yang bangga punya sosok kyai haji yang disegani diseluruh dunia,…. semoga arwahnya mendapat tempat disisinya,… amien….
    .-= sedulur dameydra menampilkan tulisan..Car Free Day On My City =-.

  3. Sungguh sangat luar biasa tokoh yang satu ini.
    Salut, di hari pemakamannya berbagai tokoh2 agama datang mengantar kepergian almarhum. Menandakan bahwa Gus Dur adalah simbol toleransi umat beragama.

    Humanis universal yang diakui dunia. Pelopor pembebasan diskriminasi. Pejuang dan pembela pluralisme.
    Entah apalagi sebutan2 yang pantas disandangnya.
    Selamat jalan Gus Dur…

  4. selamat jalan Gusdur, terima kasih untuk pemikiran dan jasa-mu, terima kasih Tuhan sudah menghadirkan dia di tanah Indonesia..

  5. Ikut berdukacita atas meninggalnya Guru Bangsa, tokoh pluralisme dan demokrasi yang sangat saya cintai. Beliau seorang yang sangat maju baik dalam pemikiran maupun tindakannya, sehingga seringkali hal ini tidak dimengerti oleh orang” yang hanya berpikir di hari ini dan bukannya untuk masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *