Baca dulu: Selokan Mataram (Bag-1)
Menyusuri Selokan Mataram Bag-2
Melanjutkan perjalanan menyusuri Selokan Mataram, saya beristirahat karena terhalang Kali Krasak. Terpaksalah memutar jalan agak jauh ke sisi kiri (selatan) melewati jalan beraspal. Ada jembatan di depan, ahaaa… itu pasti yang menyeberangi Kali Krasak. Ops, begitu menyeberangi jembatan, saya tertegun, ternyata saya keluar dari wilayah DIY Yogyakarta dan memasuki Kabupaten Magelang.

Tidak begitu lama mencari Selokan Mataram, ketemulah saya pintu air yang tadi saya lihat dari hilir selokan di seberang Kali Krasak. Dari situlah ternyata air masuk ke dalam terowongan yang ada di bawah dasar Kali Krasak. Sungguh bangunan air yang menakjubkan.



Lepas dari pintu air ini, saya kembali tidak bisa menyusuri jalan inspeksi (lagi-lagi jalan tanah), karena terhalang selokan melayang terbuka yang tidak bisa diseberangi. Saya kembali memutar jalan, namun kali ini tidak jauh dari selokan. Hampir sejajar dan tanggul selokan masih terlihat jelas. Di selokan melayang selanjutnya, terpasang sebuah kincir air yang menggerakkan turbin pembangkit listrik mikro hidro.

Dari sini, jalan inspeksi kembali nyaman dilalui. Memandang ke arah hulu, tidak jauh di latar belakang terlihat perbukitan Menoreh, sepertinya perjalanan menuju ke hulu sudah tidak begitu jauh lagi.

Tak jauh dari selokan melayang berkincir, saya sampai di Pintu Air Pembagi (mohon maaf, gambar diambil dari arah hulu untuk memberi gambaran yang jelas). Pintu air ini membagi selokan menjadi dua, ke arah kanan (selatan) adalah Selokan Vanderwijk yang memberi pengairan sampai ke daerah Sedayu, Yogya bagian barat. Sedangkan yang ke arah kiri (timur) adalah Selokan Mataram yang memberi pengairan daerah Sleman, Yogya, dan berhilir di Kali Opak. Menurut penuturan orang-orang tua -penduduk sekitar selokan-, dulu, pintu pembagi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah hulu. Dulu, sebelum dibangun Selokan Mataram (pada awal dibangun namanya adalah Kanal Yoshiro), sudah ada Selokan Vanderwijk (dulu dikenal dengan nama Kanal Vanderwijk) yang dibangun pada masa penjajahan Belanda satu rangkaian dengan pembangunan bendungan di Kali Progo. Dengan demikian, hulu sebenarnya dari Selokan Mataram adalah pintu pembagi ini. Namun, arsitektur sekarang justru menunjukkan bahwa Selokan Vanderwijk-lah yang berhulu di Selokan Mataram.


Perjalanan menyusuri Selokan Mataram sesudahnya, mengambil sisi kanan setelah melewati bekas-bekas Pintu Air Pembagi ke Selokan Vanderwijk semula. Sisi kiri tidak bisa dilewati karena jalan inspeksi buntu terhalang tebing yang cukup terjal. Di sini, saya sudah memasuki Desa Bligo Kec. Ngluwar, Kab. Magelang. Namun, tiba-tiba selokan yang saya susuri menghilang di terowongan di bawah tebing persis sebelum memasuki perkampungan Desa Bligo.


Saya kebingungan. Hampir setengah jam lamanya saya berputar-putar di perkampungan, mencari-cari dimana hulu selokan yang tiba-tiba menghilang itu…
Pertamaxx dulu
baca dan komentar setelah pertamax
.-= JAUHDIMATA´s last blog ..Tonggak Telah Mati =-.
ngono yo keno
Kalo melihat bangunan-bangunan kuno kok bisa sekokoh itu.
Tapi bangunan jaman sekarang kok gampang pecah.
padahal jaman dulu ketika bangun tidak pake alat yang canggih, namun bisa kokoh.
sekarang baru enaman bulan aspal didepan rumah sudah pada nglonthok.
SING MARAI OPONE JAL?
.-= JAUHDIMATA´s last blog ..Tonggak Telah Mati =-.
kurang duite… lha proposal sing nggenah ora dikabulne kok!
.-= senoaji´s last blog ..Adobe Premiere Pro 1.5 di Gombang =-.
lha nopo kok ngekek??? iki crito serius je!
saiki amergo kakean birokrasine alias kakean ring siing kudu diliwati
dadine yo tekan ngisor mung nge-crit padahal seko nduwur nge-crot…
apa ada hubungannya dengan Benteng Vanderwijk di Gombong ya Pakdhe?
barangkali perancangnya sama, Mister Van Der Wijk, hihihi
Mergane biyen ra eneng wong pinter, saiki okeh seng pinter, pinter ngapusi, pinter korupsi, pinter nyulap angka, lan liyane
saya tidak berkecimpung di bidang perselokan. ternyata membutuhkan perencanaan dan pembuatan yang cukup rumit agar dapat bermanfaat secara optimal
.-= endar´s last blog ..Alun-alun Purwokerto =-.
Wah kang perjalanan sangar kuwi… Btw arep daftar nang dinas Pengairan tah??? (lmao)…. Btw siip… Inspirasi buat q kang… kapan2 aku pengan menyelusuru peninggalan majapahit neng ndeso q… Mojokerto
sama aku juga masih heran sama terowongan bawah tanah itu…
kayaknya para wadyabala gentayangan harus diajak napak tilas perjalanan blogger nasional susur selokan mentaram kih…
.-= adipati mblambangan´s last blog ..Toleransi Ala Mataram Kuno =-.
waktu pertama nonton terowongan sing tembuse kali krasak kuwi pancen nggumun., kok isoh ngunu ki mbiyen arsiteke kepiye ya… kapan2 nyusuri terowongan kuwi wae piye jal?
namun aku lebih heran lagi sewaktu menyusuri bawah jembatan krasak dari tempel ke arah utara-timur, ternyata banyak gadis2 mandi disana…
.-= ciwir´s last blog ..Toleransi Ala Mataram Kuno =-.
ki sanak, itu kudanya kok gak diikat?
.-= Mahendrattunggadewa´s last blog ..Ronin dan Korporatisme Negara =-.
Komenku pada karo posting sakdurunge!
Tenan iki, ayo sisan loncing joglo abang!
ngkosik, nunggu tulisan selokan mentaram nomer telu
koment opo yooo.?
absen wae lah….
.-= omagus´s last blog ..Menambah uang jajan dengan main PTC =-.
artikel dulu yang lucu-lucu masih banyak lho, biar lawas nggak haram kok dikomentari, hihihi…
wah pak ekspedisi yang seru ya. btw sudah ketemu hulu dari selokan mataram itu?
.-= dafhy´s last blog ..Garuda di Dadaku =-.
kehilangan jejak ya? lha sampeyan salahnya menemukan jejak pertama kok dari hilir….ya kudunya mulai dari hulunya dulu….
.-= Dum´s last blog ..Pesta Ulang Tahun =-.
jaran bermesin e dijak muter2 iki critane
.-= galuharya´s last blog ..Pulsa Murah =-.
selokan mataram bagian barat bagus banget lho nggak kayak di timur…
saya ma temen2 pernah naik sepeda bersama menikmati indahnya alam menyusuri selokan mataram
.-= hokya´s last blog ..Masjid Blokir Ponsel =-.
itulah yang mengherankan…
hayo kapan??? kl sy ke yogya aku hubungi dech!
salam kenal, terima kasih postingnya, untuk bahan TA saya^^
boleh saya pakai foto2nya?
dipersilahkan… bebas kok!