Selokan Mataram (Bag-3)

Baca dulu: Selokan Mataram (Bag-1) dan Selokan Mataram (Bag-2)

Menyusuri Selokan Mataram Bag-3

Setelah hampir setengah jam berputar-putar di Desa Bligo, Kec. Ngluwar, Kab. Magelang, akhirnya saya menemukan pemandangan Kali Progo di kejauhan di sebelah barat desa. Saya berfikir, pasti hulu Selokan Mataram tak jauh dari situ. Benar saja, saya menjumpai pintu masuk terowongan air. Ini jauh lebih menakjubkan dibandingkan terowongan air di bawah Kali Krasak. Yang ini di bawah desa coy!… benar-benar di bawah desa, dan menurut perkiraan saya panjang terowongan itu lebih dari 500 meter. Bisa jadi lebih dari itu!!!… Sumpah… ini benar-benar mengagumkan!!!

Oh ya, sebelum menembus tanah di bawah desa, selokan ini juga melewati dasar sungai yang bermuara di Kali Progo. Ini gambarnya:

Melanjutkan penyusuran di sisi kiri selokan, semakin terasa bahwa hulu semakin dekat. Di sebelah kiri saya, searah dengan selokan, Kali Progo mengalir deras mengeluarkan suara gemuruh berkerosakan. Tak jauh kemudian, saya menjumpai Pintu Air Pelimpas, yang sepertinya berfungsi untuk mengalirkan air selokan langsung kembali ke Kali Progo. Mungkin ini berguna bilamana selokan akan dikeringkan untuk melakukan perawatan. Sepertinya banyak hal sudah direncanakan dengan baik sejak awal. Tak lebih dari setengah kilometer sesudahnya, tampak empat lajur saluran air yang berhulu dari empat pintu air.

(yahoo) (funkydance)

Saya telah sampai di hulu Selokan Mataram, tepatnya di Bendungan Karang Talun. (dance) (banana_rock) (banana_cool)

Bendungan Karang Talun -terakhir di-rehab tahun 1980- ini mengairi 30.000 hektar lahan pertanian di Kab. Magelang dan DI Yogyakarta. Tidak jauh ke arah hulu, terdapat sebuah jembatan melintang di atas Kali Progo. Jembatan yang menghubungkan Kab. Magelang, Jateng dan Kab. Kulonprogo, DIY, ini biasa disebut Jembatan Ancol. Tentu saja tidak ada hubungannya dengan Ancol di Jakarta, :-D sebutan itu karena Bendungan Karang Talun ini masuk dalam wilayah Dusun Ancol, Desa Bligo, Kec. Ngluwar, Kab. Magelang, Jateng.

Ketika saya mencoba turun ke badan bendung, jelas sekali bahwa Bendung Karang Talun ini hanya bendungan yang rendah dan dangkal. Namun itu sudah cukup untuk menaikkan air sehingga bisa masuk ke pintu air yang menjadi hulu Selokan Mataram. Cukup lama saya berhenti di sini. Melihat pemandangan yang mengsyikkan (juga melihat banyak muda-mudi asyik pacaran)… (tongue)

Setelah menimbang-nimbang apakah jalan pulangnya melewati Magelang atau kembali ke Yogya, akhirnya saya memutuskan untuk menyusur balik Selokan Mataram sampai ke Yogya. Ini berguna untuk menyegarkan ingatan saya. Pemandangan indah lebih bisa dinikmati karena saya lebih santai, tidak perlu mencatat atau memotret sesuatu. Hanya saja, saya masih ingat bahwa dari Dusun Gombang yang menjadi start saya dalam menyusuri Selokan Mataram, sampai ke jalan lingkar utara terdapat dua selokan melayang. Lain kali saya akan melanjutkan susur Selokan Mataram ke arah hilir sampai ke Kali Opak.

Siapa mau ikut??? (bringit) (bringit) (bringit)

..::bersambung dalam waktu yang tidak ditentukan::..

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

22 thoughts on “Selokan Mataram (Bag-3)

  1. Mingin-mingini wae wong iki… (crying)…
    Terlepas dari berapa biaya dan pengorbanan saat pembuatannya..tetapi nyatanya irigasi tersebut telah disiapkan dengan baik … dan manfaatnya masih bisa dirasakan sampai saat ini…..
    .-= Xitalho´s last blog ..Tembang Kehidupan II =-.

    • oh ya, itu dibangun pada jaman romusha dulu, jadi biaya tenaga kerjanya murah. tapi ini taktik cerdas Sultan HB IX, daripada rakyatnya dikirim ke luarnegeri untuk dijadiin romusha, mendingan ngeromusha di negeri sendiri, manfaatnya nggak kemana…
      soal anggaran, kalau dibanding jaman sekarang pasti angkanya ngedab-edabi… belum lagi yang di-korupsi (doh)

  2. hiks…hiks…jadi kangen yogya ne…dulu gue sering banget lewat selokan itu sama sepupu 2 gue…tapi ya sudahlah yang penting gue masih bisa bernostalgia ngeliat gambar2 ini, matur nuwun sanget ya dah mengobatin rindu gue akan yogya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>