Gegap-gempita Peringatan 65 Tahun Kemerdekaan Indonesia belum usai, sudah disusuli dagelan-dagelan yang mengocok perut dan membuat saya mengelus pantat (mules menjadikan mencret sehingga harus bolak-balik ke toilet).
Dagelan satu: si bapak nomor satu bagi-bagi buku dan sebarkan CD lagu-lagu karangannya kepada para tamu undangan yang menjadi peserta upacara bendera. Tak cuma itu, bahkan situs dot GO dot ID di-monetize, pasang iklan promosi jual lagu. Bisa jadi kalau didiamkan seterusnya akan ada link download m3, mp4, dlsb sekaligus sharing embedd code…
Dagelan dua: si buldog menggonggong lempar wacana tiga periode. Tak lain dan tak bukan hanyalah sekedar jilatan anjing yang setia kepada tuannya. Si tuan pun mengelak dan meluruskan bahwa dirinya tidak sesuai gonggongan si anjing itu. Sibuk memainkan citra diri, lupa tiga orang penjaga gerbang belakang ditangkap tetangga dan enteng ditukarkan dengan tujuh maling yang justru ditangkap oleh para penjaga.
Masih banyak dagelan lagi… -di antaranya pemberian grasi dan remisi untuk para koruptor termasuk besan sendiri (anehnya si bapak mengelak tidak ikut campur dalam urusan keputusan pemberian grasi dan remisi)-…
Dan ada pula dagelan yang mencorengkan aib di kening Paskibra -pasukan pengibar bendera-. Telah terjadi pelecehan terhadap beberapa anggota paskibra oleh seniornya -disuruh bugil (emangnya ariel???)-. Bisa jadi maksudnya memberi latihan keras untuk membentuk kedisiplinan tinggi di antara para anggota Paskibra, namun yang terjadi adalah kebablasen.
Ini bukan pertama kali terdengar dagelan soal senioris militeris. Masih jelas dalam ingatan, kekerasan para senior di sekolah tinggi pencetak aparat pemerintahan yang meremukkan rusuk para yuniornya bahkan ada yang sampai masuk ke liang lahat. Mahasiswa-mahasiswa senior di berbagai tempat menggojlog yunior barunya dan bikin ribut. Anak-anak SMA juga ikut-ikutan berbuat serupa. Geng-geng liar menerapkan cara sama. Satgas partai bertindak lebih tentara dibandingkan tentara. Satpol PP bak berperang dengan warga…
Gaya senior, mental feodal, gaya tentara, mental peneror… Sesungguhnya maksud mereka itu apa?
gambar dari tulisan sangnanang di pendekartidar.org
Pusing tenanan kie
as usual…
ASU SUAL???
Maksudte ki yo ben ketok pentol dewe thow.. Haha
Padahal pentol kui cuman iso mlebu wadah korek api..
:lol:
haiyo ngono kuwi mas Hakeem!
tuku bodrex sik ah…
nang omahku ono Ndar.. arep pirang saset?? hihihihi
Panadolku keri
sokurrr
si bapak n si buldog, pantesnya jadi pemain sinetron. si senior n si tentara bagusnya jadi atlit renang, kan udah punya gata tersendiri
betul masndol… pokoke perane sing gayeng2…
waton gawe ngakak!
Gaweke sinetrone wae sisan..
Antara bapak, buldog, senior dan si tentara.
Sopo ngerti oleh penghargaan seko holywood..
Haha
pripun malih kawontenannipun ngaten kok
Politik pencintraan….
Maksud mereka mung lucu-lucuan wae kang…. wkwkwk….
Kadang2 wong2 sak kiwa tengene ora ngelikke tapi malah mbumboni
Tanpa membahas ulang contoh2 diatas sy juga sudah mulai menghapus citra Senior sbg Penguasa.
Sy heran diberbagai organisasi yg melakukan kekerasan dan didikan yg sngat kurang enak didngar.
Makany saya jadi anak ANTI OSIS karena hal tsb, tanpa penindasan, semua setara dan anti kemapanan!
Koyok telenovela dadine…(pisang_salto)
lha terus kapan merdeka-ne,yo
aku suka presiden SBY, lanjutkan pak!!!!
*lanjutkan gundulmu mbah!!!!!*
udah tradisi hahahahahahahah……………………….. itu bukan unsur mendidik tapi merupakan wujud ungkapan balas dendam ya ga? heheheheheheheheheh
memang bener negeri kita ini panggung dagelan kok mas
Waduh… model perploncoan masih terbawa dari puncak sampai akar. wis mbalung sungsum…
susah tenan ilangin perploncoan ni…
didadekne sinetron laris ajake
mohon dukungan dan partisipasi serta sundulannya kang
http://www.attayaya.net/2010/08/membersihkan-keyword-anak-smp.html
salam anak smp pekanbaru
Just the way it is….
ya itulah masalahnya,merasa senior,merasa kuat akhirnya meneror.
iya tuh… semuanya cum ada di Indonesia..
harus ada kesadaran dari senior tuk tdk melakukan hal2 diluar kewajaran…
nek wong cilik koyo aq kang (pancen kuru) isone mung ngelus dodo.
dada kerempeng kok dielus-elus… kurang gaweyan mas?
*yo ngene iki, tapi elek-apik, iki negarane ndewe!*
“Gaya senior, mental feodal, gaya tentara, mental peneror…”
setuju banget dengan kalimat itu… emang seperti itulah sekarang sebagian besar Indonesia… sangat disayangkan…
dan sangat memalukan!!!
salam akrab dari burung hantu…
pak beye enggak tau etika dalam menjual lagu. saya takut tahun ini kalau bayar PBB nanti diwajibkan membeli CD-nya jangan-jangan
supaya laku 200 juta kopi
Lha iki goro-goro
edan kok rak uwis2…
setuju dech….Emang n sy jg bingung bangsa ini semakin hari semakin nyeleneh, mending nyelenehny bermutu tp yang ada hancur sehancur2nya
tuk itu..ayo..yang masih pada ELING alias INGAT N SADAR..tuk mengingatkan saudara kita yang kesasar
lam kenal..n tukaran link, agree or no?
trimz atas silaturahmi balikny y…
itu baru namanya Sinuhun Prabu Duryudhoyono!
jiann pantes tenan… Patihe Sengkuni, penasehate Durna…
ora gumun nek kahanane dadi kaya ngene…
sudah ada sejak dulu…