Senja Menoreh, Fajar Ungaran

Cerita tertinggal dari Gunung Kelir

Menyambung cerita tentang pertemuan dengan XKH, hari berikutnya akhirnya datang juga, Pak Sawali, disusul Sigit si Tukang Nggunem yang akrab dipanggil Panjoell atau Joell yang datang bersama kekasihnya (sekarang sudah resmi bertunangan), Dyah.

sigit panjoell, dyah, pak sawali, andy mse, novi, genthok, mantankyai

Hampir semua peserta silaturahmi Blogger Timur Tengah itu sudah bercerita tentang kehebohan yang terjadi, saya tertinggal… Itu karena saya mengambil jalan lain ketika pulang. Melewati jalur ke arah Purworejo, menikmati senja yang membara, menuju ke Borobudur, menyeberang sela Merapi-Merbabu yang gelap, dingin dan berkabut untuk menuju ke habitat.

senja membara di kaligesing purworejo

Siangnya langsung ke Limbangan Kendal, dan esoknya menikmati pagi di sisi utara Gunung Ungaran. Hampir-hampir tidak ada waktu yang cukup untuk menuliskan sesuatu. Saya malu…

matahari terbit di balik ungaran, pemandangan dari limbangan kendal

Yaps… tidak usah terlalu banyak guneman, saya bisa memastikan, sedulur sekalian bakal kecewa kalau hanya membaca di sini saja tanpa menyimak cerita-cerita di: Gunemanku, Catatan Sawali Tuhusetya, Gunung Kelir, Jalan Santai, Blog Mantan Kyai.

Ops… ada lagi tulisan mas Novi tentang Wi-Mount, juga jangan lupa berkunjung ke Lovely Dee untuk berkenalan.

O o o o o… ternyata masih ada yang ketinggalan. Rupanya Adhimas Sakti Paijo juga bercerita tentang Sasmito yang Terbukti.

Foto-foto selengkapnya ada di: http://etawa24.multiply.com.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

31 thoughts on “Senja Menoreh, Fajar Ungaran

  1. Bagaimanapun juga, gunung kelir masih layak untuk dijujuki sebagai tempat persinggahan untuk kita sebagai penikmat gratisan internet, apalagi didukung dengan kekuatan benwith yang segitu hebatnya…..
    mangstafffff….

    gajah_pesing´s last blog post..Memori 2008

    • ada usul nih! bagaimana kalau ziarah wali blogger dibagi dua tim??? tim pertama berangkat dari surabaya, tim kedua berangkat dari jakarta, akhirnya ketemuan di gunungkelir… mangstaff ndak???
      *genthokelir ben kapor ngrumati tamu sak ndayak*

    • sayangnya cuma diabadikan dengan kamera hape andalan, jadinya kurang bagus menurut para ahli poto. padahal bagi saya sudah bagus sekali, hehe

    • sengaja cari jalan lain, dua jalan sebelumnya via jogja dan via wates sudah aku lewati, kemaren itu coba mengambil jalan via purworejo, hehe.. maklum cah enom, kang kyai!

    • kapanpun sampean balik ke indo, please sms aku (no telp ada di about me)… pasti aku luangkan waktu khusus untuk mbak kristina berwisata ke gunung hospot..

    • Bilamana ada kesempatan di Jawa Tengah, sms saya segera, saya usahakan sepenuh kekuatan untuk mendampingi mas Ahmad berkunjung ke Perempuan Bergaun Putih, dan lain-lain… *kapan ya???*

    • setelah sampai rumah, ternyata angka speedometer bertambah lebih dari 500km dalam 3 hari. lumayan capek, tapi perjumpaan dengan teman-teman, juga keagungan Tuhan yang terpancar dari keindahan alam sungguh tak ternilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *