Serabi Solo

Penggemar wisata kuliner, apalagi yang pernah berkunjung ke Kota Solo pasti sudah kenal dengan Serabi Solo. Yang paling terkenal adalah Serabi Notosuman. Saking terkenalnya, banyak sekali penjual serabi yang bertebaran di seantero Kota Solo berkiblat pada model Serabi Notosuman. Kali ini saya melihat model lain yang tak kalah menarik, yaitu Serabi Jayengan (–Jayengan adalah nama sebuah kampung yang berdekatan dengan kampung Notosuman–).

Apa keistimewaan serabi-serabi dari Kota Solo yang sedang menggelar WHCCE -World Heritage Cities Conference and Expo- 25-28/10/2008, yang diikuti 433 peserta yang merupakan delegasi 156 kota dari 32 negara itu???

Menurut Jokowi, sebutan gaul Walikota Solo, Joko Widodo, WHCCE adalah bagian dari program jangka panjang untuk pencitraan Kota Solo. Diharapkan, dengan kegiatan ini, posisi Solo sebagai Kota Budaya semakin kukuh.

Menurut saya…. SEPAKAT… agar nantinya Solo tidak lagi di-cap Kota Pelesiran atau Kota Panas. Agar Solo semakin berseri…

Walaupun saya bukan termasuk peserta ataupun penggembira WHCCE, namun, sebagai warga Solo saya berkeinginan untuk ikut mempromosikan sesuatu tentang Solo, pilihan saya ya serabi ini… enak sih!… meminjam istilah Bondan, pokoke maknyus…

Nah… ini gambaran tentang serabi-serabi di Solo…

Serabi Solo yang berkiblat pada model Notosuman bentuknya melebar pada bagian pinggir, bila disantap saat masih hangat, bagian pinggirnya terasa crispy. Bagian tengah yaitu inti serabinya gurih dan lembut. Gurihnya karena guyuran sesendok santan kelapa pada waktu memasak serabi, bisa juga ditambah aneka rasa dengan menambahkan coklat, aneka buah, keju, dan lain-lain. Tentu saja tidak ada rasa “formalin” atau rasa “melamin”, hehehe…

Serabi Jayengan yang kali ini menjadi fokus tulisan saya sebetulnya belum banyak dikenal. Dapat dikatakan, secara rasa dan kualitas tidak kalah dengan Serabi Notosuman, bahkan ada rasa khas yang lain. Serabi Jayengan ini adalah hasil inovasi mas Ipung (Poenk) dan istrinya mbak Herly, yang tinggal di Jayengan Kidul, Kota Solo. Dengan harga terjangkau, hanya Rp. 1.500 per buah, dan rasa yang gurih, lembut di lidah, Serabi Jayengan yang khas karena tidak ada bagian melebar dan crispy sebagaimana Serabi Notosuman ini -menurut saya- layak untuk menjadi bagian dari kekhasan wisata kuliner di Kota Solo.

Tertarik??? Bila anda sedang berkunjung ke Kota Solo, silahkan hubungi mas Ipoeng/mbak Herly di +6285 959 599 720 atau +62271 644 897… Bisa juga berkunjung langsung ke Jayengan Kidul, di dekat Masjid Darusalam 1910-1965.


Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

47 thoughts on “Serabi Solo

  1. hua…… saia selalu beli pak…kalo uda nyampe di solo tapi wisata kuliner yang paling favorit bagi saia cuma “bestik jowo” yang ada di pasar kembang, rasa ala barat tapi harga ala jowo…. (hiks..selalu antri kalo beli), apalagi makan gudeg ceker yang depan sekolahan (lupa saia sma apa gitu..), yang selalu buka jam 2 malam…. sampe-sampe gak ingat waktu pokoknya kalo di solo…

    silahkan klik bila tertarik tulisan gajah_pesing yang berjudul..Gaya Hidup

  2. serabi notosuman? sudah sering ke sola, tapi rasanya belum pernah mencicipi serabi produk notosuman. sepertinya enak dan manis srutupannya tuh. kapan2 kalau ke solo, mesti kontak mas andy nih utk bisa refresh sejenak sembari nyrutup serabi.

  3. tambahan buat pak sawali : jangan lupa kontak saia pak..klo uda di solo, kita suruh pak andy traktir kita nyerutup serabi… hihihihihi…

    silahkan klik bila tertarik tulisan gajah_pesing yang berjudul..Gaya Hidup

  4. sebelum sampai solo mampir ke klaten dulu ada sop pak. slamet..enak e pol…he2 (bukan iklan lo) cuma info aja… he.. yo to kang..

  5. Ora opo opo…iklan…biar srabi solo lebih dikenal,dampaknya pada sektor riil kok.
    Saya pasti beli kalau dari Solo…memang solo makanannya enak enak…

  6. serabi itu mirip ama yang di jual di pinggir jalan depan rumah mbah saya, jadi ndak perlu jauh-jauh ke solo buat nyari tuh surabi. *dooh bikin ngiler pak gambarnya*

    silahkan klik bila tertarik tulisan memble yang berjudul..Kata-kata itu ajaib

  7. waduh jadi ingat ketika masih di solo wah enak boleh dong minta di kirim hahahahah

    gimana kabar penulisnya sehat dan sukses selalu tentu
    salam dari gunung kelir

    silahkan klik bila tertarik tulisan genthokelir yang berjudul..Diskriminasi

  8. “tulis dong dalam bahasa Inggris, eh.. serabi bahasa Inggrisnya apa ya?
    Makasih Parvian!”

    i likes “serabi solo” very much… good information sir, those information can be my reference :)

    i cant find the synonym of “serabi solo” in english, anyone can help? hehehehehe

    silahkan klik bila tertarik tulisan parvian yang berjudul..Top 4000 Universities in the World Based on Their Web

  9. saya juga dari solo tapi masih kemringet Mas, alias solo pinggiran sisih wetan alias karanganyar…qiqiqi…ngakunya wong solo biar ngetop…

    jajanan solo memang nggak ada matinye…

  10. Srabi Solo (cleguk)? Kalo pas pengen (cleguk), saya nyari di jl. majapaet semarang. (cleguk) Jadi gak perlu repot ke solo (cleguk) Tapi rasanya sama gak ya?(cleguk)

    silahkan klik bila tertarik tulisan hakimaza yang berjudul..Pengantin Gadungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *