Sexy-nya Rok Mini

Maria Ozawa pakai Rok Mini

Pernah saya ngobrol dengan seorang teman (perempuan), sebut saja namanya Sinta dan kebetulan tubuhnya sintal…

Yang dibicarakan dalam obrolan seru itu adalah soal sexy.

Dia, teman saya itu beranggapan bahwa perempuan yang sexy adalah yang payudaranya gede. Saya berbeda pendapat. Susu gede apalagi susu gede sebelah tidak bisa dijadikan ukuran sexy tidaknya seseorang. Saya berpendapat bahwa sexy itu proporsional. Karena ukuran proporsional itu tidak semua orang bisa memilikinya, maka tidak semua orang itu sexy.

Barangkali pandangan umum juga mempengaruhi ukuran ke-sexy-an. Misalnya dulu jaman Syailendra sewaktu Candi Borobudur dibangun, perempuan yang sexy itu yang sintal, terbukti relief-relief yang menggambarkan perempuan di Candi Borobudur selalu bertubuh sintal. Jaman berganti, pandangan umum ke-sexy-an juga berganti misalnya di tahun 60an tubuh perempuan kerempeng seperti Twiggy dianggap sexy. Barangkali sekarang icon sexy sudah beralih ke Miyabi, dan lain-lain.

Nah… Karena ada pandangan umum tentang ukuran ke-sexy-an itu, maka ada juga perempuan yang sexy sebagian. :-D Misalnya kakinya saja yang bagus tapi perutnya mblenet, atau tubuhnya saja yang sexy tapi kakinya gede mbelembeng, dan lain sebagainya.

Karena ada ke-sexy-an sebagian itu, banyak perempuan berusaha menonjolkan bagian-bagian ter-sexy-nya, dan sebaliknya menyamarkan ketidak-sexy-annya dengan aneka model pakaian yang dikenakan.

Sah-sah saja! Walaupun menurut kepercayaan saya, aurat lebih baik ditutupi dan ditunjukkan kepada orang-orang secara limited saja  daripada ditunjukkan ke banyak orang.

Mengapa begitu?

Contohnya bila ada yang sexy bokong, paha, dan kaki, rok mini pun bisa menjadi pilihan untuk mempertontonkan ke-sexy-an ke semua orang. Celakanya, mata lelaki yang memandangnya pun berbeda-beda. Mungkin ada pandangan kagum, mungkin risih, dan sangat mungkin bernafsu.

Itu wajar!

Jadi, dibutuhkan kerjasama yang penuh saling pengertian antara kedua belah pihak baik yang suka mempertontonkan ke-sexy-an maupun yang punya mata jelalatan. Di satu pihak, tidak perlu terlalu menonjolkan ke-sexy-annya, di pihak lain lebih menjaga matanya.

Tidak perlu menyalahkan salah satunya karena hukum sebab-akibat bisa saja berimbas kepada pihak lain yang sebelumnya tidak terlibat sama sekali. Hanya dengan pengertian semua pihak, tatanan yang baik bisa dibangun dengan adil.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

48 thoughts on “Sexy-nya Rok Mini

  1. Saya gak menyalahkan menonjolkan seksi dengan rok mini nya mas, tapi semua itu juga ada korelasinya. Hukum sebab akibat dan ada penawaran (buat mata) dan kebutuhan (bagi yang jelalatan). Tapi yo mbok ya o, dan betul katanya sampean itu sesuatu yang limited. Gak semua orang bisa memandang. Jadi ya saya harap si miyabi tidak memakai rok mini lagi :lol:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. Sexy itu,…. pintar. Bisa diartian pintar memilih rok mini ataupun menutupinya secara eseluruhan. Kalau pamer, belum tentu pintar yang akibatnya banyak nilai negatif dan biaya mahal. Termasuk perawatan kulit :D

  3. tidak bisa dipungkiri banyak cewek yang sengaja pamer body untuk menarik lawan jenis.. lalu jika mengekspresikan tertariknya dengan cara yang salah, misalnya meremas, siapa yang rugi? siapa yang salah? siapa yang untung? xixxo..

  4. Nah ini dia yang seperti ini ibarat oase ditengah padang gurun disini, mah….
    Demi keselamatan si empunya rok, kalau disini baiknya gak boleh tinggi2 (pendek-nya) si rok mini itu…

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari Iraq… ya, Iraq yang masih meledak-ledak itu..

  5. Kepala Seksi kantor itu nggak seksi blass… kumisan dan galak pisan euy!

    (Section chief…tapi kalau orangnya seksi, mungkin akan ditulis di atas pintunya : Sexy-on chief)

  6. Menurut saya sexy itu terlihat dari “bahasa” matanya. Kalau sexy cuman dilihat dari bodi, itu mah “alamiah” semua orang juga akan merespon demikian kl melihat cewek bahenol. Akan sangat tidak adil jika kategori wanita sexy hanya terdapat pada cewek bahenol saja. Kl dinilai dari kepribadian, kelamaan! :-D harus kenalan dan mendalami dulu pribadinya. Kl sexy karena rok mini, aming termasuk sexy dong? (LOL)
    jadi Saya tetap berpendapat kl sexy itu jika wanita tersebut pintar memainkan “bahasa” mata-nya. *sok jadi ahli padahal enga tahu apa yg diomongin*

  7. hmmm…… bisa panjang ceritanya rok mini kalau diulas…. apalagi pemakaianya dan penontonnya… isi pemakai dan penonton…. isi yang bisa dilihat mata dan yang bisa dilihat isi kepala… dari yang tadinya rok mini jaman dulu (jarik yang dipakai sebatas lutut)… tidak apa-apa… seiring berjalannya waktu si jarik mini menjadi rok mini, dan menjadi apa-apa (karena atas nama Tuhan, si jarik harus ditutupkan sampai telapak kaki..bahkan mungkin lebih)…. dan cerita akan terus berlanjut… tanpa ada ujung dan pangkal.. xixiixii….berputar seperti gangsingan…. yang kadang berputar cepat..melemah..dan kembali cepat.. karena suatu percepatan… NUMPANG NGANTUK…

    • sedang nembaki keyword ‘sexy”, mbak Ely!
      kabar baik saya di sini sekeluarga, semoga mbak juga… maaf nih! lama nggak main2 ke blog mbak! hehehe

  8. asline kata kuncine PENASARAN.. lha nek ada cwek ckep, bahenol yg pake rok mini, keliatan paha mulus, trus ‘berhasil’ ngintip dikit atau bahkan keliatan ‘isi’ trus kenapa? apa trus mlayu jungkir walik kegirangan?
    hehe..

  9. hm…
    Bila kita melihat tubuh sexy maka kita mulai bernafsu dan mungkin kita melakukan perbuatan tercela
    INGAT kejahatan bukan karna pelakunya tapi karena ada kesempatan
    Waspadalah…
    Waspadalah…

  10. ibarate nek wong nganggo klambi sexy kan dinggo mancing perhatian, lha nek diperhatekne malah nesu2 kan lucu pakdhe… ibarate nek mancing neng kali trus etuk iwak malah misuh2… (haha)

  11. Memang itulah yang membuat pria selalu TERGODA, dengan ke-sexy-annya seorang wanita. Apalagi dengan digunakannya rok mini, waduh tambah NGGAK KUAT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *